Advertisement
Kesehatan

Kurang Tidur Diam-Diam Bisa Ganggu Metabolisme dan Picu Berat Badan Naik

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lemas pada pagi hari. Kebiasaan tidur yang tidak cukup ternyata dapat mengganggu metabolisme, memengaruhi hormon pengatur energi, mengurangi aktivitas fisik, dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

TIMES Indonesia,
Kurang Tidur Diam-Diam Bisa Ganggu Metabolisme dan Picu Berat Badan Naik
Ilustrasi seseorang yang mengalami kurang tidur. (sleephealthsolutionsohio.com)
A-AA+

JAKARTA Malam semakin larut. Lampu kamar masih menyala. Layar ponsel terus memancarkan cahaya, sementara tubuh sebenarnya sudah mengirimkan sinyal untuk beristirahat. Bagi sebagian orang, begadang menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan, entah karena pekerjaan, hiburan digital, atau sekadar mengejar waktu luang.

Namun, di balik kebiasaan tidur larut malam, ada proses penting dalam tubuh yang ikut terganggu. Kurang tidur bukan hanya membuat mata berat dan konsentrasi menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengubah cara tubuh mengatur energi, memengaruhi metabolisme, bahkan berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Advertisement

Tidur sebenarnya bukan sekadar waktu ketika tubuh berhenti beraktivitas. Pada fase ini, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan, mulai dari memperbaiki jaringan, menjaga keseimbangan hormon, hingga mengatur sistem metabolisme.

Ketika waktu tidur terus berkurang, tubuh kehilangan kesempatan untuk menjalankan mekanisme tersebut secara optimal. Akibatnya, keseimbangan internal yang mengatur rasa lapar, penggunaan energi, dan pemulihan fisik dapat mengalami gangguan.

Tubuh Kehilangan Ritme Alami

Salah satu dampak terbesar dari kurang tidur terjadi pada sistem hormonal. Saat seseorang tidur cukup, tubuh membantu mengatur pelepasan hormon yang berkaitan dengan pertumbuhan, perbaikan sel, serta pengelolaan energi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan pelepasan hormon pertumbuhan (growth hormone). Hormon ini memiliki peran penting dalam pemeliharaan otot, kesehatan tulang, metabolisme lemak, serta pengaturan kadar gula darah.

Ketika pola tidur terganggu, proses alami tersebut ikut berubah. Tubuh dapat mengalami kesulitan menjaga keseimbangan energi karena proses pemulihan tidak berjalan maksimal.

Advertisement

Kondisi ini menjelaskan mengapa seseorang yang sering begadang terkadang merasa lebih mudah lapar atau memiliki keinginan makan lebih besar, terutama terhadap makanan tinggi kalori.

Bukan hanya soal rasa lapar. Kurang tidur juga membuat tubuh terasa lebih lelah sehingga seseorang cenderung mengurangi aktivitas fisik. Rutinitas sederhana seperti berjalan kaki, berolahraga, atau bergerak aktif bisa berkurang tanpa disadari.

Kurang Tidur Membuat Berat Badan Lebih Sulit Dikendalikan

Sebuah penelitian terhadap orang dewasa menemukan bahwa pengurangan waktu tidur sekitar 80 menit setiap malam selama beberapa pekan berkaitan dengan peningkatan berat badan rata-rata sekitar 0,45 kilogram. Peserta penelitian juga menunjukkan peningkatan waktu tidak aktif setiap hari dibandingkan saat menjalani pola tidur normal.

Meski angka tersebut terlihat kecil, perubahan perlahan yang terjadi terus-menerus dapat memberikan dampak besar apabila berlangsung dalam waktu panjang.

Tubuh yang kurang mendapatkan waktu istirahat berpotensi masuk dalam kondisi yang kurang ideal. Energi lebih sedikit digunakan, aktivitas fisik menurun, sementara dorongan untuk mengonsumsi makanan tertentu dapat meningkat.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa tidur bukan satu-satunya faktor yang menentukan berat badan seseorang. Pola makan, tingkat aktivitas, faktor genetik, kondisi kesehatan, hingga stres juga memiliki pengaruh besar.

Artinya, tidur cukup bukan solusi tunggal untuk menurunkan berat badan, tetapi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolik secara menyeluruh.

Mengubah Kebiasaan Kecil untuk Tubuh Lebih Seimbang

Memperbaiki kualitas tidur tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Langkah sederhana seperti menetapkan jadwal tidur yang konsisten, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang lebih baik.

Selain itu, menjaga pola makan seimbang dan rutin bergerak tetap menjadi bagian penting dalam mempertahankan kesehatan.

Pada akhirnya, tidur bukan aktivitas pasif yang membuang waktu. Di balik keheningan malam, tubuh sedang bekerja memperbaiki dirinya sendiri.

Bagi mereka yang ingin menjaga berat badan, meningkatkan energi, dan mempertahankan kesehatan jangka panjang, tidur cukup perlu dipandang sebagai investasi. Sebab terkadang, masalah kesehatan tidak selalu bermula dari apa yang kita makan, tetapi juga dari waktu istirahat yang sering kita abaikan.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia