Advertisement
Kesehatan

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Tingkatkan Risiko Kanker Usus

Kanker usus besar bisa berkembang tanpa gejala. Kenali lima kebiasaan yang meningkatkan risiko kanker kolorektal dan cara mencegahnya.

TIMES Indonesia,
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Tingkatkan Risiko Kanker Usus
Minum air putih menjadi salah satu kebiasan sehat. (Foto: ANTARA)
A-AA+

JAKARTA Kanker usus besar atau kanker kolorektal menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak kasus baru diketahui ketika penyakit sudah memasuki tahap lebih serius.

Sejumlah faktor risiko kanker usus besar ternyata berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari. Mulai dari terlalu lama duduk, pola makan rendah serat, hingga kebiasaan merokok dapat menciptakan kondisi yang kurang baik bagi kesehatan saluran pencernaan.

Advertisement

Direktur Medis Onkologi Medis Gastrointestinal di City of Hope’s Orange County Lennar Foundation Cancer Center, Pashtoon Kasi, M.D., M.S., mengingatkan bahwa deteksi dini menjadi kunci penting dalam menekan risiko kanker kolorektal.

“Penting untuk diingat bahwa sering kali kanker kolorektal tidak memiliki gejala. Itulah sebabnya melakukan skrining dini dan teratur seperti yang direkomendasikan dokter sangat penting,” ujar Kasi.

Berikut sejumlah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

1. Terlalu Lama Duduk dan Kurang Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang, terutama mereka yang bekerja di depan komputer dalam waktu lama.

Sejumlah penelitian mengaitkan kurangnya aktivitas fisik dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal. Minimnya pergerakan tubuh dapat memicu resistensi insulin, peradangan kronis tingkat rendah, hingga peningkatan lemak tubuh yang berpengaruh terhadap kesehatan usus.

Advertisement

Kepala Bedah Kolorektal Hackensack University Medical Center, Steven A. Lee-Kong, M.D., menyebut kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit pada usus besar.

American Cancer Society merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu atau aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit.

Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki selama 30 menit setelah bekerja atau berdiri sejenak di sela aktivitas duduk dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan tubuh.

2. Kurang Mengonsumsi Serat

Pola makan rendah serat menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan sistem pencernaan.

Serat membantu memperlancar proses pembuangan sisa makanan dari tubuh. Ketika asupan serat rendah, sisa makanan dapat bertahan lebih lama di usus besar sehingga meningkatkan peluang terjadinya interaksi dengan zat yang berpotensi merusak sel.

Selain itu, serat juga berperan dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Saat bakteri usus memecah serat, tubuh menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti butirat yang membantu menjaga kesehatan sel usus dan mengendalikan peradangan.

Ahli gastroenterologi Lance Uradomo, M.D., M.P.H., mengatakan serat memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saluran pencernaan.

“Serat menyediakan energi untuk sel-sel usus besar kita dan membantu menjaga kelancaran saluran pencernaan,” katanya.

Sumber serat bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti kacang-kacangan, buah beri, sayuran, serta biji-bijian utuh.

3. Konsumsi Alkohol Secara Rutin

Kebiasaan mengonsumsi alkohol secara rutin juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.

Saat tubuh memecah alkohol, proses tersebut menghasilkan asetaldehida, senyawa yang bersifat karsinogenik dan dapat menyebabkan kerusakan DNA.

Selain itu, alkohol dapat meningkatkan stres oksidatif serta mengganggu fungsi folat, yaitu vitamin yang berperan dalam proses perbaikan DNA dan pembelahan sel.

Peringatan dari Surgeon General Amerika Serikat menyebut kanker kolorektal termasuk salah satu jenis kanker yang memiliki hubungan sebab akibat dengan konsumsi alkohol.

Mengurangi frekuensi konsumsi alkohol, menyediakan hari tanpa alkohol dalam seminggu, atau mengganti minuman beralkohol dengan alternatif nonalkohol dapat menjadi langkah pencegahan.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai jaringan tubuh, termasuk usus besar.

Zat kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak DNA dan berkontribusi terhadap munculnya polip prakanker di usus besar.

Menurut Steven A. Lee-Kong, paparan zat karsinogen dari rokok dapat meningkatkan peluang terjadinya perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan berbagai risiko penyakit, termasuk kanker kolorektal.

Bagi perokok yang mengalami kesulitan berhenti, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat membantu menentukan metode yang tepat.

5. Menunda Pemeriksaan dan Mengabaikan Gejala

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker usus besar adalah keterlambatan diagnosis. Banyak orang menunda pemeriksaan karena gejala awal sering kali tidak terasa mengganggu.

Padahal, perubahan prakanker maupun kanker stadium awal memiliki peluang lebih besar ditangani apabila ditemukan lebih cepat.

American Cancer Society merekomendasikan orang dewasa dengan risiko rata-rata mulai menjalani skrining kanker kolorektal sejak usia 45 tahun.

Metode skrining tidak hanya melalui kolonoskopi, tetapi juga tersedia pemeriksaan berbasis feses maupun darah, tergantung kondisi dan tingkat risiko seseorang.

Beberapa tanda yang perlu segera diperiksakan antara lain adanya darah pada tinja, perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama, nyeri perut terus-menerus, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Gaya Hidup Sehat Jadi Langkah Pencegahan

Risiko kanker usus besar memang dipengaruhi banyak faktor, termasuk faktor genetik dan usia. Namun, perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkan peluang terkena penyakit tersebut.

Menjaga pola makan kaya serat, aktif bergerak, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Kanker kolorektal sering berkembang secara diam-diam. Karena itu, mengenali faktor risiko dan melakukan pencegahan sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan usus.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia