Advertisement
Kesehatan

Dinsos P3AKB Bondowoso Tegaskan Vasektomi Tak Ganggu Kejantanan

Metode kontrasepsi jangka panjang bagi pria atau vasektomi tidak memengaruhi kemampuan ereksi maupun kejantanan laki-laki.

TIMES Indonesia,
Dinsos P3AKB Bondowoso Tegaskan Vasektomi Tak Ganggu Kejantanan
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron saat dikonfirmasi (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, menegaskan bahwa metode kontrasepsi jangka panjang bagi pria atau vasektomi tidak memengaruhi kemampuan ereksi maupun kejantanan laki-laki. Masyarakat diminta tidak lagi mempercayai anggapan keliru yang selama ini beredar.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron menjelaskan, vasektomi merupakan Metode Operasi Pria (MOP) yang dilakukan dengan memutus saluran vas deferens, yakni saluran yang membawa sperma dari testis menuju penis. Saat ini tindakan tersebut dilakukan dengan teknik Vasektomi Tanpa Pisau (VTP) sehingga prosedurnya lebih sederhana dan minim tindakan bedah.

Advertisement

"Yang dipotong hanya saluran sperma, bukan testisnya. Jadi hormon laki-laki tetap normal sehingga tidak memengaruhi kemampuan ereksi maupun fungsi seksual," kata Imron, Senin (27/7/2026). 

Ia menegaskan, vasektomi sangat berbeda dengan kebiri. Menurutnya, pada tindakan kebiri testis diangkat sehingga produksi hormon terganggu. Sementara pada vasektomi, kedua testis tetap utuh sehingga produksi hormon testosteron tetap berlangsung normal.

Imron mengatakan, terdapat sejumlah persyaratan bagi pria yang ingin mengikuti program MOP. Di antaranya sudah memiliki anak, berada dalam kondisi kesehatan yang baik, serta mendapatkan persetujuan dari istri yang sah.

"Kalau sudah memiliki dua anak tentu lebih baik. Namun apabila baru memiliki satu anak dan suami istri sudah sepakat tidak ingin menambah keturunan, itu juga diperbolehkan. Yang paling penting harus ada persetujuan dari istri," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Bondowoso pernah menjadi daerah dengan capaian peserta vasektomi yang sangat tinggi. Bahkan pada masa itu jumlah akseptor mencapai lebih dari seribu orang hingga mengantarkan Bondowoso meraih penghargaan nasional pada peringatan Hari Keluarga Nasional di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Advertisement

Namun dalam beberapa tahun terakhir jumlah peserta terus menurun. Data Dinsos P3AKB mencatat, pada 2023 terdapat 36 peserta MOP, kemudian turun menjadi enam orang pada 2024, naik menjadi delapan peserta pada 2025, dan hingga pertengahan 2026 baru mencapai 10 peserta.

Menurut Imron, penurunan tersebut bukan disebabkan rendahnya minat masyarakat, melainkan keterbatasan anggaran pemerintah yang menentukan kuota pelayanan gratis setiap tahun.

"Sebenarnya peminatnya lebih banyak. Saat kegiatan Hari Keluarga Nasional kemarin, yang ingin ikut lebih dari 10 orang. Tetapi kuota yang dibiayai pemerintah hanya 10 peserta sehingga kami tidak bisa melayani lebih dari itu," jelasnya.

Selain keterbatasan anggaran, jumlah tenaga medis yang aktif melayani vasektomi juga semakin sedikit. Padahal Bondowoso memiliki sekitar enam dokter yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi untuk melakukan tindakan tersebut.

"Kenyataannya saat ini hanya satu sampai dua dokter yang masih aktif memberikan pelayanan vasektomi," katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat mengikuti vasektomi secara mandiri di luar program pemerintah. Imron mengimbau warga yang berminat untuk berkonsultasi terlebih dahulu melalui Balai KB di masing-masing kecamatan atau Penyuluh KB dan kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang tersebar di seluruh desa.

"Kami menyarankan konsultasi bersama istri agar keduanya mendapatkan edukasi yang benar sebelum memutuskan mengikuti vasektomi. Kalau di luar program pemerintah, tindakan ini bisa dilakukan secara mandiri sesuai jadwal dokter yang memberikan pelayanan," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia