Ketahanan Informasi

Optimalkan Pengelolaan Sampah, TPS 3R Kota Kediri Diperkuat iPSD

Jumat, 25 November 2022 - 19:55 | 9.42k
Optimalkan Pengelolaan Sampah, TPS 3R Kota Kediri Diperkuat iPSD
Wali Kota Kediri meninjau unit IPSD di TPS 3R Banjar Mlati (Foto: dok Diskominfo kota Kediri)

TIMESINDONESIA, KEDIRIKota Kediri menargetkan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) bisa terus dikurangi. Berdasarkan catatan setiap harinya Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Klotok menerima 140 ton sampah, baik itu sampah organik maupun unorganik.

Ditambah dengan populasi dan kondisi kota Kediri yang semakin ramai sampah yang dihasilkan pun juga semakin besar. Hal itu jika tidak dibarengi dengan pengelolaan sampah maka kapasitas TPA akan overload. 

Memperkuat pengelolaan sampah, per pekan ini tempat pembuangan sementara dengan konsep reduce, reuse, recyle (TPS 3R) Banjarmlati memiliki instalasi pengolah sampah domestik (IPSD) berupa mesin pengolah sampah Kota Kediri.

"Langkah Ini adalah wujud komitmen Kota Kediri untuk menjaga sustainability tentang alam di Kota Kediri,” jelas Wali Kota Kediri, Jumat, (25/11/2022).

TPS-3R-Banjar-Mlati.jpgPengelolaan sampah di TPS 3R Banjar Mlati (Foto : dok Diskominfo kota Kediri)

IPSD ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dengan PT Sagara Hijau Indonesia. Kehadiran IPSD tersebut rencananya akan dijadikan sebuah percontohan yang kemudian akan dilakukan pengkajian. IPSD di TPS 3R Banjarmlati, memiliki kapasitas 3 ton sampah setiap harinya. 

Wali Kota Kediri mengungkapkan Kota Kediri memiliki cita-cita zero waste city. Namun untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan upaya besar.Penanggulangan masalah sampah juga tidak bisa dilakukan sendirian, sehingga dilakukan kerjasama dengan PT Sagara Hijau Indonesia untuk permasalahan sampah ini. 

"Jadi, PT Sagara Hijau Indonesia memiliki mesin pengolah sampah yang diletakkan di TPS 3R Banjarmlati ini," tutur Wali Kota. 

Kedepan, tidak menutup kemungkinan IPSD juga akan ditempatkan pada TPS 3R lain yang dimiliki Pemkot Kediri. Saat ini di kota Kediri terdapat sekitar 7 TPS 3R. Jika semua aplikasi IPSD di TPS 3R berjalan dengan baik, maka sekitar 15% permasalahan sampah di Kota Kediri dapat tertangani. "Ini adalah langkah awal yang sangat baik dan saya kira ini berkelanjutan,” tambah Wali Kota Kediri. 

Sampah-sampah yang masuk TPS 3R Banjarmlati,  setelah dipilah bisa diolah menjadi berbagai produk. Mulai dijadikan pupuk, pakan ternak, bahan bakar pabrik sederhana dan lainnya. Saat ini sendiri 40% sampah di TPS 3R Banjarmlati adalah sampah makanan (food waste). Sampah yang berasal dari makanan ini nantinya akan dimakan oleh magot, untuk sampah plastik, kertas dan lainnya akan dikeringkan, dipadatkan kemudian dijadikan bahan bakar.

"Harapannya bisa berkontribusi untuk pengolahan sampah domestik di kawasan Banjarmlati dan sekitarnya. Sampah yang masuk sini benar-benar bisa dimanfaatkan tidak perlu masuk ke TPA," tukas Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri Anang Kurniawan.

TPS-3R-Banjar-Mlati-a.jpgPengelolaan sampah di TPS 3R Banjar Mlati (Foto : dok Diskominfo kota Kediri)

Tidak hanya melalui IPSD di TPS 3R, Anang mengungkapkan penataan pengolahan sampah juga terus digalakkan melalui sejumlah saluran seperti bank sampah.  "Kita juga mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumbernya, dari rumah tangga juga ditata," tambahnya lagi. 

Sementara itu, dengan adanya mesin IPSD di TPS 3R Banjarmlati diharapkan bisa menarik investor atau pihak swasta untuk menjalin kerjasama pengelolaan sampah dengan pemerintah daerah. 

Direktur PT PT Sagara Hijau Indonesia Imam W  mengungkapkan penempatan IPSD di TPS 3R bukan tanpa alasan. Dengan posisi TPS berada di tengah garis pengelolaan sampah, modal untuk IPSD tidak terlalu besar.

Selain itu keberadaan IPSD juga bisa mendorong pemberdayaan masyarakat setempat secara langsung, dengan operator dan petugas IPSD berasal dari masyarakat setempat. 

"Karyawan adalah warga yang telah kita latih. Jadi basis uji kita, bagaimana pengolahan sampah secara ekonomi bisa berhasil dan pemberdayaan bisa jalan," tambah Imam lagi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES