Forum Dosen

Berjuang Melawan Stroke, Mantan Wakil Rektor Unmuh Jember Meninggal Dunia

Kamis, 10 Maret 2022 - 09:00 | 45.91k
Berjuang Melawan Stroke, Mantan Wakil Rektor Unmuh Jember Meninggal Dunia
Dosen Fakultas Pertanian Unmuh Jember sekaligus Wakil Rektor I periode 2016-2020, Dr Ir Teguh Hari Santoso MP meninggal dunia, Selasa (8/3/2022). (Foto: Humas Unmuh Jember for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Keluarga besar Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) berduka. 

Dosen Fakultas Pertanian Unmuh Jember sekaligus Wakil Rektor I periode 2016-2020, Dr Ir Teguh Hari Santoso MP. meninggal dunia pada Selasa (8/3/2022) pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit Jember Klinik, Jember. Teguh meninggal dunia di usia 56 tahun.

Teguh meninggal dunia lantaran penyakit stroke yang dideritanya.

Menurut keterangan dari Dr Ir Muhammad Hazmi DESS, sosok lelaki murah senyum tersebut menderita penyakit stroke berulang sejak empat tahun yang lalu. 

“Beliau mengalami darah tinggi yang memicu stroke berulang sampai tiga kali serangan," jelas Rektor Unmuh Jember periode 2015-2019 tersebut. 

Sebagai orang yang pernah menjadi koleganya dalam memimpin Unmuh, Hazmi berujar bahwa Almarhum Teguh adalah sosok pekerja keras dan pemurah karena suka memberi. 

"Almarhum itu sangat taat beribadah dan berMuhammadiyah," kenangnya.

Menurut Hazmi, ketika menjabat sebagai sebagai Wakil Rektor I pun Teguh dinilai cepat dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. 

Dalam masa bakti di Unmuh Jember selama sekitar tiga puluh tahun, dedikasi Teguh pada kampus dinilai sangat tinggi. 

"Hal tersebut dibuktikan saat ini beliau sedang mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Unmuh Jember," ujarnya.

Rekan Teguh lainnya, Ir Iskandar Umarie MP, Dekan Fakultas Pertanian Unmuh Jember mengatakan ada banyak hal yang dapat diteladani dari sosok almarhum. 

Salah satunya adalah sifat Teguh yang selalu bisa dijadikan motivator bagi teman sejawat. 

“Yang saya ingat beliau selalu melayani mahasiswa dengan baik," kata Iskandar.

Meninggalkan dua orang anak dan satu istri, Iskandar berharap semoga Teguh mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wata'ala.

Sementara dalam kenangan salah satu alumni mahasiswa, Azzahraa Rofia SKom, almarhum merupakan sosok yang selalu ada waktu untuk urusan kampus. 

"Walaupun baru sembuh dari sakitnya, waktu itu almarhum baru sembuh dari serangan stroke yang pertama," ucap Zahraa, sapaan akrabnya.

Zahraa ingat betul kala ia berencana ikut beasiswa Muhammadiyah Preparation Scholarship di Yogjakarta.

Karena keterbatasan waktu pendaftaran maka dibutuhkan surat rekomendasi dari kampus yang diterbitkan dengan cepat. 

Almarhum satu-satunya orang yang memberi surat rekomendasi dengan cepat tanpa tanya-tanya apapun. 

"Cuma tanya untuk apa dan tujuannya kemana," terang perempuan lulusan Ilmu Komunikasi, Unmuh Jember tersebut. 

"Ya jadi bermemori banget karena beliau rela ngisi surat rekomendasi sebelum beberapa saat ada keperluan perjalanan dinas, dengan timing yang amat keburu-buru," tambahnya.

Seluruh civitas akademika Unmuh Jember mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya dan rasa kehilangan yang sebesar-besarnya atas meninggalnya salah satu putra terbaik yang dimiliki kampus ini. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah, segala kesalahan diampuni. Aamiin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES