Forum Dosen

Meriahkan Hari Air se-Dunia, Warga Sleman Gelar Festival Van der Wijck

Minggu, 20 Maret 2022 - 13:31 | 82.78k
Suasana Festival Van der Wijck di Dukuh Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman. (FOTO: Pemkab Sleman)
Suasana Festival Van der Wijck di Dukuh Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman. (FOTO: Pemkab Sleman)

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Ratusan warga menyaksikan kemeriahan Festival Van der Wijck. Festival yang digelar di Dukuh Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel ini dalam rangka memeriahkan Hari Air se-Dunia tahun 2022 sekaligus Mangayubagyo Jumenengan Tingalan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Sleman, Ir Suparmono MM berharap Festival Van der Wijck ini dapat dilaksanakan secara kontinu, menjadi signature event di Kabupaten Sleman, dan masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2023. Dengan event ini, pengembangan pariwisata di kawasan Barat Sleman bukan hanya sekadar rencana tanpa aksi nyata.

“Festival ini bukti adanya kerja keras, gotong royong antar pemangku kepentingan dengan target yang jelas,” kata Suparmono kepada TIMES Indonesia, Minggu (20/3/2022).

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengatakan, festival ini membuktikan bahwa budaya kita tidaklah kuno. Sebab, budaya itu tidak lekang oleh waktu.

“Hanya, penyajian (packaging) nya yang perlu didorong supporting event yang mengikuti perkembangan zaman, tanpa mengurangi kesakralan dari budaya inti,” terang GKR Bendara.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa berharap agar penyelenggaraan festival ini dapat menjadi instrumen untuk mengokohkan falsafah, tata nilai dan kreativitas dalam pengembangan perekonomian masyarakat. “Tentu dengan tetap berpijak pada akar budaya, adat dan tradisi yang ada di Kabupaten Sleman,” terang Danang.

Festival-Van-der-Wijck-b.jpg

Sejumlah kegiatan pun telah disiapkan dalam Festival Van der Wijck tahun 2022 ini. Seperti, Umbul Donga dan Selawat Pitutur pada Jumat (18/3/2022). Selanjutnya, sebelum acara pembukaan, telah dimulai pasar kuliner dan kerajinan warga Kapanewon Tempel, utamanya Dukuh Tangisan, Kalurahan Banyurejo. Kegiatan ini juga diikuti 100 pejalan kaki dari DIY dan sekitarnya. 

Selain itu, dalam Festival Van der Wijck ikut tampil Tirta Hanuraga dan Golek ayun-ayun Sidodadi-Cangkring, pertunjukan Seni Badui Sabilul Muslimin, Jathilan Sekar Naron, dan beberapa pagelaran tari seperti Sotya, Tumandang, Memetri, dan Among Tani. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES