Advertisement
Forum Guru

Indonesia Sangat Cocok untuk Umat Islam

Indonesia memang bukan negeri yang sempurna. Namun bagi umat Islam, Indonesia adalah negeri yang sangat cocok untuk menjalani kehidupan dengan penuh syukur.

TIMES Indonesia,
Indonesia Sangat Cocok untuk Umat Islam
Syaikhul Islam, Murbbi Thursina dan ketua kaderisasi Thursina IIBS Malang.
A-AA+

MALANG Belakangan ini, kehidupan di luar negeri sering digambarkan begitu ideal. Media sosial dipenuhi konten tentang negara-negara maju yang bersih, tertib, aman, dan memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Jepang menjadi salah satu negara yang paling sering dijadikan contoh. Banyak anak muda Indonesia bermimpi dapat bekerja, belajar, bahkan menetap di negeri sakura tersebut.

Saya tidak menafikan berbagai kelebihan yang dimiliki Jepang. Namun, pengalaman berdakwah ke Jepang sebanyak tiga kali dan ke Hong Kong satu kali justru memberikan sudut pandang yang berbeda. Semakin banyak saya berinteraksi dengan umat Islam yang tinggal di luar negeri, semakin saya menyadari bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat cocok untuk umat Islam.

Advertisement

Dalam beberapa kesempatan, saya mendapat amanah untuk berdakwah dan menjadi imam di berbagai masjid serta komunitas muslim Indonesia di Jepang dan Hong Kong. Di Jepang, saya berkesempatan berdakwah di Masjid Indonesia Tokyo, Masjid As-Sholihin Yokohama, Toyota Islamic Center Nagoya, dan Mushola Ar-Rahman Kanagawa.

Sementara di Hong Kong, saya berdakwah di Masjid KJRI Hong Kong, Masjid Kowloon Hong Kong, serta beberapa komunitas muslim Indonesia bersama Dompet Dhuafa Hong Kong di kawasan Tsim Sha Tsui, Tai Po, Yuen Long, dan Causeway Bay.

Pengalaman tersebut membuka mata saya tentang bagaimana kehidupan umat Islam di negara-negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Meskipun mereka dapat menjalankan agama dengan baik, tetap ada tantangan yang tidak sedikit dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi saat saya bertugas di Nagoya, Jepang. Di sana saya berbincang dengan seorang warga Indonesia yang telah bekerja di salah satu pabrik selama kurang lebih dua puluh tahun. Dengan pengalaman hidup yang panjang di Jepang, beliau menyampaikan pandangan yang menurut saya sangat menarik. “Kerja di Jepang itu tidak seindah yang dibayangkan banyak orang Indonesia.”

Kalimat tersebut tentu bukan berarti Jepang adalah negara yang buruk. Justru sebaliknya, Jepang adalah negara maju yang memiliki banyak keunggulan. Namun, menurut beliau, banyak orang hanya melihat sisi indahnya tanpa memahami tantangan yang harus dihadapi sehari-hari.

Advertisement

Beliau bercerita tentang biaya hidup yang tinggi, budaya kerja yang menuntut disiplin luar biasa, serta waktu yang terbatas untuk berkumpul bersama keluarga. Di samping itu, ada tantangan lain yang sangat dirasakan oleh seorang muslim, yaitu kemudahan menjalankan kehidupan beragama.

Di Indonesia, makanan halal dapat ditemukan hampir di mana-mana. Seorang muslim tidak perlu berpikir panjang ketika hendak makan di warung, rumah makan, atau restoran. Sebaliknya, di beberapa negara lain, termasuk Jepang, memperoleh makanan halal sering kali membutuhkan usaha lebih. Tidak semua daerah memiliki pilihan yang memadai, sehingga umat Islam harus lebih teliti dan berhati-hati.

Begitu pula dengan tempat ibadah. Di Indonesia, masjid berdiri hampir di setiap lingkungan. Azan berkumandang lima kali sehari. Kajian keislaman mudah ditemukan. Anak-anak dapat belajar agama dengan relatif mudah. Suasana keislaman menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Padahal, kemudahan tersebut merupakan nikmat yang luar biasa.

Indonesia saat ini dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan lebih dari 240 juta umat Islam, Indonesia memiliki ekosistem kehidupan muslim yang sangat kuat. Data Kementerian Agama juga menunjukkan bahwa terdapat ratusan ribu masjid dan mushala yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Infrastruktur keagamaan yang demikian luas menjadi salah satu faktor yang membuat umat Islam dapat menjalankan agamanya dengan nyaman.

Selain faktor ibadah, Indonesia juga memiliki keunggulan dari sisi alam dan iklim. Banyak orang mengagumi salju dan empat musim yang dimiliki Jepang. Memang, pemandangan tersebut terlihat indah dan menarik bagi wisatawan. Namun, bagi mereka yang harus menjalaninya setiap tahun, realitasnya tidak selalu mudah.

Musim dingin yang panjang menuntut biaya tambahan untuk pemanas ruangan, pakaian khusus, dan berbagai kebutuhan lainnya. Aktivitas sehari-hari juga menjadi lebih terbatas. Bahkan menurut warga Indonesia yang saya temui di Nagoya, musim yang benar-benar nyaman di Jepang hanya berlangsung beberapa bulan dalam setahun.

Sebaliknya, Indonesia dianugerahi iklim tropis yang relatif stabil sepanjang tahun. Masyarakat dapat bekerja, belajar, beribadah, dan bersosialisasi tanpa harus menghadapi suhu ekstrem. Kondisi ini sering dianggap biasa karena telah menjadi bagian dari keseharian kita, padahal tidak semua bangsa memperoleh nikmat yang sama.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kedekatan dengan keluarga. Banyak pekerja migran Indonesia harus menahan rindu kepada orang tua, pasangan, maupun anak-anak mereka demi mencari penghidupan yang lebih baik. Dalam Islam, keluarga memiliki posisi yang sangat penting. Kehangatan keluarga, silaturahmi, dan kebersamaan merupakan bagian dari nilai yang dijaga dan dianjurkan oleh agama.

Menjelang akhir percakapan kami di Nagoya, warga Indonesia tersebut menyampaikan kalimat yang hingga kini masih saya ingat. “Kalau di Indonesia sudah punya pekerjaan yang baik, lebih baik di Indonesia saja.”

Kalimat itu tidak lahir dari rasa kecewa terhadap Jepang. Justru diucapkan oleh seseorang yang telah merasakan kehidupan di sana selama dua dekade. Ia memahami kelebihan Jepang, tetapi juga mengetahui berbagai tantangan yang sering tidak terlihat oleh mereka yang hanya melihat dari kejauhan.

Tentu tulisan ini bukan untuk membandingkan negara secara berlebihan. Setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jepang memiliki banyak hal yang layak dipelajari, mulai dari kedisiplinan, kebersihan, etos kerja, hingga kemajuan teknologi. Namun pengalaman berdakwah di Jepang dan Hong Kong mengajarkan kepada saya bahwa kenyamanan hidup tidak hanya diukur dari pendapatan atau kemajuan material semata.

Bagi seorang muslim, kemudahan menjalankan agama merupakan nikmat yang sangat besar. Ketika masjid mudah ditemukan, makanan halal tersedia, lingkungan sosial mendukung pelaksanaan ajaran Islam, keluarga berada dekat, dan kehidupan beragama dapat dijalankan dengan nyaman, maka sesungguhnya kita sedang menikmati karunia yang luar biasa.

Karena itu, setelah beberapa kali berdakwah di Jepang dan Hong Kong, saya semakin bersyukur menjadi bagian dari Indonesia. Di tengah berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki, negeri ini tetap menjadi salah satu tempat terbaik bagi umat Islam untuk hidup, beribadah, membangun keluarga, dan memberikan manfaat bagi sesama.

***

*) Oleh : Syaikhul Islam, Murbbi Thursina dan ketua kaderisasi Thursina IIBS Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia  untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. 

*) Sertakan nama penulis, profesi beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke https://kopi.times.co.id/

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia