Forum Mahasiswa

Bisa Mengubah dan Sulit Merubah

Jumat, 07 Juni 2024 - 18:24 | 13.94k
Ayu Apriliyani, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Universitas KH Mukhtar Syafaat, Blokagung, Banyuwangi
Ayu Apriliyani, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Universitas KH Mukhtar Syafaat, Blokagung, Banyuwangi

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita mendengar frasa bisa mengubah yang menunjukkan kemampuan seseorang atau sesuatu untuk melakukan perubahan. Namun, ada kalanya kita mendengar frasa yang salah kaprah seperti sulit merubah. Di sini, saya ingin membahas bagaimana frasa ini bisa dipahami dalam permainan kata dengan menggunakan hewan rubah.

Secara linguistik, kata mengubah berasal dari kata dasar ubah yang berarti membuat sesuatu menjadi berbeda dari keadaan sebelumnya. Kata ini benar dan baku dalam Bahasa Indonesia. Sebaliknya, merubah sering disalahgunakan padahal kata tersebut tidak baku dan tidak sesuai kaidah bahasa yang benar. Menariknya, merubah jika diartikan secara harfiah akan berarti menjadi rubah, hewan cerdik yang sering muncul dalam cerita-cerita rakyat.

Mari kita coba bermain dengan frasa ini: Bisa mengubah: Frasa ini mengindikasikan kemampuan atau potensi untuk membuat perubahan. Misalnya, Dengan kerja keras, kita bisa mengubah masa depan.

Sulit merubah: Jika kita berpikir secara harfiah dan menganggap merubah sebagai menjadi rubah, maka frasa ini bisa kita artikan sebagai sesuatu yang sulit menjadi rubah. Misalnya, Bagi seekor anjing, sulit merubah dirinya menjadi rubah.

Permainan kata ini menunjukkan betapa pentingnya penggunaan bahasa yang tepat. Bisa mengubah adalah ungkapan yang benar dan mencerminkan kemampuan untuk melakukan perubahan. Sementara itu, sulit merubah meskipun salah kaprah, bisa dipahami sebagai permainan kata yang menggambarkan kesulitan bertransformasi menjadi rubah. Hal ini menegaskan pentingnya pemahaman bahasa dan konteks dalam komunikasi.

Secara lebih luas, permainan kata ini juga mengingatkan kita bahwa perubahan, baik itu dalam diri kita atau lingkungan sekitar, memerlukan upaya yang signifikan. Sama seperti sulitnya seekor anjing berubah menjadi rubah, mengubah kebiasaan atau sistem yang sudah lama ada sering kali memerlukan usaha dan waktu yang tidak sedikit.


Menerima dan Menghadapi Perubahan

Menerima perubahan adalah langkah pertama yang penting. Banyak orang merasa nyaman dengan status quo, dan perubahan sering kali menimbulkan rasa takut atau ketidaknyamanan. Namun, perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Untuk benar-benar bisa mengubah sesuatu, kita perlu memiliki sikap yang terbuka dan siap untuk menghadapi tantangan yang muncul. 

Contoh nyata bisa kita lihat dalam dunia teknologi. Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi telah mengubah cara kita bekerja, berkomunikasi, dan hidup. Orang dan organisasi yang dapat menerima dan beradaptasi dengan perubahan ini cenderung lebih sukses dibandingkan mereka yang menolak perubahan. Ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk mengubah diri dan adaptasi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di era modern.

Dalam konteks organisasi, perubahan sering kali datang dalam bentuk inovasi, restrukturisasi, atau pembaruan kebijakan. Pemimpin yang efektif harus mampu mengidentifikasi kebutuhan untuk perubahan dan mengomunikasikannya dengan jelas kepada tim mereka. Tantangan terbesar sering kali datang dari resistensi internal. Anggota tim yang telah terbiasa dengan cara kerja tertentu mungkin merasa sulit untuk mengubah kebiasaan mereka.

Untuk mengatasi resistensi ini, pemimpin harus mengembangkan strategi yang melibatkan partisipasi aktif dari semua anggota tim. Ini bisa termasuk pelatihan, dukungan, dan insentif untuk mendorong perubahan positif. Selain itu, transparansi dan komunikasi yang terbuka sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan bahwa semua orang memahami tujuan dan manfaat dari perubahan tersebut.

Pada level individu, perubahan sering kali berkaitan dengan pengembangan pribadi dan pencapaian tujuan. Misalnya, seseorang yang ingin mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat perlu membuat keputusan yang berkelanjutan dan konsisten, seperti mengadopsi pola makan yang lebih baik dan rutin berolahraga. Ini tidak hanya membutuhkan komitmen tetapi juga kesabaran dan tekad untuk tetap berpegang pada perubahan tersebut, meskipun tantangan dan godaan untuk kembali ke kebiasaan lama terus muncul.

Pada akhirnya, permainan kata antara "bisa mengubah" dan "sulit merubah" menawarkan wawasan yang mendalam tentang dinamika perubahan. Mengubah sesuatu tidak pernah mudah, baik itu kebiasaan pribadi, struktur organisasi, atau elemen sosial. Namun, dengan pemahaman yang tepat, sikap terbuka, dan strategi yang efektif, perubahan bisa menjadi kekuatan positif yang mendorong pertumbuhan dan kemajuan.

Bahasa, sebagai alat komunikasi yang penting, memainkan peran krusial dalam proses ini. Penggunaan bahasa yang tepat tidak hanya memastikan kejelasan pesan tetapi juga mencerminkan kesiapan dan kemampuan kita untuk menghadapi dan memimpin perubahan. Seperti halnya seekor anjing yang mungkin sulit berubah menjadi rubah, kita harus siap untuk menghadapi tantangan dan bekerja keras untuk mengubah diri kita dan dunia di sekitar kita menuju arah yang lebih baik.

Oleh karena itu, mari kita gunakan bahasa dengan tepat: bisa mengubah untuk mengekspresikan potensi perubahan, dan tinggalkan merubah yang tidak baku, kecuali kita sedang berbicara tentang hewan cerdik yang satu itu, rubah.

***

*) Oleh : Ayu Apriliyani, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Universitas KH Mukhtar Syafaat, Blokagung, Banyuwangi.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES