Advertisement
Forum Mahasiswa

Digitalisasi Pendidikan Indonesia yang Tidak Merata

Kemajuan digitalisasi pendidikan tidak diukur dari seberapa canggih perangkat yang didistribusikan, melainkan dari seberapa tepat teknologi itu menjawab persoalan nyata di lapangan.

TIMES Indonesia,
Digitalisasi Pendidikan Indonesia yang Tidak Merata
Ilustrasi ketimpangan digitalisasi pendidikan antara sekolah di perkotaan dan desa terpencil di Indonesia. (Sumber: Gemini Ai)
A-AA+

Jakarta Selatan Digitalisasi pendidikan Indonesia menyimpan ironi yang menyakitkan. Di satu sisi, pemerintah tengah gencar mendistribusikan ribuan perangkat pembelajaran digital ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru negeri.

Di sisi lain, daerah 3T tertinggal, terdepan, terluar masih bergulat dengan kekurangan guru yang jumlahnya mencapai puluhan ribu dan sinyal internet yang kerap tidak bisa diandalkan. Teknologi itu datang, tapi pondasinya belum siap menyambut.

Advertisement

Data BPS dalam Statistik Pendidikan 2025 mengungkap ketimpangan yang sangat mencolok. Penduduk di wilayah pedesaan rata-rata hanya mengenyam pendidikan sekitar tujuh tahun jauh di bawah penduduk perkotaan yang bisa melewati sepuluh tahun masa sekolah. Ini berarti, sebelum kita bicara soal kecerdasan buatan di ruang kelas, sebagian besar anak-anak di pelosok negeri bahkan belum bisa menikmati pendidikan dasar yang tuntas dan layak.

Di sisi lain, program distribusi perangkat digital yang diatur melalui regulasi pemerintah tahun 2025 memang menunjukkan niat yang serius untuk merevolusi cara belajar di Indonesia. Namun niat baik saja tidak cukup.

Selama ketersediaan guru masih sangat kurang di wilayah 3T dan jaringan internet belum menjangkau daerah terpencil secara merata, perangkat-perangkat canggih itu berisiko hanya menjadi pajangan di sudut ruang kelas.

Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, saya melihat bahwa akar masalahnya bukan sekadar distribusi perangkat melainkan bagaimana merancang sistem teknologi yang benar-benar adaptif terhadap kondisi keterbatasan di lapangan. Ada beberapa pendekatan konkret yang bisa mulai dipertimbangkan:

Offline-first Learning Platform Platform pembelajaran yang dirancang untuk tetap berfungsi penuh tanpa koneksi internet, lalu secara otomatis menyinkronkan data begitu sinyal tersedia. Model ini sudah berhasil diterapkan di berbagai negara berkembang dan sangat relevan untuk kondisi 3T.

Advertisement

Mini Server Konten Lokal Menyimpan seluruh materi pembelajaran di server kecil yang bisa diakses melalui jaringan WiFi lokal tanpa memerlukan koneksi internet sama sekali. Biayanya jauh lebih terjangkau dibanding membangun infrastruktur jaringan dari nol di daerah terpencil.

Sistem Pemetaan Guru Berbasis Data Analitik Memanfaatkan teknologi pengolahan data untuk memetakan kebutuhan guru secara akurat dan mutakhir di setiap wilayah. Dengan cara ini, penempatan guru tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan administratif, melainkan berdasarkan data nyata yang bisa diperbarui secara berkala.

Kemajuan digitalisasi pendidikan tidak diukur dari seberapa canggih perangkat yang didistribusikan, melainkan dari seberapa tepat teknologi itu menjawab persoalan nyata di lapangan. Selama solusi yang ditawarkan tidak dirancang sesuai kondisi aktual daerah 3T, kesenjangan ini tidak akan pernah benar-benar tertutup. Indonesia tidak membutuhkan teknologi yang sekadar impresif Indonesia membutuhkan teknologi yang inklusif.

***

*) Oleh : Melany Putri - Mahasiswa Sistem Informasi, Universitas pamulang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia  untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. 

*) Sertakan nama penulis, profesi beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke https://kopi.times.co.id/

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia