Resensi

Ditulis oleh Jenderal Polisi, Buku 'Wajah Baru Terorisme' Menarik Dibaca

Minggu, 06 November 2022 - 08:26 | 39.38k
Ditulis oleh Jenderal Polisi, Buku 'Wajah Baru Terorisme' Menarik Dibaca
Buku berjudul Wajah Baru Terorisme, karya Hamidin Aji Amin. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Buku yang ditulis oleh Hamidin Aji Amin berjudul 'Wajah Baru Terorisme' menarik untuk dibaca oleh masyarakat. Khususnya yang ingin mendalami soal topik yang masih menjadi permalasahan di Indonesia tersebut. 

Terlebih, ia adalah perwira tinggi kepolisian berpangkat Irjen Pol atau Inspektur Jenderal Polisi dan juga sebagai Kepala Unit Negosiasi, pelaksana tugas Kepala Det Investigasi, dan Kepala Sub-det Penindak pada Densus 88.

Dalam bukunya setebal 252 halaman tersebut ia mengatakan, mempelajari tentang terorisme tentu akan menjadi lebih menarik apabila ikut terlibat secara emosional dan ambil bagian dalam proses penanganannya.

"Khususnya pada perspektif pendekatan lunak nonpro justitia," katanya dalam kata pengantarnya di buku tersebut, dikutip TIMES Indonesia, Minggu (6/11/2022).

Menurutnya, mendengar sebuah kuliah atau ceramah tentang terorisme akan berbeda dengan mendengarkan langsung dari orang-orang yang pernah menjadi pelaku terorisme. 

"Proses komunikasi dan dialog dengan pelaku, apalagi dengan pelaku yang kooperatif, akan memberikan pemahaman utuh tentang lika-liku perjalanan terorisme," jelasnya.

Namun sebaliknya, apabila terjadi penolakan dalam berdialog, kegigihan akan menjadi kata kunci. "Itulah yang penulis alami dan lakukan selama bertahun-tahun," katanya. 

Ia mengaku, dirinya banyak berinteraksi dengan mantan pelaku dan orang-orang yang terlibat langsung dengan radikalisme di Indonesia serta beberapa negara lain yang sedang menangani orang-orang Indonesia yang terlibat radikalisme terorisme di negaranya. 

Ia mengaku, setidaknya hampir seluruh lembaga permasyarakatan (lapas) di tanah air yang di dalamnya ada tahanan teroris pernah didatanginya. "Begitu pula mereka yang telah kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman pidana," katanya.

Ia menyampaikan, belajar dari pengalaman selama berinteraksi dengan napi dan mantan napi terorisme, didukung pengalamannya selama menjadi Kepala Unit dan Kepala Sub-Detasemen Penindakan di Densus 88 Anti-Teror Polri, serta menjadi Direktur Pencegahan di Badan Nasional Penang gulangan Terorisme (BNPT), ia lalu membulatkan hati untuk menulis buku dengan judul 'Wajah Baru Terorisme' tersebut.

"Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang dihimpun dari catatan catatan penulis. Waktu yang paling banyak digunakan untuk menyelesaikan buku ini adalah saat penulis menduduki jabatan sebagai Deputi Kerjasama Internasional BNPT. Dalam perjalanan menuju dan pulang dari negara-negara Afrika, Eropa, Amerika, Asia, salah satunya Tiongkok, dan berbagai negara lain. Penulis menggunakan waktu di atas pesawat untuk menyelesaikan satu per satu tulisan ini. Buku ini dibuat berbekal kedekatan dengan narapidana dan mantan narapidana, serta pengalaman menjadi narasumber di berbagai pertemuan tingkat internasional," jelasnya.

Kata dia, buku bersampul merah hitam ini merupakan kumpulan tulisan informatif dan edukatif, yang juga merupakan pengalaman empiris, yang ia kumpulkan dari Pusat Media Damai BNPT dan dibagikan di kolom opini media cetak selama bertugas di kewilayahan.

Secara umum, kata dia, buku ini banyak menceritakan bagaimana proses radikalisasi terjadi dalam lingkup lokal, regional, dan global. Proses-proses identifikasi, indoktrinasi, dan jihadisasi yang terjadi melalui proses interaksi dalam pertalian keluarga, ketokohan, patron guru dan murid, serta proses pertemanan, banyak juga disinggung. Begitu pula dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang faktanya telah turut mengambil peran dalam proses radikalisasi maya dan juga menjadi lahan subur penyebaran hoaks.

Ia menjelaskan, polarisasi dan penyebaran radikalisme telah menjadi fakta yang tidak terbantahkan. Penggunaan cryptocurrency yang memiliki potensi dan pernah digunakan di Indonesia juga dikupas dalam buku ini. 

"Untuk menambah wawasan tentang gerakan terorisme nasional, regional, dan global, penulis juga membahas organisasi terorisme masa lalu dan terorisme global kekinian, termasuk tentang tokoh-tokoh luar negeri dan tokoh sentral lokal," jelasnya.

Sekilas Tentang Hamidin Aji Amin

Ia adalah adalah perwira tinggi kepolisian berpangkat Irjen Pol (Inspektur Jenderal Polisi), yang dilahirkan di Muara Siban, Pagaralam, Sumatera Selatan pada 17 Oktober 1962. Hamidin adalah alumnus SMA Xaverius 1 Palembang angkatan 1982 dan alumnus Akpol 1987.

Dalam perjalanan kariernya, Hamidin pernah menjabat Kapolres Bantaeng Sulsel, Kapolres Luwu Utara, Kapolres Gowa, Kapolres Metro Kota Tangerang, dan Kapolres Jakarta Pusat.

Hamidin adalah praktisi penanganan bidang terorisme yang terlibat langsung baik sebagai Kepala Unit Negosiasi, pelaksana tugas Kepala Det Investigasi, dan Kepala Sub-det Penindak pada Densus 88.

Di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Hamidin pernah menjabat Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT.

Hamidin pernah mengikuti berbagai pendidikan teknis keahlian seperti FBI: Crime scene processing and collection of CS evidence, Crisis management on hostage negotiation, CIA Counter terrorism and intelligence analysis, Gray Psi. Procurement services International for communication, AFP Advance CT Investigation Program, CRANFI ELD Univercity UK-The resilience center British Of TTE, ABDC AFP Training for ASEAN Bomb Data Center, NTOA Wisconsin US National Tactical officer Association Annual Conference and Course, TTPOA Austin Amarillo Texas Tactical Police Officer Association Con ference and Course, NPA International Terrorism Investigation, serta Ministère de l'intérieur Stratégie Internationale de lutte contre le terro risme et tehnicque.

Demikian sekilas tentang Hamidin Aji Amin, penulis buku berjudul 'Wajah Baru Terorisme'. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES