Advertisement
Kopi TIMES

Abunawas dan Kolor Ijo

Alkisah ada sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh Raja Harun Al Rasyid, beliau mempunyai wilayah-wilayah kecil yang masing-masing dipimpin oleh Senopati.

TIMES Indonesia,
Abunawas dan Kolor Ijo
Ilustrasi. (Foto :Google Images)
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

TIMESINDONESIA Alkisah ada sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh Raja Harun Al Rasyid, beliau mempunyai wilayah-wilayah kecil yang masing-masing dipimpin oleh Senopati. Ada seorang Senopatinya bernama  Kolor Ijo yang memliki kekayaan berlimpah, tetapi dia tidak disukai oleh beberapa Senopati, karena sifatnya yang tidak pernah memperhatikan dan selalu kejam terhadap rakyatnya. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk bermain catur, sudah menjadi rutinitas.

Senopati Kolor Ijo sangat membanggakan keahliannya dalam bermain catur bahkan tidak ada satu orangpun yang bisa mengalahkan, sampai dia bosan karena tidak mendapatkan lawan yg seimbang. Karena sangat kecanduan bermain catur, Ia membuat sayembara bahwa siapa saja yang bisa mengalahkan dia akan diberikan hadiah apapun yang diminta. Tanpa sepengatahuannya, beberapa Senopati menghadap ke Raja Harun Al Rasyid atas adanya sayembara tersebut.

Advertisement

Kemudian Raja mengutus Abunawas untuk mengikuti sayembara tersebut. Singkat cerita, akhirnya Senopati Kolor Ijo dan Abunawas bermain catur, dan diluar dugaan ternyata Kolor Ijo mengalami kekalahan.

Oleh karena itu Kolor Ijo ingin segera memberi hadiah kepada Abunawas. Selanjutnya, permintaan Abunawas hanya meminta kepada Kolor Ijo untuk memberikan 1 karung beras dikotak ke-1 yang ada di papan catur, kemudian 2 karung beras ke kotak ke-2, 4 karung beras pada kotak ke-3, 8 karung beras pada kotak ke-4 dan seterusnya sampai pada kotak ke- 64.

Senopati Kolor Ijo hanya tertawa terbahak-bahak dan tak henti-hentinya mengomentari permintaan Abunawas yang hanya meminta karungan beras. Kemudian dia memerintahkan para pembantunya untuk menghitung berapa karung beras yang harus diberikan kepada Abunawas.

Para pembantunya langsung menjalankan tugasnya. Kemudian mereka sangat terkejut dengan permintaan karung beras dari Abunawas dan segera melaporkan kepada Kolor Ijo, selang beberapa saat kemudian Kolor Ijo pingsan seketika ! Karena  dalam waktu singkat stok beras yang dipunyai Kolor Ijo akan habis.

Coba Anda ambil secarik kertas dan hitunglah permintaan dari Abunawas.

Advertisement

Disitulah Kekuatan Bisnis Network Marketing Glutera.

Bagaimana dengan Anda ?

 

Oleh : Andri Ariestianto

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAndri Ariestianto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia