Berkurban, Bentuk Syukur Atas Rejeki Allah
Berkurban, sungguh kata saat ini menjadi yang paling banyak dibicarakan. Semua orang dari yg kecil sampai dengan yang tua, bahkan yg sudah rentapun tidak ada yang tidak mengenalnya.

Ruang Menulis untuk Indonesia
Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.
JAKARTA – Berkurban, sungguh kata saat ini menjadi yang paling banyak dibicarakan. Semua orang dari yg kecil sampai dengan yang tua, bahkan yg sudah rentapun tidak ada yang tidak mengenalnya.
Pendek kata, kalau dalam dunia maya dan dunia media sosial, sudah menjadi tranding topic dunia. Makin dekat dengan Iedul adha, makin sering pula dibicarakan, baik di kampung, kos kosan, rumah tangga, sampai di hampir seluruh masjid dan Mushola. Gerakan berkurbanpun kemudian menggema di seluruh pelosok dunia.
Namun demikian, apakah berkurban hanya dimaknai saat Iedul adha saja. Secara sederhana sepertinya demikian. Berkurban identik diartikan sebagai penyerahan seekor kambing yang memenuhi syarat untuk satu orang dan seekor sapi untuk tujuh orang, yang disembelih saat Iedul adha dan hari tasyrik.
Berkurban dalam arti luas berarti memberikan apa saja kepada orang lain, bisa harta benda, dan atau yang lainnya. Memberikan senyumpun bisa menjadi bagian dari berkurban perasaan. Bahkan senyum itu merupakan bagian dari nilai dalam kesabaran.
Orang bijak berkata : bahwa orang sabar itu "nek onok wong ngemut barang pahit ora kathek mrecing". Sayyidina Ali bin Abi Tholib menggambarkan orang sabar itu adalah orang yang bisa membuat orang lain senang, meskipun dirinya sendiri sebetulnya tidak merasa nyaman.
Dengan demikian dalam arti umum, semua orang pada hakekatnya bisa berkurban sebagaimana yang dimiliki. Berikan senyuman kalau itu yang bisa diberikan untuk menyenangkan orang lain. Bersedekah juga merupakan bagian dari berkurban sebagian harta yang dimiliki untuk mereka yang membutuhkan untuk mengurangi kesenjangan.
Dan kesenjangan berkurang, maka kriminalitaspun dapat dikurangi secara signifikan. Lihatlah kehidupan di Indonesia dulu yang aman tenteram. Rumah rumah tidak dikuncipun, tidak ada pencuri yang mengutak atik, apalagi mengobok obok. Kuncinya adalah saling berkurban diantara mereka.
Yang punya sawah, kalau pas panen padi tidak akan pernah diambil bersih untuk memberikan kesempatan yang tidak punya merasakan panen (ngasak). Begitu juga petambak, kalau panen tidak akan diambil semua, untuk diberikan kepada masyarakat yang tidak punya tambak dan sudah bergerombol di empang.
Begitu juga peternak ayam, saat panen juga berbagi kepada tetangga, karena mereka telah berkorban atas polusi lingkungan yang terjadi. Model ini telah menciptakan lingkungan yang aman dan tenteram serta nyaman.
Kalau sudah demikian, tidak perlu berkecil hati bagi yang belum bisa beli kambing ataupun sapi. Berkurbanlah dengan apa yang kita punya. Jangan ngoyo, apalagi ngoyo woro.
Terima apa yang ada, dan perbanyaklah syukur kepada Allah swt. Firman Allah swt : Barang siapa yang mau bersyukur, maka Allah swt akan menambah rizqinya. Dan barang siapa yang kufur nikmat, maka adzab Allah swt sangat pedih.
Namun demikian jangan kemudian yang mampu juga hanya berkurban dengan senyum. Ingatlah rizqi yang kita punya, anak yang kita miliki adalah karunia Allah swt, yang merupakan amanat untuk kemudian diberikan kepada yang berhak. Oleh karena itu, bagi yang punya rizqi cukup, bersegeralah pergi ke pasar dan beli seekor kambing atau sapi.
Segera pula serahkan kepada panitia qurban untuk kemudian disembelih dan dibagikan kepada yang berhak. Selamat Berbagi sahabatku semua. Wallahu a'lam bisshowab.(*)
* Penulis Gus Noor Shodiq Askandar, Wakil Rektor II Universitas Islam Malang
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


