Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Pemikiran Ismail Roji’ Al-Faruqi

Rabu, 26 Februari 2020 - 13:23 | 221.84k
Kukuh Santoso, M.PdI, Dosen Fakultas Agama Islam Unisma Malang.
Kukuh Santoso, M.PdI, Dosen Fakultas Agama Islam Unisma Malang.
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Islamisasi pengetahuan sebenarnya adalah sebuah gagasan upaya untuk menetralisir pengaruh sains Barat modern sekaligus menjadikan Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan yang juga sebagai upaya membersihkan pemikiran-pemikiran Muslim dari pengaruh negatif kaidah-kaidah berpikir ala sains modern, sehingga pemikiran Muslim benar-benar steril dari konsep sekuler. Banyak pemahaman ilmu pengetahuan yang terlanjur dapat digeser dan diganti dengan pemahaman-pemahaman yang mengacu pada pesan-pesan Islam, manakala “Proyek Islamisasi Pengetahuan” benar-benar digarap secara serius dan maksimal, sebagai tindak lanjut para pemikir Muslim harus berupaya keras merumuskan islamisasi pengetahuan secara teoritis dan konseptual yang didasarkan argumen rasional dan wahyu Tuhan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Advertisement

Keprihatinan Faruqi terhadap kondisi umat Islam yang tenggelam dalam adopsi sistem pendidikan barat, maka menurutnya, tidak ada cara lain untuk membangkitkan Islam dan menolong nestapa dunia, kecuali dengan mengkaji kembali kultur keilmuan Islam masa lalu, masa kini dan keilmuan barat, untuk kemudian mengolahnya menjadi keilmuan yang rahmatan li al ‘alamin, melalui apa yang disebut “islamisasi ilmu” yang kemudian disosialisasikan lewat sistem pendidikan Islam yang integral.

Islamisasi merupakan sebuah karakter dan identitas Islam sebagai pandangan hidup (worldview) yang di dalamnya terdapat pandangan integral terhadap konsep ilmu (epistemology) dan konsep Tuhan (theology).

Fungsi utama gagasan islamisasi itu adalah untuk memperbaiki serta membina kembali disiplin kemanusian, sain sosial, dan sains alam dengan suntikan dasar baru yang konsisten dengan islam. Dapat dipahami bahwa islamisasi bukan sekedar konsep teoritis namun juga praktis.

Dalam prosesnya, islamisasi ilmu pengetahuan memiliki 4 kepentingan yang saling berkaitan,yaitu kepentingan aqidah, kemanusian, peradaban dan ilmiah. Islamisasi ilmu merujuk kepada proses membina suatu metodologi untuk berurusan dengan ilmu dan sumbernya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan islamisasi Ilmu Pengetahuan perlu kirannya memperhatikan pendapat para pakar agar batasan pembahasan ini lebih jelas arahnya.  Mengutip ummi dalam islamisasi sains perpektif universitas islam negeri, ada berbagai pendapat atau versi tentang pemahaman Islamisasi Ilmu Pengetahuan yaitu:

1. Versi pertama beranggapan bahwa Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan sekedar memberikan ayat-ayat yang sesuai dengan ilmu pengetahuan umum yang ada (ayatisasi).

2. Kedua, mengatakan bahwa Islamisasi dilakukan dengan cara mengislamkan orangnya.

3. Ketiga, Islamisasi yang berdasarkan filsafat Islam yang juga diterapkan dengan mempelajari dasar metodologinya.

4. Keempat, memahami Islamisasi sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang beretika atau beradab. Dengan berbagai pandangan dan pemaknaan yang muncul secara beragam ini perlu kiranya untuk diungkap dan agar lebih dipahami apa yang dimaksud “Islamisasi Ilmu Pengetahuan”.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Kukuh Santoso, M.PdI, Dosen Fakultas Agama Islam Unisma Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES