Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Ekonomi Kreatif Base On Digital Marketing

Kamis, 27 Februari 2020 - 09:40 | 186.29k
Jeni Susyanti, Dosen FEB UNISMA, Kepala Pusat P2KIB Universitas Islam Malang (Unisma).
Jeni Susyanti, Dosen FEB UNISMA, Kepala Pusat P2KIB Universitas Islam Malang (Unisma).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagai blending antara kreativitas, inovasi, budaya, ilmu ekonomi, informasi dan teknologi untuk menciptakan produk sebagai kekayaan intelektual. Berbicara tentang ekonomi kreatif di Indonesia, tentu tidak lepas dari target pemerintah Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN pada 2020, dengan perkiraan nilai e-commerce mencapai 130 juta US Dollar pada tahun 2020.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Advertisement

Jika melihat pada belum meratanya infrastruktur teknologi digital dalam kaitannya jaringan internet di seluruh Indonesia, maka target pemerintah akan tampak mustahil. Namun ketika kita melihat data dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) serta 'We Are Social' yang menyebutkan bahwa pengguna internet Indonesia berada di kisaran 52% dan sebagian besar diantaranya mengakses internet secara mobile selama 4 jam per hari. Lebih jauh, saat ini terdapat 370 juta kartu SIM aktif di Indonesia, jauh lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia yang sudah hampir mencapai 270 juta jiwa. Maka, bukan tidak mungkin jika Indonesia di tahun 2020 akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN.

Teknologi digital telah menjadi penyokong utama penguatan ekonomi kreatif dalam era revolusi industri 4.0. Sayangnya, pelaku ekonomi kreatif justru kurang perhatian atau bahkan gagap dalam perkembangan teknologi digital ini, sehingga laju pertumbuhan dan percepatan bisnis yang sedang dibangun menjadi terhambat.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Menurut laporan McKinsey, proses digitalisasi dapat meningkatkan perekonomian Indonesia hingga 10 persen terhadap PDB dan membuka 3,7 juta lapangan pekerjaan baru sebelum tahun 2025. Data yang didapat dari CEIC Data Co. Ltd; McKinsey and Company (2016) and Statista, Indonesia’s Digital Landscape yang semakin meningkat dengan adanya beberapa penggunaan big data pada tahun 2014-2015 mengalami kenaikan sebesar 60 persen, penggunaan mobile internet bertambah sebanyak 13 juta pengguna pada rentan waktu 2015-2017. Transaksi digital pun tumbuh dengan cepat, seperti E-commerce pada tahun 2016-2017 bertumbuh menjadi 22 persen.

Restog K. Kusuma (2016) sebagai Direktur Akses Perbankan Badan Ekonomi Kreatif, mengatakan selain memiliki pengetahuan akses permodalan serta pengaturan keuangan, para pelaku industri kreatif juga perlu pembinaan dalam pemasaran digital (Digital Marketing). Banyak pelaku bisnis UKM belum mengenal bisnis online, bagaimana menjual produk secara online sehingga mereka tidak hanya melakukan pemasaran secara konvensional saja, namun juga bisa langsung memperluas jaringan dengan online.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Panduan pengembangan dan scale up bagi pelaku ekonomi kreatif yang belum tersentuh oleh teknologi digital diperlukan agar pelaku ekonomi kreatif mampu untuk tetap bersaing, bertumbuh, dan tentunya memiliki percepatan yang cukup efektif. Bagaimana membangun bisnis termasuk bisnis di bidang ekonomi kreatif, diantaranya dengan menggunakan pendekatan strategi Digital Marketing.

Jika pelaku ekonomi kreatif ingin terus berkembang baik itu dalam bentuk produksi dan juga income, salah satu strategi yang mutakhir untuk digunakan adalah strategi digital marketing. Take your action, please visit www.bizzunisma.com.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Jeni Susyanti, Dosen FEB UNISMA, Kepala Pusat P2KIB Universitas Islam Malang (Unisma).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES