Virus Corona Membawa Dampak Sosial dan Ekonomi
Virus Corona yang mewabah menimbulkan berbagai masalah yang cukup rumit dan menjadi momok yang menakutkan, mengapa tidak? Virus Corona tidak pandang bulu.

Ruang Menulis untuk Indonesia
Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.
JAKARTA – VIRUS Corona yang mewabah menimbulkan berbagai masalah yang cukup rumit dan menjadi momok yang menakutkan, mengapa tidak? Virus Corona tidak pandang bulu.
Virus yang di kenal dengan COVID-19 ini benar-benar mengguncang dunia, virus mematikan ini tidak pandang bulu, tak hanya mengancam jiwa manusia namun juga mengancam mental, perekonomian bahkan yang lebih parah lagi menjadi teror sosial yang sangat memprihatikan, semua orang membatasi diri agar tidak tertular.
Merebaknya Virus Corona tidak hanya berdampak pada kesehatan, virus Corona juga membawa dampak di sektor pariwisata, di berbagai daerah di tanah air yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan asing maupun domestik, mengalami penurunan yang cukup drastis hingga 40 persen.
Pemerintah Indonesia benar-benar disibukkan oleh Virus Corona, semua panik, semua mencari cara agar terhindar dari virus mematikan, saking paniknya para ahli terkesan berlomba-lomba membuat formula obat penangkal virus Corona.
Kepanikan ini memunculkan berbagai masalah baru, seperti melonjaknya harga masker hingga oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan cara menimbun stok masker dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih.
Baru-baru ini seorang peneliti dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof Dr Chairul Anwar Nidom yang juga seorang Guru Besar, menemukan penangkal Virus Corona dari bahan Curcuma. Menurutnya, ada dua cara untuk mencegah penyebaran virus corona. Yakni dengan mengendalikan efek dari infeksi virus corona kemudian yang kedua membasmi virusnya.
Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan efek dari infeksi adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk itu, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang akan semakin baik.
Nidom juga menjelaskan mengendalikan infeksi virus tidaklah sulit, apalagi setelah ia menemukan soal khasiat empon-empon untuk menangkal penyebaran virus corona.
"Masyarakat Indonesia sudah terbiasa mengonsumsi empon-empon atau jamu dalam makanan sehari-hari. Nah empon-empon ini mengandung curcumin yang sangat baik untuk mencegah infeksi virus Corona, dengan demikian Curcumin yang ada di dalam empon-empon, akan menghentikan produksi sitokin akibat infeksi virus.
"Sebenarnya yang menyebabkan kematian itu bukan virusnya. Tapi virus itu memicu produksi sitokin yang kemudian merusak jaringan sel lain secara terus menerus atau biasa disebut badai sitoki."
Konsumsi empon-empon yang mengandung curcumin akan berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. "Meskipun ada virus, penderita tetap aman karena produksi sitokin virus itu terhenti."
Cara kedua untuk mencegah penyebaran virus menurut Nidom dapat dilakukan dengan membasmi potensi virus yang ada, terutama di tempat umum.
"Untuk membasmi virus, dapat dilakukan dengan semprotan di tempat-tempat umum seperti bandara atau tempat umum lainnya. Caranya dengan memberikan semprot alkohol atau sabun."
Dari hasil penelitian tersebut, maka berdampak pada melonjaknya harga empon-empon di pasaran, terutama harga jahe dan kunyit yang mengalami kenaikan yang terkesan di luar jangkauan konsumen.
Harga jahe dan kunyit yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram, sekarang melonjak hingga Rp 60.000 bahkan ada yang sampai Rp 90.000 per kilogramnya.
Selain jahe dan kunyit yang mengalami lonjakan harga, masker juga tidak luput dari kenaikan harga, sehingga berdampak pada bermainnya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Penimbunan jutaan masker yang berujung tindak kriminal.
Peran Pemerintah dan semua pihak dalam penanganan wabah virus Corona sangat diperlukan, tidak hanya solusi tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman. Dampak nyata dari wabah virus Corona yang saat ini terjadi adalah di sektor ekonomi, karena hampir di semua sektor perekonomian merasakan dampaknya.
Selain sektor ekonomi, dampak sosial juga tergambar pada aktivitas sosial media di seluruh dunia, himbauan untuk menjaga kesehatan di sampaikan lewat akun sosial. Virus Corona membawa dampak yang sangat luar biasa, bila di bandingkan wabah flu burung dan lainnya, semua orang merasakan kepanikan yang sangat luar biasa.
Namun ada hal yang paling penting daripada panik yakni waspada. Kepanikan justru akan menambah masalah, karena di situlah letak ketidaktenangan kita dalam menghadapi bahaya virus Corona, namun jika kita tetap menjaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya virus Corona, maka kita akan menemukan solusinya, apa yang harus kita lakukan, sehingga dampaknya tidak akan terlalu menakutkan.
Jangan terlalu percaya dengan pemberitaan yang tidak jelas sumbernya, yang mana kita terlalu sering terjebak dan percaya begitu saja oleh berita yang didapat di media sosial.
***
*) Penulis adalah Ahmad Sugeng Laksono, Karyawan Swasta.
*)Tulisan opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id
______________
*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


