Kopi TIMES

Saatnya Tunjukkan Kepedulian

Rabu, 15 April 2020 - 08:32 | 71.52k
Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jatim – Wakil Rektor 2 Unisma Malang.
Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jatim – Wakil Rektor 2 Unisma Malang.

TIMESINDONESIA, JAKARTACovid 19 pelan tapi pasti masuk dan menjalar ke seluruh penjuru tanah air. Dimulai dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, merembet ke Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga ke seluruh pelosok tanah air. Kondisi telah merubah banyak hal dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Semuanya terdampak dengan tingkatan yang tentu berbeda beda. Ada yang berubah drastis, sedang, dan kecil nasib kehidupannya.

Pada setiap kejadian seperti ini, tentu ada tiga model dalam kehidupan. Pertama, melihat bahwa ini semua adalah peringatan kepada ummat manusia atas segala tingkah polahnya yang bisa jadi semakin jauh dari Allah swt. Hal yang kecil dan tidak kasat mata menjadi menakutkan bagi semua. Jalanan menjadi sepi, hotel sepi penghuni, perekonomian mengalami perlambatan, dan lain sebagainya. Peringatan agar ummat manusia menjadi lebih dekat kembali dengan sang maha pencipta.

Advertisement

Kedua, ini adalah ujian dari Allah swt. Ujian keihlasan, ujian kesabaran, ujian ketenangan dalam menghadapi semua persoalan dan problematika kehidupan. Kita semua diajarkan, bahwa Allah swt tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan ummatnya. Dengan demikian, kita harus yakin bahwa ujian ini pasti ada akhirnya, asal kita menjalaninya dengan penuh ihtiar agar terhindar dan bisa menyelesaikan dengan baik. Tidak boleh dengan berpangku tangan dan berharap ini akan selesai dengan sendirinya. Manusia hakekatnya berusaha dan Allah swt jualah yang akan menentukan hasilnya.

Ketiga, tentu kita semua berharap semoga kejadian ini bukanlah adzab Allah swt karena ummat manusia sudah terlalu jauh dariNya. Adzab itu akan turun kalau peringatan dan ujian sudah dilalui dengan penghianatan dan ketidakbenaran perjalanan hidup manusia. Ummat nabi Luth diadzab karena sudah diperingatkan berkali kali tapi tidak menurut. Ummat nabi Nuh sudah diajak dan diingatkan akan jalan kebaikan, tapi tidak menggubrisnya, sehingga adzab banjir diturunkan oleh Allah swt.

Terlepas dari tiga model tersebut, datangnya covid 19 ini tentu ada hikmahnya. Bagi yang berfikir dengan positif, situasi ini adalah peluang untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Kesulitan ekonomi masyarakat adalah peluang bagi yang punya kelebihan rizqi untuk berbuat meringankan beban mereka, agar tidak mengalami kesulitan yang berlebihan dan berkepanjangan. Penurunan kesehatan masyarakat adalah peluang tenaga medis dan para medis untuk mendarmabaktikan ilmunya dan mengupayakan masyarakat agar terhindar dan bisa terbebas dari covid 19. Begitu juga pemerintah menunjukkan kapasitasnya sebagai pelindung semua masyarakat baik yang sehat, sakit, kurang terdampak, maupun yang terdampak. Ketenangan masyarakat adalah kunci utama agar situasi menjadi lebih baik

Akhirnya, situasi sesulit apapun bukan jadi halangan untuk berbuat, akan tetapi justru peluang untuk menunjukkan dan menjalankan kebaikan. Tak perlu pesimis atas situasi yang terjadi, justru semua harus menumbuhkan aura positif agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik. Bagaimana dengan anda.

***

 

*) Penulis: Noor Shodiq Askandar, Ketua PW LP Maarif NU Jatim – Wakil Rektor 2 Unisma Malang, Ketua Dewan Pembina DPW SAHI Jatim.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

________

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah minimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES