Kopi TIMES

Bisnis Kreatif di Tengah Covid 19

Kamis, 16 April 2020 - 10:57 | 162.71k
Noor Shodiq Askandar Wakil Rektor 2 Unisma Malang Ketua PW LP Maarif NU Jatim
Noor Shodiq Askandar Wakil Rektor 2 Unisma Malang Ketua PW LP Maarif NU Jatim

TIMESINDONESIA, MALANGSEORANG wirausaha tidak boleh mbati gaya dalam segala suasana. Bagi wirausaha yang baik, semua keadaan adalah peluang dan tantangan yang harus dimenangkan. Tidak boleh berpangku tangan, apalagi untuk berbuat kebaikan, agar konsumen mendapatkan kepuasan.

Menurut Dahlan Iskan, wirausaha yang mampu bertahan dan memenangkan persaingan itu harus memenuhi tiga syarat, Pertama, harus mampu menjadi pelopor dalam mengambil langkah dan keputusan bisnis. Wirausahawan sukses tidak akan pernah dalam satu barisan, akan tetapi selangkah lebih depan dari pada yang lain. Dengan tetap didepan, maka produk seorang wirausahawan harus dapat menjadi trendsetter dan tidak boleh hanya menjadi follower.

Advertisement

Kedua, kreatif dan inovatif. Yang membuat usaha itu bisa terus berjalan dan berkembang itu karena selalu ada kreativitas dan inovasi yang dimunculkan. Kreativitas dan inovasi ini sangat penting agar usaha bisa sampai puncak dan tidak mengalami penurunan (decline). Menurut Ciputra, ditangan orang yang kreatif dan inovatif itu sampah bisa dirubah jadi emas. Bukan melihat sampah itu dari nilai ekonomisnya, akan tetapi dari sampah itu sebetulnya menggambarkan peluang bisnis yang sangat besar.

Ketiga, wirausahawan harus selalu konsisten. Jangan mudah merasa gagal dan kemudian berhenti melakukan usaha. Wirausahawan harus berfikir bahwa saat terjadi kegagalan, artinya kita ditunjukkan setidaknya satu jalan untuk bangkit dan menghindari kegagalan berulang. Kegagalan adalah pelajaran yang baik untuk bangkit. Pameo bisnis mengatakan, hanya orang bodoh yang mau terjatuh dalam lubang yang sama lebih dari satu kali.

Dari tiga hal ini, bagi seorang wirausahawan saat situasi tidak sangat menguntungkan tetap harus mencari solusi agar usaha tidak terus merugi. Disinilah kreativitas dan inovasi menjadi dibutuhkan. Kreativitas dan inovasi dalam bisnis, tidak hanya bagaimana dalam produk, akan tetapi juga sampai pada cara menjual atau menyampaikan produk kepada pelanggan.

Disaat daya beli masyarakat menurun karena badai covid 19, berarti harus muncul kreativitas atas produk dengan kualitas yang baik akan tetapi juga dengan harga yang telah disesuaikan. Saat pelanggan tidak bisa datang sendiri ke outlet, maka layanan antar yang memudahkan juga harus mulai jadi pilihan. Tidak harus terus mengandalkan kepada mitra, karena bisa jadi akan menghasilkan harga akhir yang kurang terjangkau. Begitu juga saat bahan baku sulit didapat, maka harus mulai mengandalkan tidak hanya pada satu supplier, tetapi bisa ditambah. Bisa juga dengan modifikasi bahan baku, tetapi hasil produk tetap berkualitas.

Wirausahawan yang kreatif, telah terbukti berhasil keluar dari situasi sulit. Para penjahit yang mulai sepi pelanggan, beralih memproduksi masker dan APD yang sangat dibutuhkan saat pendemi covid 19. Layanan take away dan online juga menjadi pilihan wirausahawan kuliner. Toko toko bahan kimia yang kemudian beralih menjadi produsen antiseptic dan hand sanitizer, dan lain sebagainya

Pendek kata, saat kreativitas dan inovasi masih ada, maka kita tidak akan pernah kehabisan ide dalam berusaha. Yakinlah setiap ujian, pasti ada jalan terang. Begitu juga saat terjadi kesulitan, maka pasti akan ada kemudahan di kemudian hari. Bagaimana dengan anda ??

***

* Penulis Noor Shodiq Askandar Wakil Rektor 2 Unisma Malang Ketua PW LP Maarif NU Jatim

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES