Kopi TIMES

Ber-Online Ria Untuk Hindari Covid 19

Rabu, 22 April 2020 - 07:06 | 75.20k
Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Ma’arif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang (Grafis: TIMES Indonesia)
Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Ma’arif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Menurut salah seorang dokter yang saya kenal, bahwa salah satu cara menghindari persebaran covid 19 yang lagi marak adalah dengan menghindari banyak kerumunan, mengurangi pertemuan pertemuan langsung. Model pertemuan tatap muka bisa menjadi media yang efektif bagi persebaran covid 19 yang cepat. Bisa terjadi dengan beragam cara, mulai dari persentuhan, droplet dari salah satu fihak karena bersin, batuk, dan sejenisnya.

Namun demikian, menghindari ini jangan sampai kemudian menutup tali silaturrohmi, menutup akses komunikasi bisnis dengan relasi, menutup akses informasi, dan sejenisnya. Bagaimanapun manusia adalah mahluq yang kodratnya tidak bisa hidup sendiri. Pasti membutuhkan pihak lain dengan cara yang saling menguntungkan atau dengan kata lain tidak merugikan salah satu fihak. Masing-masing fihak pasti punya kebuuthan untuk saling melengkapi, saling menguatkan, saling membantu, terutama terkait dengan bagaimana memenuhi kebutuhan dan keinginanya.

Advertisement

Hubungan antar sesama manusia baik dalam urusan bisnis, persahabatan, maupun lainnya harus tetap dapat dilakukan. Dan oleh karenanya dibutuhkan media yang bisa menjadi solusi agar semuanya tetap bisa bergerak, meski dengan berbagai keterbatasan dan rasa yang kurang nyaman. Rasanya “ndak marem” kalau tidak bertatap muka atau bertemu secara langsung. Serasa ada yang kurang dan hilang ruhnya dalam berkomunikasi.

Suka atau tidak suka. Nyaman atau tidak nyaman, kita harus tetap punya pilihan agar semuanya tetap bisa berjalan. Jangan pernah berhenti berbuat dan mencari solusi, meski sulit. Begitulah pesan para sesepuh yang harus kita jadikan dasar untuk tetap mencari alternative solusi terbaik.

Salah satu pilihan tersambungnya semua jaringan dalam membangun silaturohmi dan bisnis ini adalah dengan menggunakan media online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Teknologi bukan untuk dihindari, tapi dimanfaatkan dan dijadikan sebagai salah satu pilihan agar tidak terjadi kemandekan. Teknologi bisa menjadi menjadi alternative solusi berbagai permasalahan. Teknologi juga bisa mendekatkan jarak terasa lebih dekat. Dengan teknologi, juga bisa memunculkan berbagai hal yang bermanfaat bagi peningkatan harkat dan martabat kehidupan ummat manusia.

Saat pembelajaran mandek untuk menghindari terjadinya banyak kerumunan, media daring (dalam jaringan) bisa menjadi alternative pembelajaran yang baik. Siswa, santri, dan para mahasiswa bisa tetap belajar dan mendapatkan ilmu sesuai dengan peminatannya masing-masing. Para guru, kyai, dosen, dan para ustadz juga tetap bisa mengamalkan ilmunya untuk kemajuan dan kemanfaatan ummat.

Bisnis juga tetap bisa berjalan dengan media daring ini. Yang membutuhkan barang dan jasa bisa bertemu dengan penyedia barang dan jasa tanpa harus bertatap muka. Sebelum covid 19 model bisnis dengan media online ini bahkan telah tumbuh subur di Indonesia dengan pertumbuhan lebih dari empat ratus persen (400%). Sungguh peluang yang menggiarkan bagi semua pelaku bisnis. Tentu saat pendemi bagini, pertumbuhannya bisa melebihi angka rata rata tahun sebelumnya. (*)

***

*)Penulis adalah Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Ma’arif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES