Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Tinggalkan Kebohongan, Jauhkan dari Ghibah dan Jangan Mengadu Domba

Jumat, 01 Mei 2020 - 08:14 | 179.22k
Noor Shodiq Askandar (Grafis: TIMES Indonesia)
Noor Shodiq Askandar (Grafis: TIMES Indonesia)
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Semua orang tentu berharap dapat menjalankan puasa dengan baik, agar tidak hanya memperoleh haus dan dahaga. Sudah menahan haus dan lapar dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari, yang didapat tidak sebagaimana yang diharapkan. Padahal berpuasa di bulan ramadlan adalah kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan balasan Allah swt yang berlipat. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim : Semua amal anak Adam dilipatgandakan kebaikannya 10 hingga 700 kali. Allah aza wajalla berfirman : kecuali puasa, karena amal puasa adalah untukKu, dan Aku akan membalasnya. Ia meninggalkan makan dan syahwat karenaKu. Dalam hadits lain : Allah azza wajalla berfirman  (dalam hadits qudsi) Seluruh amalan adalah kaffaroh (penebus kesalahan), kecuali puasa. Puasa adalah untukKu dan Aku yang akan membalasnya (HR Akhmad).

Melihat janji Allah swt yang akan membalas secara langsung, tentu sebuah kerugian jika tidak kita jalankan dan manfaatkan sebaik baiknya. Berbuat baik saat berpuasa, akan dapat menambah keutamaan apa yang kita lakukan. Begitu juga menghindari hal-hal yang tidak baik, harus terus diupayakan, agar puasa yang dijalankan bisa lebih baik dan lebih sempurna.

Advertisement

Rasulullah saw mengingatkan adanya lima perkara yang dapat mengurangi dan menghancurkan amal ibadah orang yang berpuasa. Pertama, membuat kebohongan baik ucapan maupun lainnya. Sekarang ini sering kali berita kebohongan muncul, bahkan di bulan mulia ramadlan. Banyak orang yang nyaman dan bahkan memanfaatkan kebohongan untuk membuat keresahan masayarakat. Ketika pendemi covid 19, bukan malah membuat masyarakat lebih tenang dan nyaman. Akan tetapi justru menyebarkan kebohongan (hoax) yang menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat. Rasulullah saw memperingatkan masalah ini dalam haditsnya : Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada perbuatan baik, dan perbuatan baik menunjukkan surga. Sesungguhnya orang yang membiasakan jujur akan dicatat disisi Allah swt sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa menunjukkan neraka. Sesungguhnya orang yang berdusta akan dicatat oleh Allah sebagai seorang pendusta. (HR. Bukhori Muslim).

Kedua, hindari menggunjingkan orang lain (ghibah). Manusia tidak ada yang sempurna dan setiap manusia pasti punya kekurangan dan pernah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, tidak ada perlunya menggunjing orang lain, karena belum tentu kita ini orang yang baik di mata Allah swt. Allah swt telah memperingatkan kepada orang yang menggunjing ini dalam surat al hujurat 42. Rasulullah saw juga memperingatkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim : Tahukah kalian apa itu ghibah ? Nabi berkata “engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia benci”.

Ketiga, mengadu domba sesamA manusia juga merupakan perbuatan yang harus dihindari,  karena akan mengurangi keutamaan dalam berpuasa. Hasut dan adu domba itu perbuatan yang dapat menimbulkan kerusakan yang besar. Mulai sejarah masa nabi sampai sekarang, banyak sekali peperangan yang terjadi karena adanya adu domba. Termasuk dalam sejarah perjuangan Rasulullah saw dan sesudahnya. Dalam sebuah hadits nabi : jiwa jiwa bagaikan prajurityang siap untuk damai dan perang. Jiwa jiwa yang saling mengenal akan saling bersatu dan mengasihi. Dan jiwa yang saling mengingkari, akan bertengkar.  Hadits ini seakan mengingatkan bahwa mengadu domba, menghasut, dan memfitnah adalah perbuatan tercela yang merupakan kejahatan moral yang mempu menghancurkan sendi sendi kehidupan yang harusnya damai dan tenteram (bersambung). (*)

***

*) Penulis Noor Shodiq Askandar, Ketua PWLP Maarif NU Jatim dan Wakil Rektor 2 Unisma Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES