Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Ngaji Matematika (7): Huruf Arab dan Nilai Numerik

Selasa, 05 Mei 2020 - 15:52 | 1.49m
Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang
Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANGKITA semua sebagai umat Muslim, tentu sudah sangat akrab dengan istilah huruf Arab, lebih-lebih kaum santri. Bahkan, bisa jadi orang-orang non muslim pun mengetahui tentang huruf Arab ini. Huruf Arab merupakan huruf yang digunakan dalam al-Qur’an al-Karim. Huruf Arab ini dikenal dengan huruf hijaiyyah. Istilah hijaiyah berasal dari istilah asal bahasa Arab yang berasal dari kata ‘haja’ yang bermakna mengeja atau ejaan. 

Dengan ikhtiar kita memahami cara membaca huruf hijaiyah, maka akan mempermudah kita dalam membaca kitab suci Al-Qur’an dan memahami isi kandungannya. Dan, dengan itu, insyaallah al-Qur’an akan memberikan syafaat di hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasululullah SAW: “Bacalah oleh kalian Al-Quran. Karena ia (Al-Quran) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya.” (HR. Muslim).

Advertisement

Terdapat tiga macam perhitungan berbeda terkait dengan jumlah huruf hijaiyah yaitu 28, 29, dan 30. Mengapa bisa berbeda? Perbedaan ini didasarkan pada pada menghitung ‘huruf tertentu’ sebagai satu huruf yang berdiri sendri atau menganggapnya sebagai bagian huruf yang lain. Jika mengambil huruf terbanyak, maka jumlah keseluruhan adalah 30 huruf, dengan rincian sebagai berikut:

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه لا ء ي

Untuk perhitungan yang menyebutkan jumlah huruf hijaiyah sebanyak 29 (dua puluh Sembilan) huruf adalah dengan ‘mengeluarkan’ huruf  ‘Lam Alif’ sebagai sebuah huruf yang berdiri sendiri. Huruf tersebut dianggap sebagai gabungan antara huruf ‘Lam’ dengan huruf ‘Alif’. Sedangkan perhitungan 28 (dua puluh delapan) huruf, disebabkan dengan menganulir satu huruf lagi, yaitu dengan menghitung huruf ‘Alif’ dan ‘Hamzah’ sebagai satu huruf yang sama.

Dalam kajian struktur kode bilangan 19 dalam al-Qur’an, kita perlu memahami satu bahasan pokok, yaitu cara menghitung nilai numerik suatu huruf hijaiyyah tersebut. Yang dimaksud huruf hijaiyyah di sini –sebagaimana yang diuraikan di muka- adalah huruf Arab. Sebagaimana firman Allah swt dalam Surat Yusuf ayat 2: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”

Nilai numerik yang dimaksud adalah bilangan yang dipasangkan pada masing-masing huruf hijaiyyah tersebut.  Nilai numerik ini menjadi salah satu modal dasar untuk mengkaji struktur bilangan 19 pada lafadz-lafadz lain dalam al-Qur’an, yang berkaitan dengan keajaiban Al-Qur’an bersifat matematis.

Konsep “nilai numerik” itu tidak sama dengan “numerologi”. Jika numerologi sering dihubungkan dengan angka-angka tertentu yang digunakan, misalnya untuk meramal seseorang atau meramal kejadian yang akan datang. Sedangkan “nilai numerik” merupakan “nilai yang melekat pada simbol atau huruf-huruf” yang tidak ada kaitannya dengan ramal meramal.

Dalam tulisan ini mengacu pada pendapat yang mengatakan jumlah huruf hijaiyah sebanyak 28 (dua puluh delapan) huruf. Nilai numerik huruf hijaiyah ini di kalangan masyarakat Indonesia dikenal dengan sebutan ”Abajadun”. Untuk mengetahui nilai numerik pada setiap huruf-huruf al-Qur’an (hijaiyah) perhatikan uraian berikut ini:

ا = 1, ب = 2, ج = 3, د = 4, ه = 5, و = 6, ز = 7, ح = 8, ط = 9, ي = 10,

ك = 20, ل = 30, م = 40, ن = 50, س = 60, ع = 70, ف = 80, ص = 90, ق = 100,

ر = 200, ش = 300, ت = 400, ث = 500, خ = 600, ذ = 700, ض = 800, ظ = 900, غ = 1000

Setelah mengetahui nilai dari setiap huruf arab tersebut, kita dapat menjawab mengapa 19 dipakai sebagai kode rahasia Allah swt dalam al-Qur’an, dan sekaligus dapat digunakan untuk mengungkap keajaiban al-Qur’an.

Sekarang, marilah kita coba terapkan untuk menghitung nilai numerik pada Lafadz “Bismillahirrahmannirrahiim”. Perhatikan penjabaran nilai numerik 19 (Sembilan belas) huruf arab dalam lafadz ‘Bismillahirrahmannirrahiim’ di bawah ini.

ب = 2,

س = 60,

م = 40,

ا = 1,

ل = 30,

ل = 30,

ه = 5,

ا = 1,

ل = 30,

ر = 200,

ح = 8,

م = 40,

ن = 50,

ا = 1,

ل = 30,

ر = 200,

ح = 8,

ي = 10,

م = 40,

 

Selanjutnya, mari kita jumlahkan, sehingga menjadi: 2 + 60 + 40 + 1 + 30 + 30 + 5 + 1 + 30 + 200 + 8 + 40 + 50 + 1 + 30 + 200 + 8 + 10 + 40 = 786.

Jadi, pada lafadz ‘Bismillahirrahmannirrahiim’ mempunyai nilai numerik sebesar 786. Ini salah satu contoh cara menghitung nilai numerik dalam lafadz yang ada di dalam al-Qur’an. [ahf]

***   

*)Oleh: Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES