Bertambahnya Pengetahuan dengan Mengikuti Imbauan #DiRumahAja
Bagaimana agar pandemi Virus Corona berakhir? Cegah dengan tetap berada di rumah', merupakan sebuah narasi yang berisikan tentang bagaimana aksi #dirumahaja mampu menurunkan kurva Covid-19.

Ruang Menulis untuk Indonesia
Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.
MALANG – 'Bagaimana agar pandemi Virus Corona berakhir? Cegah dengan tetap berada di rumah', merupakan sebuah narasi yang berisikan tentang bagaimana aksi #dirumahaja mampu menurunkan kurva Covid-19. Imbauan tersebut dilakukan berdasarkan anjuran Pemerintah melalui pidato Presiden yakni ibadah di rumah, belajar dari rumah dan bekerja dari rumah.
Langkah tersebut dilakukan mengingat virus tersebut sangat cepat menular. Penularannya pun tak kenal rentang usia, mulai dari yang bergejala maupun tidak bergejala, dapat berpotensi tertular Covid-19. Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang masih belum mengikuti imbauan untuk tetap di rumah saja. Salah satunya adalah anak muda yang masih keluar rumah dan melakukan pertemuan atau sekadar nongkrong bersama rekan sejawatnya. Alasannya adalah rasa jenuh yang melanda mereka selama pemberlakuan belajar dari rumah.
Memang, sejak pemerintah memberlakukan imbauan #dirumahaja beberapa instansi Pemerintah, tak terkecuali di bidang pendidikan turut mengikuti anjuran tersebut dengan melakukan kegiatan belajar mengajar secara online dan dilakukan dirumah. Tujuannya adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan membatasi pergerakan massa dan pertemuan yang melibatkan banyak orang. Imbas dari pemberlakuan sistem belajar dari rumah selain untuk mencegah penularan juga memberikan beberapa rasa jenuh dan bosan selama berada di rumah.
Di beberapa daerah masih ditemukan pemuda maupun pemudi yang berkeliaran, hal ini semakin membuat resah masyarakat karena dikhawatirkan virus tersebut bertambah meluas dan semakin berpotensi menjangkiti orang-orang yang masih belum melakukan pembatasan fisik. Belum adanya kesadaran diri akan bahaya dan dampak jika terjangkit virus tersebut membuat imbauan #dirumahaja menjadi kurang maksimal.
Akibatnya, secara tidak langsung kita masih memberi kesempatan untuk virus tersebut berkembang biak dan semakin menambah kasus terpapar Covid-19. Padahal dengan di rumah saja, banyak hal yang dapat dilakukan dan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kita.
Belakangan ini, aktivitas dengan memanfaatkan media online sedang giat dilakukan. Tujuannya, selain agar acara maupun agenda yang sudah direncanakan sebelumnya tetap dijalankan juga sebagai sarana dalam mengisi aktivitas selama mengikuti imbauan #dirumahaja. Selain untuk mengisi aktivitas agar tidak merasa bosan, beberapa hal dapat dilakukan agar kita tetap produktif dan menambah pengetahuan dengan tetap patuh terhadap imbauan Pemerintah.
Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai diskusi online yang saat ini sedang banyak dilakukan oleh beberapa instansi pendidikan maupun beberapa elemen masyarakat. Diskusi tersebut memanfaatkan berbagai media sosial yang menyediakan fitur untuk dapat menghubungkan orang satu dengan yang lainnya. Bahkan, dengan kecanggihan teknologi abad ke-21 ini, diskusi online dapat menghubungkan banyak orang dengan kisaran 10-15 orang atau lebih dengan menampilkan audio visual sehingga dengan mengikutinya kita tidak kehilangan kesempatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita.
Tidak hanya berdiskusi bertukar pikiran. Melalui gawai cerdas yang kita miliki kita dapat mengikuti seminar atau pemaparan materi yang biasa dilakukan di sebuah gedung yang menghadirkan banyak orang dengan beberapa pemateri. Adalah seminar online, biasanya menjadi alternatif bagi penyelenggara acara untuk mengatasi situasi pembatasan pergerakan massa yang membuat berbagai acara tertunda. Acara tersebut dilakukan hampir sama dengan model seminar yang biasa dilakukan. bedanya, seminar online disiarkan secara live dengan moderator mengundang pemateri bergabung melalui fitur tertentu sehingga pemateri menyampaikan materinya secara langsung dan peserta seminar dapat mengajukan pertanyaan melalui kolom komentar dan akan langsung terjawab.
Biasanya, tak sedikit dari kita yang ingin menghadiri seminar ilmiah yang berlangsung secara bersamaan. Namun dengan diadakannya seminar online kita bahkan dapat melihat dan menyimak pemaparan materi yang diberikan dengan siaran live. Dengan demikian, meskipun tetap berada di rumah, kita masih tetap mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru. Bahkan yang sebelumnya mungkin tidak bisa didapatkan secara langsung karena keterbatasan waktu, menjadi dapat dilakukan.
Yang paling penting, selain tidak merugikan dan membuat bosan, #dirumahaja dengan mengikuti diskusi atau talkshow dan seminar online dapat menambah wawasan dan cakrawala berpikir serta dapat mengikuti imbauan Pemerintah untuk tetap di rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
***
*) Oleh: Ulusinniyah Fauziyah, Mahasiswi Jurusan Sejarah.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id
***
**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


