Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Ngaji Matematika (15): Bilangan dalam Al-Qur'an

Jumat, 15 Mei 2020 - 15:07 | 224.25k
Abdul Hallim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang
Abdul Hallim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANGAL-QUR’AN sebagai petunjuk bagi manusia, terdiri atas bahasa tulisan dalam hal ini huruf-huruf (verbal) dan juga “bahasa angka” (numerik) yang mana sebenarnya keduanya itu juga merupakan bahasa simbol. Huruf mewakili bahasa bunyi, sedangkan angka mewakili bilangan.

Apa yang sudah dilakukan oleh anak-anak ataupun orang yang telah dewasa pada saat belajar membaca, mempelajari, dan memahami al-Qur’an adalah bagian dari upaya untuk memahami simbol-simbol, agar dapat membaca huruf-huruf al-Qur’an sehingga dapat mengerti dan memahami apa pesan dari al-Qur’an tersebut. Di samping itu pada saat yang bersamaan, mereka juga diberi pemahaman tentang adanya angka atau bilangan.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Mempelajari matematika tidak dapat dilepaskan dari bilangan. Oleh karenanya kita terutama bagi siapa pun yang ingin mendalami ilmu Matematika harus memiliki pemahaman yang matang tentang bilangan dan jenis-jenisnya. “Bahasa angka/bilangan” atau numerik dapat membantu dan mendukung dalam memberi penjelasan yang ‘lebih’ terhadap makna dari suatu keterangan yang disampaikan dengan bahasa verbal yang terkadang masih kurang jelas arti dan maksudnya.

Satu hal lagi yang penting digarisbawahi, bilangan dalam al-Qur’an selalu dinyatakan dengan numeral berupa kata (lafadz), tidak dinotasikan dengan digit. Seperti bilangan “5”. Ia tidak ditulis dalam bentuk simbol “5”, melainkan dinyatakan dengan lafadz ”خمسة”. Oleh karenanya, dalam tulisan ini penulis akan memaparkan bahasa angka atau bilangan yang termaktub dalam kitab suci al-Qur’an, yang merupakan pedoman hidup bagi setiap individu muslim.

Ketika belajar Matematika, kita telah diperkenalkan oleh guru Matematika tentang macam-macam bilangan. Yakni ada bilangan kardinal, ordinal, dan pecahan. Bilangan kardinal secara sederhana dapat diartikan sebagai bilangan yang menyatakan hasil dari membilang. Misalnya: 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Sedangkan bilangan ordinal secara sederhana dapat diartikan sebagai bilangan yang menyatakan urutan. Misalnya: pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.

Selanjutnya, bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dengan a/b, dengan b tidak nol dan b bukan pembagi dari a. Misalnya: 1/2; 2/3; 1/6; 1/3; 1/119; 1/10000; dan seterusnya.

Setelah kita memahami konsep dasar tiga bilangan tersebut, sekarang saatnya kita melacak keberadaan bilangan tersebut dalam kitabullah, al-Qur’an al-Karim. Ini yang akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Merujuk pada paparan di atas mengenai bilangan dalam al-Qur’an, tentu, mengenal bilangan juga menjadi suatu keniscayaan bagi seorang muslim. Karena al-Qur’an juga memuat bilangan, maka agar dapat memahami al-Qur’an -terutama pada ayat-ayat yang membahas bilangan- secara holistik tentu harus dibarengi dengan pemahaman matematika -dalam hal ini materi bilangan- secara baik.

Alhasil, bagi seorang muslim yang memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang bilangan sekaligus menguasai konsep matematika tentang bilangan diharapkan dapat memahami firman Allah swt secara integratif. Dengan kata lain, al-Qur’an dan Matematika sama-sama penting untuk dipelajari, namun dengan satu syarat, yakni tetap menjadikan al-Qur’an sebagai landasan atau sumber rujukan utama. [ahf]

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Oleh: Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES