Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Eksistensi Perguruan Tinggi Pasca Pandemi

Jumat, 15 Mei 2020 - 19:42 | 109.07k
Febti Ismiatun, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Malang (UNISMA).
Febti Ismiatun, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Pandemi Virus Corona (Covid-19) mengubah dunia pendidikan hijrah ke era digital. Ribuan ruang kelas dengan beragam fasilitas yang biasanya menjadi tempat belajar favorit pun tak terpakai. Sistem pembelajaran beralih maya. Seiring lamanya proses pembelajaran dirumah, keadaan tersebut kian memahamkan kita bahwa hakikatnya belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Hanya perlu laptop atau android, mahasiswa mampu memperoleh berbagai informasi akademik dalam variasi bentuk, seperti teks, video tutorial, simulasi, animasi gambar dan lain-lain.

Dengan semakin dekatnya teknologi pembelajaran bagi mahasiswa, apakah kondisi tersebut akan mempengaruhi pembelajaran tatap muka pasca pandemi? Sejauh ini teknologi menggenggam peranan penting dalam akses ilmu pengetahuan dan sebagai media multifungsi. Efektifitas serta efesiensi dari teknologi itu sendiri bisa saja menjadi candu bagi mahasiswa zaman modern. Sebagai akibatnya, demand akan teknologi akan semakin tinggi pasca pandemic ini berakhir. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi dosen.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Seolah tidak ada batasan ruang dan waktu dalam belajar, inovasi dan kreasi terus bermunculan, Institut Teknologi Bandung (ITB) misalnya. Demi memberi kemudahan kepada lulusan, ITB menerapkan penggunaan ijazah digital untuk pertama kalinya disertai tanda tangan elektronik yang tersertifikat. Hal yang melatarbelakangi ialah pertumbuhan revolusi industri 4.0 dan adanya peluang-peluang transformasi pada data digital khususnya dalam masa krisis seperti saat ini.

Beberapa pekan lalu, Business Breakthough (BBT) University di Jepang mengadakan wisuda online dengan mengandalkan robot presensi jarak jauh (telepresence) yang diberi nama Newme. Salah satu produk Artificial Intelligence (AI) ini tidak mengalangi mahasiswa untuk turut menghadiri ceremony wisuda meskipun dalam ruangan virtual.

Bahkan dalam sebuah tayangan video pendek menggambarkan peradaban pendidikan masa depan yang mungkin terjadi, dimana seluruh pembelajaran dilakukan secara online yakni tanpa gedung dan tatap muka sama sekali, dimulai dari masuk hingga lulus. Tentu hal ini menjadi tantangan besar bagi perguruan tinggi karena sejak adanya pandemi, mahasiswa sudah mulai mengenal aplikasi pembelajaran berjarak, seperti Zoom, Google Meet, Google Classroom, Facetime, Skype, Cisco Webex, Google Duo, Teams dan lain sebagainya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dinamisnya kemajuan teknologi khususnya dalam bidang pendidikan, maka pertanyaan yang muncul ialah apakah manusia masih memerlukan gedung dan ruang kelas untuk belajar? Ini menjadi refleksi bagi seluruh institusi di negara manapun, karena kemajuan teknologi yang sangat cepat dan massive mampu menggantikan peran manusia dan sarana prasana dalam menjalankan proses pendidikan formal. Maka ada 2 hal yang harus menjadi fokus dan perhatian dosen, khususnya pasca pandemi ini berakhir.

Pertama ialah memenuhi kebutuhan mahasiswa terhadap teknologi. Kedua yaitu berfokus pada hal yang tidak dapat diganti oleh teknologi yakni kompetensi dasar dosen yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan komptenesi profesional. Teknologi hanya mampu mengajar, namun ia tidak dapat mengarahkan, membimbing, memotivasi dan mengevaluasi mahasiswa. Maka sangat penting bagi dosen mengasah keempat komptensi demi memajukan pendidikan di Indonesia dan mencetak generasi yang berkarakter sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Febti Ismiatun, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES