Urbanisasi Menjadi Permasalahan dalam Pembangunan Kota
Semakin maraknya pembangunan kota-kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya, kota-kota tersebut akan menjadi tujuan utama bagi penduduk untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Hal ini sering disebut den

Ruang Menulis untuk Indonesia
Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.
YOGYAKARTA – Semakin maraknya pembangunan kota-kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya, kota-kota tersebut akan menjadi tujuan utama bagi penduduk untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal. Hal ini sering disebut dengan Urbanisasi.
Pemerintah saat ini harus menghadapi permasalahan pertumbuhan konsentrasi penduduk yang tinggi. Hal ini akan bertambah buruk apabila tidak diimbangi dengan adanya perkembangan juga dalam kondisi industrialisasi kota. Permasalahan yang akan timbul dengan adanya urbanisasi yang berlebih tidak hanya akan berdampak pada kota saja, akan tetapi juga akan berdampak pada desa yang ditinggalkan.
Masalah yang terjadi pada kota antara lain adalah semakin menigkatnya angka kemiskinan, semakin bertambahnya pemukiman kumuh, meningkatnya kejahatan dan masih banyak lagi masalah yang ditimbulkan. Selain itu di desa juga akan timbul masalah diantara lain adalah semakin berkurangnnya sumber daya manusia di desa sehingga desa tidak akan mengalami perkembangan yang nyata.
Urbanisasi tidak dapat dihentikan dan dihindari lagi. Oleh karena itu, Urbanisasi harus dikelola dengan tepat agar dapat menyejahterakan masyarakat yang tinggal di kawasan urban. Urbanisasi dipicu kerana perbedaan pertumbuhan atau ketidakmerataan fasilitas pembangunan, khususnya antara pedesaan dan perkotaan. Akibatnya, perkotaan menjadi tujuan utama penduduk untuk mencari pekerjaan. Dengan demikian, sebenarnya Urbanisasi merupakan suatu proses yang wajar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan penduduk atau mesyarakat (Stark, 1991).
Pada umumnya kota-kota di negara berkembang tidak siap dalam menyediakan perumahan yang layak bagi seluruh populasinya. Apalagi para migran kebanyakan adalah kaum miskin yang tidak mampu membangun atau membeli rumah yang layak bagi mereka. Akibatnya timbul perkampungan kumuh dan liar di tanah-tanah pemerintah. Urban yang mendirikan pemukima liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan dapat merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya keberadaan trotoar yang seharusnya digunakan untuk akses bagi pejalan kaki justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh paraa urban. Hal ini menyebabkan keadaan trotar menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.
Perkembangan kota yang semakin meningkat menimbulkan beberapa permasalahan, terutama dalam hal kebutuhan perumahan dan lahan hijau/terbuka. Pembangunan perumahan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta berdampak pada meningkatnya intensitas lahan terbangun, bahkan lahan konservasi juga dijadikan sebagai perluasan pemukiman kota. Intensitas lahan terbangun yang terus meningkat menyebabkan semakin sulit dijumpainya lahan hijau atau lahan terbuka yang berfungsi sebagai ruang publik.
Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun illegal. Pengalihan fungsi lahan secara berlebihan dapat menimbulkan ketidakseimbangan alam akibat pembangunan yang dilakukan tanpa perencanaan terpadu. Pengelolaan sarana dan prasarana kota yang tidak baik juga akan menyebabkan semakin tingginya angka kerusakan alam seperti banjir, tanah longsor, polusi udara, tanah dan air.
Dampak lain yang timbul akibat urbanisasi adalah semakin meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Meningkatnya jumlah pencari kerja yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang ada mengakibatkan tingginya angka pengangguran dan semi pengangguran di kota-kota besar. Terbatasnya pendidikan, kemampuan dan ketrampilan juga menjadi penghalang bagi pencari pekerja untuk mendapatkan pekerjaan. Dampak negative lain yang timbul dari urbanisasi yaitu meningkatnya kriminalitas di perkotaan. Himpitan akan tuntutan hidup yang tidak dapat terpenuhi membuat sebagian individu memilih bertahan hidup dengan hal ini. Tindakan seperti mencuri, merampok, membunuh, dan sebagainya menjadi pemandangan yang tidak asing lagi dalam kehidupan perkotaan.
Masalah yang ditimbulkan urbanisasi masih begitu banyak, oleh karena itu perlu penanganan yang serius dari pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat. Namun berbagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi urbanisasi memerlukan kerja sama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah dan penduduknya. Tanpa adanya senergitas dalam melaksakan upaya penekanan urbanisasi maka urbanisasi akan terus terjadi. Vendre une voiture accidentée sans controle technique,taxi, Audi, BMW, Mercedes-Benz, Renault, Peugeot, VW - rachat vehicule hs
Pada akhirnya, keberhasilan mengelola urbanisasi akan mempresentasikan pertumbuhan ekonomi inklusif dan menjamin pemerataan, mengentaskan masyarakat dari kemiskinan serta menjaga ketersediaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. (*)
***
*)Oleh: Mohammad Irfani, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id
***
**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


