Advertisement
Kopi TIMES

Laznas LMI Berbagi untuk Negeri: Dulu, Kini, dan Nanti

Sore itu tepat pukul 17.02 WIB. Tetiba gempa besar berkekuatan 7,7 SR mengguncang Kabupaten Donggala, Kota Palu. Tidak lama, disusul tsunami dari Pantai Palu. Tertanggal 29 September 2018, 2 tahun yang lalu. Setelah itu semuanya berhamburan.

TIMES Indonesia,
Laznas LMI Berbagi untuk Negeri: Dulu, Kini, dan Nanti
Presiden Direktur Laznas LMI Agung Wijayanto. (foto: Dok. LMI)
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

SURABAYA Sore itu tepat pukul 17.02 WIB. Tetiba gempa besar berkekuatan 7,7 SR mengguncang Kabupaten Donggala, Kota Palu. Tidak lama, disusul tsunami dari Pantai Palu. Tertanggal 29 September 2018, 2 tahun yang lalu. Setelah itu semuanya berhamburan. Manusia, tanah, binatang, tumbuhan, kendaraan. Seperti kapas yang berterbangan.

Duka itu masih menyisahkan luka bagi kita semua. Ada trauma tersendiri, terlebih bagi warga Palu asli. Melihat ribuan mayat bergelimpangan, rumah sakit penuh sesak dan tangis manusia tiada henti menjadi pandangan dalam keseharian. 

Advertisement

Dunia melihat musibah itu. Bantuan pun tiba dari segala penjuru. Dari banyaknya relawan dan pejuang kemanusiaan itu, ada peran Laznas LMI, salah satu lembaga kemanusiaan.

Melihat musibah yang terjadi, kami bertindak cepat untuk *merelokasi rumah* bagi warga, khususnya guru sekolah Islam yang terdampak. Kami beri nama: Kampung Peradaban. Agar rumah ini bukan sekadar rumah-rumah berjejer sebagai tempat tinggal. Namun sebagai tempat belajar, mengaji, dan menimba keilmuan.

Berbagi untuk Negeri

Dua tahun sudah Kampung Peradaban itu ada, saat ini rumah itu masih berdiri kokoh. Lengkap dengan pendapa dan musholla. Juga fasilitas penunjang lainnya. Gerak cepat Laznas LMI itu menjadi point tersendiri bagi keberadaannya untuk selalu berbagi untuk negeri.

Manfaat itu ingin terus dikembangkan Laznas LMI. Terlebih, pada bulan ini adalah moment kelahiran 25 tahun Laznas LMI. Sebuah usia produktif bagi sebuah lembaga untuk terus berinovasi dan mengembangkan gerakannya.

Sejak kelahirannya, Laznas LMI sudah menciptakan berbagai program yang inovatif dan solutif. Program tersebut dibentukkan dalam berbagai rupa amal: Baik amal untuk kemanusiaan atau amal untuk alam, seperti menanam ribuan pohon.

Advertisement

Sejak tahun 2018 ini misalnya, program pemberdayaan itu kami nisbihkan dalam beberapa program: 1. Bantuan untuk 132 masjid secara rutin, 2. Pengelolaan sawah 14 hektar dan hasilnya untuk membantu ratusan mustahik, 3. Peternakan 1000 kambing, 4. Kampung Peradaban untuk para guru sekolah Islam di Palu, 5. 3 warung makan di 3 provinsi, 6. Pembersihan karang gigi untuk 3294 anak yatim, 7. pembinaan untuk 118 hafidz/hafidzoh du Madiun, dan 4 di Palembang yang menerima santunan setiap bulan.

Puncaknya pada tahun 2020 ini, saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, penerima manfaat dari hewan kurban Laznas LMI ada 117.261, bantuan untuk paket Ramadhan ada 24.323, dan bantuan saat Covid-19 ada 64.004 masyarakat.

Kerangka Laznas LMI Mendatang

Masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi tugas Laznas LMI. Baik untuk internal maupun kegunannya untuk eksternal. Terlebih saat ini tantangan bagi kita bersama adalah melawan virus Covid-19.

Ujian itu memang menyakitkan, namun itu menjadi tantangan bagi lembaga kemanusiaan untuk membuktikan dirinya sebagai lembaga yang keberadaannya bisa diandalkan, baik untuk agama maupun negara.

Di lain sisi, kita melihat di negara kita yang angka kemiskinannya kian hari semakin bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2020 mengalami kenaikan menjadi 26,42 juta orang. Dengan posisi ini, persentase penduduk miskin per Maret 2020 juga ikut naik menjadi 9,78%.

Angka kemiskinan Maret 2020 juga meningkat 1,63 juta orang dari September 2019 yang mencapai 24,79 juta orang. Persentase Maret 2020 ini naik 0,56 persen poin dari September 2019 yang hanya mencapai 9,22 persen.

Jika dibedah lebih lanjut, peningkatan tingkat kemiskinan terjadi di desa dan kota. Peningkatan tingkat kemiskinan di kota mencapai 1,12 persen poin dari September 2019 yang berkisar 6,56% menjadi 7,38%. Peningkatan di desa lebih landai dengan kisaran 0,22% dari 12,60% menjadi 12,82%.

Ke depan tugas kita semakin berat. Pundak kita harus lebih kuat lagi. Bergotong royong  menyongsong hari esok lebih baik adalah pilihan kita bersama. Keberadaan Laznas LMI ini, akan selalu membantu bagi mereka yang kesusahan. Dan refleksi bagi Laznas LMI yang usianya menuju 25 tahun ini adalah refleksi kemanusiaan. Adanya akan selalu berupaya untuk membantu antar sesama, sejak dulu, untuk kini, dan sampai nanti.(LMI). (*)

*) Oleh: Agung Wijayanto, Presiden Direktur Laznas LMI

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia