Selamat Datang Mahasiswa Baru di Rumah Intelektual, Welcome To Jungle!
Selamat datang mahasiswa baru di rumah intelektual tempat kaum-kaum akademisi dilahirkan dengan pemikiran-pemikiran yang radikal, futuristik, dan menyegarkan. ...

Ruang Menulis untuk Indonesia
Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.
JAKARTA – Selamat datang mahasiswa baru di rumah intelektual tempat kaum-kaum akademisi dilahirkan dengan pemikiran-pemikiran yang radikal, futuristik, dan menyegarkan. Selamat bergabung dan menjadi bagian yang akan membawa perubahan, selamat atas gelar barunya menjadi mahasiswa.
Mari kita berpetualang bersama sebagai kaum intelektual muda Indonesia dengan pergulatan pikiran dan corak pemikiran yang prularisme dan romantismenya dialektika dengan retorikan yang handal dan menyegarkan.
Selamat telah menjadi bagian dari agent of change, agent of control dan agen of intrupsi terhadap persoalan kebangsaan yang jumud dan membosankan. Maka peran mahasiswa terhadap persoalan kebangsaan adalah besar. Mahasiswa harus terlibat dan intrupsi paling depan dalam mengintrupsikan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan kepada mereka yang tidak punya sense of crisis. Kita adalah watchdog pertama bagi mereka yang memiliki kekuasaan yang tidak becus dalam mengurusi bangsa ini.
Peran kita sebagai mahasiswa tentu saja besar, kita bukanlah orang yang hanya di sekolahkan di didik untuk belajar dan hanya peduli terhadap diri sendiri. Peran dan tanggungjawab mahasiswa yang sebenarnya adalah. 26,16 juta orang masyarakat miskin, permasalahan agraria, permasalahan ekonomi dan permasalahan ketidak becusuan penguasa. Itu adalah tanggungjawab kita sebagai mahasiswa. Maka regenerasi terbaik itu harus segera kita bentuk dan siapkan untuk bangsa yang hebat, kuat, mandiri, dan maju mari bergerak bersama ciptakan perubahan yang membangun dan berdampak.
Mari kita perbanyak diskusi dan aksi isi otak kita dengan pikiran-pikiran yang mencerahkan. Sebagai mahasiswa sudah seharus dan selayakan kita tidak boleh alergi dengan diskusi dengan perspektif yang beragam dengan corak pemikiran yang berbeda karena itu suatu keniscayaan. Mahasiswa jangan pernah alergi dengan bahasa-bahasa ilmiah yang disuguhkan karena itu adalah hal biasa bagi kalangan kaum intelektual dari bahasa, purifikasi, restorasi, sampai rekonstruksi bahasa bahasa ilmiah.
Mari kita bersama buat gerakan mahasiswa yang ideal dan masif gerakannya atas nama rakyat Indonesia. Kita hadir sebagai agen perubahan jangan sampai gerakan kita terkotak-kotak oleh kepentingan segelintir orang demi kursi kekuasaanya. Kita harus mampu melihat tragedi, refleksi, dan perjuangan para pemuda kita dulu dari tahun ke tahun dari masa ke masa. 1908 oleh Boedi Oetomo, 1928 Gerakan Sumpah Pemuda, 1945 Gerakan Kemerdekan Indonesia (Peristiwa Rengasdengklok.) 1965 Perlawanan terhadap PKI, 1974 Gerakan Melawan Kebusukan Rezim Pemerintahan Orde Baru, 1998 Gerakan Reformasi. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para pemuda dan mahasiswa Indonesia tentu sangat berharga bagi bangsa ini karena gerakan mahasiswa sudah mampu menjadi catatan emas sejarah yang sudah terbukti.
Itulah sejarah gerakan mahasiswa sudah selayaknyalah kita jadikan sebagai bahan refleksi kita semua khususnya yang sekarang menjadi seorang mahasiswa. Inilah sebenarnya peran dan tanggung jawab kita sebagai pemuda mahasiswa yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu kita yang sudah terlebih dahulu menancapkan tombak perubahannya di negeri ini. Mari kita renungkan sama-sama dan kita ciptakan sejarah kita yang nantinya bakal menjadi tinta emas peradaban bangsa ini, maka kita harus ingat kata pepatah setiap masa ada orangnya setiap orang ada masanya, maka kita harus pastikan bahwa masa sekarang yang diisi oleh kita mampu membuat sejarah emas perubahan terhadap bangsa ini.
Mari kita bentuk kesadaran kolektif yang nyata untuk sebuah perubahan bangsa ini kita sudah terlalu berlalut-larut dengan persoalan kebangsan kita yang tidak ada hentinya. Sudah saatnya kita sadar bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar kita harus segera menyegerakan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang hanya membuat perpecahan dan permusuhan di bangsa ini dan juga menghambat pembangunan.
Jangan sampai generasi bangsa kita terbawa pada kenikmatan hedonismenya, generasi bangsa dengan gerakan pragmatisme, generasi bangsa yang terkotak-kotak oleh kepentingnya, dan generasi bangsa yang, acuh, apatis bahkan medioker sehingga akan berakibat fatal terhadap bangsa ini. Bangsa kita harus segera berbenah, bangsa kita harus segara tersadarkan bahwa persaingan global nyata dan telah di mulai di depan mata kita. Bangsa ini adalah tanggungjawab kita bersama. Mahasiwa harus lebih berpikir futurustik dan kritis karena yang bakal peduli terhadap bangsa ini adalah kita. Jika bukan kita yang resah terhadap perubahan bangsa ini mau siapa lagi, jika bukan sekarang mau kapan lagi, mau menunggu berapa tahun lagi atau bahkan berapa abad lagi? Mari kita segerakan perubahan yang masif ke arah yang lebih baik pesan pendahulu kita “aku titipkan bangsa ini kepadamu”.
Terakahir saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru di Indonesia, selamat atas gelar mahasiswanya saya tidak peduli teman-teman terlahir di kampus mana, dari fakultas apa tetapi jika teman-teman resah terhadap persoalan bangsa ini dan ingin menjadi bagian garda terdepan dalam membuat perubahan maka kita adalah teman seperjuangan.
Selamat datang di petualangan intelektual!
Selamat datang di pergulatan pikiran yang konstruktif!
Selamat datang di corak keberagaman berfikir!
Mari kita kawal pertumbuhan corak pemikiran anak bangsa sebagai wujud tanggungjawab untuk mencerdaskan anak bangsa!
Panjang umur hal-hal baik, panjang umur perjuangan!
Hidup mahasiswa, Hidup rakyat Indonesia!
***
*) Oleh: Wildan Mutaqin, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id
***
**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]
**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


