Kopi TIMES

Guru Indonesia di Era Digital

Rabu, 18 Januari 2023 - 14:44 | 43.73k
Karnada Nasution, S.Pd, Guru Al-Qur'an Hadis di MTs Negeri 4 Mandailing Natal.
Karnada Nasution, S.Pd, Guru Al-Qur'an Hadis di MTs Negeri 4 Mandailing Natal.

TIMESINDONESIA, SUMATERA – Zaman bersifat dinamis, zaman bersifat tentatif yang bisa berubah dari masa ke masa. Manusia pada dasarnya dituntut agar bisa mengikuti perkembangan zaman agar tidak mengalami ketertinggalan meskipun faktanya masih banyak yang mengabaikan.

Dalam menghadapi perubahan tentu diperlukan kemampuan dan kesiapan dalam beradaptasi agar terbiasa dan mampu mengikuti perubahan. Perubahan yang terjadi sebenarnya merupakan hasil dari kebutuhan manusia, adanya inovasi dan kreasi membuat manusia lebih mudah dalam menerima informasi dan melakukan komunikasi yang dulunya terbatas sekarang tanpa batas (limitless). 

Advertisement

Bisa dikatakan sekarang kita hidup di zaman modern dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi yang membuat segalanya lebih mudah baik dari segi menerima dan mendapatkan informasi, melakukan komunikasi, mendapatkan pelayanan, mencari hiburan dan semuanya bisa diperoleh dengan mudah dan cepat dengan berbagai aplikasi yang tersedia dalam sebuah alat yang disebut gadget. 

Gadget atau smartphone merupakan salah satu bentuk kemajuan dalam teknologi alat komunikasi di mana dalam beberapa tahun yang lalu alat komunikasi masih terbatas yang hanya melalui suara namun sekarang dua orang yang berada di tempat berbeda sudah bisa saling bertatap muka dengan memakai aplikasi google meet, zoom, whatsapp video call dan lain lain. 

Kecanggihan ini sudah seharusnya dimanfaatkan dengan baik, digunakan untuk kemaslahatan, kebaikan dan pengembangan. Terbukti, dengan hadirnya berbagai platform membantu masyarakat baik dalam dunia usaha, kesehatan, pemerintahan dan pendidikan dalam menjalankan tujuan ketercapaian keinginan suatu organisasi tertentu. 

Dalam dunia pendidikan khususnya, zaman modern dengan berbagai kecanggihan digital yang sudah ada memberikan peluang dan kesempatan emas kepada para pendidik bangsa untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran e-learning misalkan, merupakan hasil dari pemanfaatan perkembangan teknologi yang ada, dengan pembelajaran digital guru dan peserta didik bisa melakukan pembelajaran jarak jauh (dalam jaringan) di mana hal ini akan membuat guru berkreasi dalam menyusun langkah-langkah dan mengontrol proses pembelajaran digital.

Di balik beberapa hal positif dari pemanfaatan teknologi modern yang diungkapkan sebelumnya, tentunya dalam pelaksanaan kita masih sering melihat kendala yang dihadapi para guru di mana kendala tersebut menunjukkan ketidakmampuan guru dalam pemanfaatan sistem yang ada. Di samping itu, para guru dihadapkan dengan tantangan dan hambatan dalam pemanfaatan digital di era modern seperti sekarang ini.

Tantangan

Menghadapi sebuah perubahan tentu tidak terlepas dari sebuah tantangan yang harus dihadapi, dengan persiapan dan keuletan maka tantangan yang ada akan mudah teratasi. Di samping itu, kerjasama (kolaboratif) sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan dalam pembelajaran digital di era modern ini.

Tantangan yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah faktor eksternal guru yaitu : 

1. Limitasi sarana

Dimaksud sebagai kurangnya/terbatasnya fasilitas/sarana prasana dalam mendukung terjadinya proses pembelajaran digital. Masih sering kita temukan banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas seperti laboratorium komputer atau sejenisnya sehingga terkendala dalam pembelajaran digital. Di samping itu, tidak menutup kemungkinan masih banyak guru dan peserta didik yang tidak memiliki alat elektronik seperti laptop dan smartphone dan atau masalah jaringan yang belum menjangkau beberapa daerah sehingga untuk melaksanakan pembelajaran digital masih sulit untuk diterapkan.

2. Dilema konten 

Hadirnya berbagai macam konten baik konten yang positif maupun negatif sama-sama menjadi daya tarik bagi penikmat digital. Hal tersebut berlaku pada peserta didik yang sering lebih tergiur pada konten-konten diluar berbaur pendidikan (education) seperti game, media sosial dan lain-lain. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menciptakan konten edukasi yang baik agar peserta didik tidak terus menerus terkontaminasi hal-hal yang kurang baik.

Hambatan

Selain tantangan tentunya guru juga sering mengalami hambatan dalam pembelajaran digital. Hambatan diartikan sebagai halangan atau rintangan. Hambatan yang dimaksud dalam hal ini adalah faktor internal guru yaitu :

1. Literasi digital

Berkaitan dengan bagaimana kemampuan dan keterampilan guru dalam menguasai penggunaan perangkat dan aplikasi. Sering ditemukan guru tidak paham dalam mengaplikasikan aplikasi edukasi di mana mereka terkadang cenderung menutup diri terhadap perkembangan yang ada karena minimnya literasi digital dan pembelajaran konvensional sudah mendarah daging bahkan dianggap paling ampuh dalam proses pembelajaran sehingga tidak open minded dengan perubahan yang ada.

2. Metodologi

Berkaitan dengan cara yang digunakan dalam pembelajaran digital. Terkadang guru telah mumpuni dalam literasi digital namun terkendala dalam metodologi seperti hanya memindahkan cara konvensional ke dalam media digital dan lain lain.

Tantangan dan hambatan yang dikemukakan di atas perlu kiranya guru lebih beradaptasi dengan teknologi digital sehingga pembelajaran berbasis digital dapat dijalankan dengan baik. Sikap terbuka dengan perubahan juga berpengaruh dalam memahami pembelajaran digital terlebih kompetensi pedagogik dalam bidang digital sudah menjadi kompetensi baru yang mesti dikuasai guru di era modern.

Di samping itu, pemerintah juga sedang gencarnya memotivasi guru agar mahir dalam digital yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bidang literasi digital sehingga guru Indonesia mampu dalam menghadapi perubahan di masa modern dengan sistem digitalisasi seperti sekarang ini.

Untuk penutup tulisan ini, penulis teringat dengan ungkapan mahsyur dari seorang Ali bin Abi Thalib: 'Didiklah anak-anak kalian sesuai dengan zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu'.

Berangkat dari ungkapan tersebut sudah sepatutnya guru Indonesia menyesuaikan pola pengajaran sesuai zaman dan berupaya meningkatkan kompetensi digital agar pembelajaran di era digital dapat terlaksana dengan baik.

***

*) Oleh: Karnada Nasution, S.Pd, Guru Al-Qur'an Hadis di MTs Negeri 4 Mandailing Natal.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES