Kopi TIMES

Yuk Jadi Konsumen Cerdas Melalui Kode Kemasan Plastik

Jumat, 27 Oktober 2023 - 20:12 | 43.94k
Putri Wulandari Zainal, PhD (Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas)
Putri Wulandari Zainal, PhD (Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, SUMATERA – Plastik kemasan memiliki kontribusi yang paling besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya plastik kemasan, produk makanan dan minuman dapat dibawa lebih jauh serta melindungi bahan pangan, gel, cairan, dan barang khusus lainnya. Sehingga dapat bertahan lebih lama di rak penyimpanan. 

Plastik kemasan yang selalu berada di sekitar kita terbuat dari beragam bahan campuran seperti minyak bumi, karbondioksida, tongkol jagung, dan bahan kimia lainnya. Oleh karena itu, proses daur ulangnya juga bervariasi tergantung bahan pembentuk tersebut. 

Advertisement

Dengan variasi ini, maka kode identifikasi pada setiap kemasan yang digunakan sangat diperlukan. Sehingga kita dapat menggunakan plastik kemasan tersebut sesuai dengan kegunaan (sifat fungsionalnya), aturan penggunaan, serta proses daur ulang yang tepat sasaran. 

Memahami lebih dalam makna dari kode-kode dibalik kemasan tersebut juga dapat membantu kita dalam penggunaan kemasan ataupun wadah plastik yang tepat. Guna tidak membahayakan kesehatan diri sendiri. 

Penggunaan yang tidak tepat sesuai fungsi kemasan akan menyebabkan monomer atau bahan pembentuk kemasan bermigrasi ke produk-produk yang kita gunakan. Oleh karena itu, yuk mengenal lebih jauh tentang arti dan maksud dibalik kode-kode unik tersebut.

Polyethylene Terephthalate (PET) 

Plastik kemasan yang berlambangkan 1 ini, biasanya digunakan untuk botol minuman seperti air mineral, jus, soft drink, minuman olahraga, tetapi tidak untuk air hangat atau panas. Selain itu, juga digunakan untuk botol salad, selai kacang, dan selai lainnya. 

Setelah di daur ulang, biasanya botol ini dijadikan sebagai bahan pembuat bantal, material pengisi sleeping bag, botol softdrink dan carpet mat. Jika kita amati secara fisik, botol PET ini transparan atau tembus pandang, jernih, kedap gas dan air, tahan terhadap temperatur higga 80 (C. 

Warning yang harus diingat dari botol kemasan yang berlambang 1 ini adalah direkomendasikan Hanya sekali pakai. Hal ini dikarenakan bila terlalu sering digunakan, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat. Maka lapisan polimer botol dapat meleleh dan mengeluarkan zat karsiogenik atau beracun yang menyebabkan iritasi kulit, infeksi pernafasan, dan dapat meningkatkan resiko kanker pada manusia.

High Density Polyethylene (HDPE)

Plastik kemasan dengan kode 2, biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk kemasan susu, air, jus, botol detergent, tube yoghurt, margarine, kantong atau tas belanja. Saat kemasan di daur ulang, maka hasilnya akan dijadikan sebagai bahan pembuat kotak pos dan botol cairan pembersih. 

Kemasan HDPE ini merupakan salah satu kemasan bahan plastik yang aman karena mampu mencegah reaksi kimia antar kemasan plastik dan makanan/minuman yang dikemas. Akan tetapi, kemasan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

Vinyl atau Polyvinil Chlorida (PVC)

Plastik dengan kode 3 ini biasanya di gunakan sebagai pembungkus (cling wrap), botol, dan pipa. Bahan ini merupakan produk plastik yang paling sulit untuk di daur ulang. Plastik ini di kategorikan plastik yang menghasilkan senyawa toksik karena penggunaan kemasan ini dalam keadaan panas akan menyebabkan tercemar dioksin yang berbahaya bagi manusia.

Low Density Polyethylene (LDPE)

LDPE adalah termoplastik yang terbuat dari monomer etilen seperti HDPE. Sifat-sifat plastik yang berkode 4 ini antara lain: tahan lama dan fleksibel, tidak mudah pecah, tahan terhadap asam, basa, dan minyak, tidak melepaskan bahan kimia yang berbahaya. Dengan adanya karakteristik tersebut maka plastik berkode 4 ini dapat dijadikan pilihan yang aman untuk menyimpan makanan. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kemasan ini digunakan sebagai kantong roti, kantong makanan beku, botol lunak yang dapat ditekan (botol saus dll), cling wrap, kantong sandwich, shrink-wrap, stretch-film. Kemasan ini sulit dihancurkan, namun dapat di daur ulang. 

Polypropylene (PP)

Polypropylene merupakan salah satu jenis plastik yang juga aman bagi manusia karena memiliki ketahanan kimia dan kelembaban yang baik, ringan, dan kuat serta tahan terhadap panas. Penggunaan PP pada kehidupan sehari-hari seperti wadah yogurt, botol minuman untuk bayi, peralatan microwave, container plastik (Tupperware), piring dan cangkir sekali minum, tutup botol, pelapis kotak sereal, sedotan, AMDK gelas.

Polystyrene (PS)

PS merupakan plastik berbasis petroleum yag terbuat dari styrene monomer. Dalam kehidupan sehari-hari PS memiliki nama dagang Styrofoam. PS biasanya digunakan untuk tempat makan, minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telur, coat hanger, mainan anak. Kemasan dengan bahan PS ini sulit untuk didaur ulang. Sebaiknya kita harus menghindari penggunaan produk dengan nomor kode 6. 

PS memiliki polimer aromatic yang dapat memigrasi styrene ke dalam makanan saat makanan tersebut bersentuhan. Tetapi, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan Komisi Eropa atau Otoritas Keamanan Pangan Eropa pada tahun 2014, telah melakukan studi untuk mengevaluasi keamanan penggunaan PS terhadap makanan. 

Hasil yang didapat pada riset tersebut adalah PS aman untuk kemasan produk makanan dengan ketentuan temperature saat penggunaan makanan tersebut harus 90(C sehingga mengurangi resiko buruk untuk kesehatan manusia.

Other 

Plastik dengan kode 7 merupakan komplek group karena berbagai macam tipe plastik masuk kedalam kelompok ini seperti polycarbonates (PC), polylactic acid (PLA), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), acrylic, melamine, dan nylon. 

Contoh produk: Lego blocks, computer keyboards, kantong plastik, botol susu bayi, gelas anak batita, dan kaleng kemasan makanan dan minuman. Gallon isi ulang, botol minuman dan susu biasanya digunakan plastik dari susunan monomer polycarbonates. 

Identifikasi secara fisik PC memiliki ciri-ciri; keras, kuat, dan tahan panas. Saat ini, penggunaan kemasan PC masih memiliki dilemma pro dan kontra. Pro: kode 7 ini sulit di daur ulang tetapi kokoh sehingga dapat digunakan berulang-ulang seperti gallon sehingga dapat mengurangi tumpukan sampah yang sulit di daur ulang. 

Kontra: adanya bahaya kandungan bisfenol A (BPA). Jika bermigrasi ke bahan makanan yang dikemas maka diduga akan merusak kesehatan manusia. 

Migrasi BPA  ke bahan pangan yang dikemas tidak dapat terjadi dengan mudah. Seperti yang dilontarkan oleh beberapa peneliti bahwasanya BPA dapat berpindah atau bermigrasi jika suhu lingkungan ataupun di dalam kemasan dinaikan karena pemanasan yang melebihi ambang batas suhu toleransi kemasan tersebut. 

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh Dwijayanti et al., tahun 2023 dengan judul “Analis bisphenol A dan di-ethylhexyl phthalate dalam air gallon yang beredar di kota Makasar”, di dapatkan hasil bahwa tidak terdeteksi adanya migrasi bisphenol A pada gallon air baik yang terpapar cahaya matahari ataupun tidak. 

***

*) Oleh: Putri Wulandari Zainal, PhD (Staf Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES