Kopi TIMES

Peran Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 02 November 2023 - 14:39 | 40.15k
Moch. Vicky Shahrul H (Santri Mahad Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Malang)
Moch. Vicky Shahrul H (Santri Mahad Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebagai negara yang besar, Indonesia memiliki kekayaan sumber alam yang begitu melimpah. Dilansir dari Data Kementerian Keuangan Indonesia, jikalau jumlah sumber daya alam Indonesia dirupiahkan, besar kemungkinan aset negara bisa mencapai ribuan triliun rupiah.

Namun, yang menjadi pertanyaan, kenapa hingga hari ini negara kita belum mampu menjadi negara digdaya. Seperti halnya negara tetangga, Singapura misalnya? Faktor apa yang melatar belakangi tidak majunya negara kita. Padahal sumber daya alam yang kita miliki begitu melimpah?

Hemat penulis, pendidikan yang ada di negara kita adalah salah satu faktor utama dimana kita sulit untuk menjadi negara maju. Kenapa? Melihat pentingnya pendidikan untuk menciptakan manusia berkualitas. Namun kenyataannya hari ini, baik pemerintah atau masyarakat belum terlalu memperhatikan pendidikan yang kian hari penuh dengan problem yang begitu kompleks.

Begitu melimpahnya sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara, tidak berarti apa-apa bilamana sumber daya manusianya tidak bisa apa-apa. Banyak negara maju yang kini menjadi kekuatan terbesar di dalam kancah dunia internasional, yang sudah membuktikan bahwa pendidikan adalah salah satu faktor utama dalam menentukan kemajuan negara.

Singapura misalnya. Negara yang luasnya tidak melebihi pulau Jawa ini, menerapkan progam dimana seluruh warganya diharuskan untuk mengikuti pendidikan seumur hidup. Negara ini mencoba menciptakan masyarakat yang cinta dan menguasai terhadap ilmu pengetahuan.

Negara Singapura menyadari, dengan sumber daya alam yang sedikit, jelas mereka tidak bisa mengandalkan sumber daya alam yang ada. Dari situ, mereka mulai bergerak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. 

Tentunya mereka menyadari, pendidikan adalah media utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Sehingga, tak khayal ketika pendidikan di Singapura begitu diperhatikan. sampai kampus disana menjadi rujukan utama mahasiswa seluruh dunia untuk menimba ilmu pengetahuan.

Dari gambaran di atas, tidak ayal ketika hari ini, Singapura bisa menjadi negara digdaya. Menguasai segala aspek kemajuan suatu bangsa, mulai dari ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. 

Hal inilah yang kiranya perlu menjadi perhatian oleh negara kita, Indonesia. Berkaca dari Singapura, seharusnya negara kita, Indonesia, juga perlu dan bahkan harus untuk lebih memperhatikan pendidikan yang ada. 

Terlebih, negara kita sendiri memiliki cita-cita yang begitu besar, yakni menuju Indonesia Emas tahun 2045. Tentunya cita-cita ini adalah keinginan semua masyarakat Indonesia, dan kita tidak ingin ketika di waktu yang sudah ditentukan belum bisa menjadi negara maju.

Untuk lebih meyakinkan bahwa cita-cita negara kita bisa direalisasikan, kontribusi kita, tidak hanya pemerintah, harus dikerahkan dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan. Semua aspek, baik pemerintah atau rakyat, harus bahu-membahu untuk bagaimana pendidikan yang ada hari ini bisa ditingkatkan. Sehingga bisa menciptakan masyarakat yang berkualitas.

Dari pihak pemerintah, mungkin melalui sistem pendidikan dan kurikulum yang ada, bisa diperhatikan lebih lanjut apakah masih relevan seiring dengan perkembangan teknologi yang ada. 

Juga dari pihak masyarakat sendiri, harus ikut serta untuk mendukung apa yang sudah ditentukan dari pemerintah. Sekali lagi, bahu membahu dan saling menyadari bahwa pendidikan begitu penting untuk kemajuan suatu negara.

Sekali lagi, penulis hendak menegaskan bahwa sumber daya alam yang melimpah, tidak akan ada apa-apanya bilamana sumber daya manusia yang ada tidak bisa apa-apa. Semoga cita-cita negara kita di masa depan untuk menjadi negara digdaya, Indonesia Emas 2045 bisa terealisasikan tepat pada waktunya.

***

*) Oleh : Moch. Vicky Shahrul H (Santri Mahad Aly An-Nur II Al-Murtadlo, Malang)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES