Kopi TIMES

Malang, Kota yang Dicintai dengan Keindahan yang Tak Tertandingi

Jumat, 17 November 2023 - 11:12 | 41.45k

TIMESINDONESIA, MALANG – Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur, setelah Surabaya. Dikenal dengan sebutan Kota Pendidikan, Kota Pariwisata, Kota Pelajar, serta Kota Bunga, kota ini terletak di dataran tinggi yang sejuk dan menawarkan pemandangan gunung yang memanjakan mata.

Lingkup kisah dan pesona Kota Malang sangatlah luas. Di sepanjang jalan, kita akan menemui banyak julukan yang menghiasi kota ini. Malang juga memberikan inspirasi yang melimpah bagi siapa pun yang mengunjunginya, baik dalam hal pendidikan, asmara, karier, maupun politik.

Keberanian cinta dan semangat untuk merangkai hidup senantiasa tumbuh subur di Kota Malang. Bahkan, luka dan kekecewaan tak dapat dipisahkan dari pengalaman para penduduknya. Bagi saya, Malang bukan hanya kota yang terasa dingin karena letaknya di dataran tinggi, melainkan juga punya kehangatan tersendiri. Kota ini memberikan kenangan tak terlupakan di tengah indahnya panorama alamnya.

Banyak pengetahuan dan pengalaman berharga yang saya dapatkan di sini, termasuk pertemuan dengan teman, sahabat, bahkan pasangan hidup, meskipun akhirnya semua itu hanya tinggal kenangan. Bagaimanapun ceritanya berakhir, Malang selalu mengajak kita untuk menuliskan kisah hidup dengan warna yang berbeda.

Setiap perjalanan meninggalkan kesan manis maupun pahit. Kota Malang telah mencatat semua cerita ini sebagai kenangan untuk masa depan. Inti dari semuanya adalah menerima, belajar untuk menjalani rasa sakit, dan menemukan kebahagiaan.

Kutipan dari Fiersa Besari, "Cinta bukanlah tentang melepaskan tapi merelakan. Bukan tentang memaksa tapi memperjuangkan. Bukan tentang menyerah tapi mengikhlaskan. Bukan tentang membatasi tapi memberi kebebasan."

Maka dari itu, bagi mereka yang akan memulai kisah, penting untuk memperhatikan makna di balik kalimat cinta yang diungkapkan. Seiring dengan perjalannya, kekuatan cinta yang sering diucapkan akan diuji.

Karena cinta yang sejati tidak diperoleh dengan paksaan. Selalu ada cara untuk terus berjuang membuktikan keberadaannya, meski tidak berada di jalur yang sama. Cinta selalu menemukan jalan untuk kebahagiaan, karena alam selalu berubah.

Cinta, kenangan, dan Malang selalu terikat erat bersama. Kehadiran cinta akan selalu menjadi cerita di antara luka, sementara Malang menjadi tempat terindah untuk mengenang semua kisah, walaupun kenangan pahit masih menghantui di setiap musimnya.

Malang benar-benar mencerminkan julukannya sebagai Kota Bunga dan Kota Kenangan. Seperti bunga-bunga, kota ini menyebar harum dan keindahan yang serupa. Meskipun tidak semua bunga terlihat harum dan indah, namun mereka tetap memiliki sisi positif untuk menyembuhkan luka.

Sepertinya setiap hubungan yang dimulai di kota ini akan mengikuti namanya, Malang. Yang dimulai di sini akan selalu berakhir "malang". Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak perantau yang meraih kesuksesan di Kota Malang, baik dalam pendidikan, asmara, maupun politik.

Perlu disoroti bahwa setiap percintaan dan kisah di Kota Malang memiliki nilai tersendiri. Alam dengan caranya sendiri berupaya mendidik kita untuk menjadi manusia yang sabar dan ikhlas dalam menghadapi kehidupan, tak peduli apa pun yang terjadi.

Semua kenangan yang pernah terjadi pasti telah diwarnai dengan keindahan dan kebesaran alam yang mengatur Kota Malang. Meskipun demikian, kota ini tetap menjadi tempat yang damai untuk dihuni, menjadi tempat penyejuk bagi siapa pun yang merasa gelisah di dalam hati.

“Cinta hadir untuk menguatkan, bukan untuk melemahkan. Kenangan hadir sebagai pelajaran, bukan untuk diulang.”

***

*) Oleh: Nizar (Mahasiswa Universitas Islam Malang)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES