Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Tujuan Barat Mempelajari Islam

Kamis, 23 November 2023 - 12:57 | 22.04k
Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Terdapat tujuan yang ingin dicapai oleh orang barat dalam mempelajari Islam sebagai berikut:

Pertama, untuk menarik simpati kalangan umat islam. Dengan mempelajari islam, diharapkan masyrakat islam tidak lagi menaruh benci, curiga atau ragu-ragu menerima kehadiran orang barat. Mereka yang bertujuan mempelajari islam seperti ini biasanya mencoba menyajikan ajaran islam secara positif.

Mereka misalnya menunjukkan kehebatan dan keistimewaan ajaran islam, seperti mengagung-agungkan Al-Qur’an Nabi muhammad SAW, perhatian islam terhadap ilmu pengetahuan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, demokrasi, dan lain sebagainya. Penyajian islam yang demikian itu misalnya dijumpai pada buku kekaguman dunia barat terhadap islam sebagaimana ditulis oleh A. Hasyem. Namun di balik sanjungan dan pujian ini terkandung maksud untuk meninabobokan umat islam, sehingga merasa puas dan bangga dengan dirinya, lalu Terhenti melakukan berbagai kreativitas dan inovasi.

Kedua, untuk memelahkan islam dari dalam, misalnya dengan cara mengambil kesimpulan yang keliru tentang al-sunah dan fikih sebagaimana telah dikemukakan george sale tentang al-quran, goldziher tentang hadis, dan tentang fikih oleh Noel J.Coulson, sebagaiman dikeumkan sebelumnya.upaya ini mereka lakukan antara lain sebagai sebuah strategi dan pendekatan baru untuk menguasi dan menjajah umat islam dengan cara menggunakan warisan budaya dan peradaban islam sendiri dengan cara mencari-cari celah yang mereka dapat putarbalikan. Cara ini antara lain dilakukan sebagai bentuk lain melakukan balas dendam atau kekalahan mereka dalam perang salib pada abad ketiga belas, empat belas, dan lima belas yang lalu.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Ketiga, untuk menunjukkan superioritas merka sebagai orang barat. Ilmuwan barat, khususnya orientalis, senantiasa merasa bahwa ”barat” adalah “guru” dalam segala hal, khususnya dalam logika dan pradaban. Mereka cenderung tidak mau digurui olah orang timur. Keadaan ini pada rahap selanjutnya menimbulkan rasa egoistis dalam sikap mereka.menganggap bahwa sejara bermula dari barat dan bermuara ke barat. Dengan sikap uang superioritas, arogan dan egoistis ini, barat ingin menjadi model dan rujukan bagi umat islam.

Keempat, untuk memperjuankan doktrin-dokrtin mereka yang tidak boleh dikeritik. Di antaranya adalah dua dokrin inti, yaitu bahwa Al-Qur’an dalam pandangan insan barat bukan kalam Allah, dan Muhammad bukan Rasul Allah.

Doktrin ini sudah terlebih dahulu tertanam dalam pikiran mereka sebelum meneliti (prakonsepsi), sebab ini merupakan doktrin agama mereka yang ditanamkan sejak kecil. Dengan demikian, penelitiannya di arahkan hanya untuk mendukung asumsinya saja, bukan ingin mencari kebenaran secara objektif dan “bebas” kerena itulah penelitian barat menelan mentah-mentah riwayat palsu, memercayai kebohongan, membesarkan masalah-masalah kecil, mengangkat syubhat (tuduhan palsu) sebagai hujah (argumentasi), beralasan dengan sesuatu yang tidak diakui sebagai dalil. Menolak semua pendapat yang berbeda dengan pikiranya, sekalipun benar dan argumentatif.

Kelima, untuk kepentingan negara-negara tertentu untuk mendanai kajian tersebut. Percuma saja negara barat menhamburkan uangnya jutaan bahkan miliaran dollar hanya untuk kepentingan ilmiah semata, kalau bukan karna ada terget-terget tertentu yang sangat berharga bagi kepentingan mereka. Terget ini bersifat politis, bisnis, strategis, dan misi. Hal ini pernah diungkap ileh islamil al-furuqi dalam sebuah artikelnya di majalah, the contemporary muslim, bahwa studi islam di barat, khususnya di amerika serikat, tidak pernah lupa dari misi zioniz dan salibis. Orientalis yang mengajar di jurusan ini, katanya, sebagian besar orang yahudi atau kristen fanatis.

Di beberapa universitas amerika, studi islam ditempatkan di fakultas lahut (teologi), jurusan “misionarisme” dan materinya di kenal dengan “pendidikan agama” dosen-dosen yang ada di sini semata-mata kerjanya mencari “titik-titik lemah” islam untuk diserang. Oleh karena itu, kajian-kajian mereka banyak menyangkut aliran-aliran yang menyimpang, seperti Syi’ah Isma’iliyah, Tasawuf, Ahmadiyah, dan Bahaiyyah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Selain itu, banyak kaum orientalis yang terkenal di Indonesia karena buku-bukunya banyak beredar di negeri ini. Misalnya, Snouck Hurgronje, H.Kraemer, H.A.R. Gibb, Philip K. Hitti, W.C Smith, J. Schach, L. Stoddard Dan Nicolas P. Aghnides. Contoh catatan dari apa yang mereka tulis sebagai bukti bahwa mereka telah menulis islam secara salah; dalam buku “muhammadanism” oleh H.A.R. Gibb, ia telah salah paham dengan Carlyle tentang Qur’an: sebagai pembaca yang melelahkan yang pernah saya lakukan, menjemukan, bingung, kacau, tidak teratur. Tidak ada sesuatu melainkan rasa kewajiban itulah yang dapat mendorong seorang eropa membaca seluruhnya.

Namun demikian, belajar islam dari orang barat bagi orang yang telah kuat kecintaanya dan komitmennya untuk memulihkan islam, berkepribadian baik, dan menguasai bahasa arab dan ilmu-ilmu pendukung lainnya dengan paripurna, ada gunanya juga.beberapa guru besar di al-azhar sendiri misalnya banyak yang belajar dari ke barat. Dan di antara mereka itu ada yang kemudian cenderung membenarkan pendapat- pendapat dari barat, seperti yang diperlihatkan oleh ali abd. Al-Razik, Dan Taha Husein, dan ada pun yang belajar di barat, tetapi mereka tidak menjadi orang yang berpahaman barat, malah mereka ini berusah mengkeritik dan menunjukkan berbagai kelaman dari barat. Mereka di antara lain Muhammad Abduh, Ahmnad Syalbi, Mahmud Qomar, Zuglul Al-Najjar, Dan Masih Banyak Lagi. Kaidah Ushul fiqih Yang Berbunyi Jalb Al-Mashalih Wa Dar’u Al-Mafasid, yakni mengambil yang bermanfaat dan meninggalkan yang merusak, kiranya dapat di terapkan.

Sejarah mencatat sejumbalah nama orientalis yang menghasilakan karya yang sering di gunakan umat islam, misalnya Kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras Li Alfadz Al- Hadis karangan orientalis belanda bernama Weinseink. Kitab ini merupakan kamus tentang hadis Kutub Al-Sittah (Shahih Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasa’i, Ibn Majah, Dan Abu Daud) yang dapat membantu seseorang menemukan hadis yang terdapat dalam kitab kutub al-sittah lengkap dengan sanadnya.

Buku ini sangat diperlukan untuk men-takhrij atau menentukan derajat kesahihan hadis. Demikian juga dengan kamus bahasa arab yang berjudul A Modern Written Arabic yang di tulis oleh Hans Wehr. Kamus ini sangat diperlukan, karena sifatnya yang cukup lengkap dalam memberi makna suatu kosakata bahasa arab.

Selain itu, harus diakui, bahwa etos melakukan penelitian yang ditandai dengan ketekuna, ketelitian, kesabaran, ketelatenan, dan kedetailan saat ini banyak dimiliki oleh para orientalis barat. Dengan didukung oleh kampuan metodologi yang kuat serta dana yang cukup besar, orientalis barat lebih memungkinkan mampu mengeksplorasi data yang lebih banyak dan mendetail.

Berbagai karya ilmiah mereka selain ditandai dengan kecermatan dalam menemukan fokus permasalahan penelitian, juga mereka dapat menemukan grand theory yang digunakan, data yang lengkap, serta ketentuan yang luar biasa. Etos kerja yang demikian ini sesunggunya telah dimiliki oleh para ulama islam di zaman klasik, seperti Imam Bukhari, Imam Syaf’i, Ibn Khaldun dan sebagainya. Namun pada saat ini, etos penelitian yang kuat itu berada pada tangan peneliti barat. Di masa sekarang dan yang akan datang etos penelitian yang kuat ini harus dikuasi kembali oleh umat islam

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Dr. Kukuh Santoso, M.Pd, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES