Kopi TIMES

Peran Besar Seorang Ibu

Kamis, 04 Januari 2024 - 17:19 | 34.15k
Alfan Jamil, Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid dan pengajar di PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan.
Alfan Jamil, Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid dan pengajar di PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan.

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Suatu waktu, seorang habib bernama Habib Jamal bin Hamid al-Hamid dari Probolinggo memberikan mauidzoh kepada para santri dan masyarakat pada acara khotmil Qur’an bersama majelis Ahbabul Musthofa di Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan. Beliau merupakan tokoh dan habib yang usianya masih cukup muda, namun dengan usianya yang muda itu justru benar-benar beliau manfaatkan untuk berdakwah dan aktif di berbagai majelis ilmu dan dakwah. 

Dari beberapa materi yang disampaikan, beliau sedikit menyinggung tentang kisah seorang sosok perempuan yang luar biasa bernama Sayyidah Khadijah dalam ceramahnya. Beliau mengatakan bahwa orang yang tidak mengenal Sayyidah Khadijah sungguh ia termasuk orang-orang yang merugi. “Sayyidah Khadijah siapa yang gak kenal dia, sungguh rugi orang yang gak kenal dia, karena Nabi Muhammad SAW bisa jadi hebat, bisa jadi mantep, kuat dalam menghadapi orang-orang kafir quraisy dan umatnya, pasti dibelakangnya karena sebab Sayyidah Khadijah ra”. Ungkapnya. 

Hal tersebut merupakan contoh dan potret bagi umat Islam, bahwa Nabi Muhammad SAW yang merupakan manusia yang sempurna, manusia yang hebat, bisa menjadi hebat sebab di belakangnya ada seorang sosok perempuan yang hebat pula yaitu Sayyidah Khadijah ra. 
Beliau Habib Jamal juga menyampaikan bahwa ada seorang ulama’ besar bernama Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas pernah berkata: “kalau kalian ingin memiliki seorang anak yang hafidz al-Qur’an maka usahakan ketika masih bayi, ia sudah terbiasa mendengarkan al-Qur’an, kalau kalian ingin anak kalian hatinya bersih maka biasakan sejak bayi ia sudah terlatih bangun malam, apabila kalian menginginkan anak kalian mendapatkan semua itu (hafidz al-Qur’an, alim, wali, hatinya bersih) maka carikan ibu yang hebat”. 

Mengapa harus dicarikan ibu yang hebat, Habib Jamal mengungkapkan-alasannya adalah karena seorang ibu merupakan pendidik pertama bagi seorang anak. Dari apa yang telah disampaikan oleh Habib Jamal, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kesalehan seseorang dan para ulama’ tidak lepas dari sosok ibu yang luar biasa mendidik dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Seorang ibu mempunyai peran yang sangat strategis dalam membentuk kepribadian anaknya hingga menjadi sosok yang hebat dan shaleh. 

Berkenaan dengan hal ini, ada sebuah hikayat yang singkat tapi syarat akan sebuah keteladanan. Dahulu, ketika Imam Anas ditawarkan untuk menikah dengan seorang perempuan yang sholihah, beliau tanpa ragu langsung menyetujui permintaan tersebut. Akan tetapi setelah menikah hubungan keduanya kurang harmonis, Imam Anas-ayah daripada Imam Malik-tidak menyukai istrinya bahkan menjauhinya, namun demikian beliau tetap teguh dan berkomitmen untuk melanjutkan dan mempertahankan pernikahannya. 

Pada suatu saat, keduanya mulai akur dan melakukan hubungan layaknya suami istri yang pada akhirnya melahirkan seorang anak yang jenius dan membanggakan bernama Malik. Melalui keteguhannya dalam menjalani lika-liku asmaranya, Allah memberikan anugerah yang besar yaitu seorang anak yang kelak menjadi pendiri madzhab fikih yang sekarang kita kenal dengan madzhab maliki. 

Di tangan ibundanya, Imam Malik lahir sebagai sosok yang giat dalam menuntut ilmu, sampai suatu ketika seorang tokoh bernama Ibnu Abi Uwais berkata: Aku pernah mendengar pamanku Malik bin Anas bercerita, “Dulu sewaktu aku masih kecil, ibuku biasa memakaikan pakaian dan imamah padaku, kemudian ia mengantarkanku kepada Rabi’ah bin Abi Abdirrahman. Ibuku mengatakan; Anakku, datanglah ke majelisnya Rabi’ah, pelajari akhlaq dan adabnya sebelum engkau mempelajari hadits dan fikih darinya”. 

***

*) Oleh : Alfan Jamil, Alumni PP. Nurul Jadid dan Ma'had Aly Nurul Jadid Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. S2 di Universitas Nurul Jadid dan Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid serta pengajar di PP. Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES