Kopi TIMES

Dihantui Politik Uang, Pemuda Bisa Apa?

Senin, 15 Januari 2024 - 19:42 | 29.49k
Andika Pratama Setiawan, Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Andika Pratama Setiawan, Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya.

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kemunculan politik uang sebenarnya telah dilarang oleh pemerintah Indonesia dan larangannya termaktub pada beberapa pasal pada UU No. 7 Tahun 2017 meliputi pasal 278 ayat (2), 280 ayat (1) huruf j, 284, 286 ayat (1), 515, serta 523 yang berkenaan dengan perhelatan pemilu. Misal saja dalam pasal 280 ayat (1) huruf j menerangkan mengenai larangan yang ditujukan terhadap penyelenggara, peserta, sampai dengan tim pemenangan kampanye dalam hal menyodorkan uang maupun materi-materi lainnya kepada calon konstituen agar bisa memberikan hak pilihannya terhadap calon tertentu. 

Meskipun telah ada regulasi yang melarang praktik politik uang di Republik Indonesia, namun pada realitasnya praktik ini masih kerap menghantui dalam perhelatan pemilu era reformasi.
Politik uang yang menghantui pemilu Negara Republik Indonesia memunculkan rasa prihatin yang cukup mendalam lantaran ada pada peringkat tiga tingkat internasional yang berdasarkan pada penelitian yang telah dilaksanakan oleh IPI (Indikator Politik Indonesia) di tahun 2018. Penerimaan politik uang yang telah diakui oleh pemilih telah mencapai rata-rata 28,6%. Sementara, 33% sebagai jumlah angka tertinggi melalui beragam cara atau langkah-langkah dalam mengajukan pertanyaan yang disodorkan kepada para responden di tahun 2014. 

Sasaran empuk dari teror politik uang ialah individu-individu yang memiliki relasi kedekatan secara harmonis dengan para elit politik maupun partai politik yang akan maju dalam pertarungan pemilu. Akan tetapi, politik uang juga selalu meneror kepada para pemilih yang tak mempunyai afiliasi politik yang kuat (swing voters) dengan cara tak terbatas.

Di tahun 2019 masih terdapat politik uang jelang maupun saat pelaksanaan pemilu. Konkretnya, dalam penelitiannya Kasim, A., & Supriadi, S. telah terekam sebanyak 6 kasus di Provinsi Sulawesi Tengah yang meliputi wilayah Kota Palu sebanyak 2 kasus, Kabupaten Boul sebanyak 1 kasus, Kabupaten Sigi 2 kasus, sementara di Kabupaten Tojo Una-Una sebanyak 1 kasus. Kasus politik uang yang terjadi kerap kali berbentuk pembagian uang secara tunai antara Rp50.0000-Rp100.000 per individu sekaligus dalam rupa barang-barang kebutuhan masyarakat seperti halnya sembako, perlengkapan ibadah, serta alat kebersihan rumah tangga (sabun mandi, deterjen, sabun cuci piring).

Dihantui Politik Uang Jelang Perhelatan Pemilu 2024?

Saat ini perhelatan pemilu di tahun 2024 sebagai wujud dari pesta demokrasi rakyat Indonesia hanya tinggal menghitung beberapa hari lagi pelaksanaanya, dimana perhelatan ini dilakukan dengan mekanisme serentak guna melakukan pemilihan Presiden, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kota atau Kabupaten, serta anggota DPD. Pada setiap perhelatan pemilu kerap kali masih dihantui oleh politik uang. Politik uang sendiri bisa dipahami sebagai suatu perwujudan secara konkret yang kerap dijalankan oleh para politisi dalam mencari, memperoleh, maupun merebut kursi kekuasaan atau kepemimpinan politik dengan langkah yang tak sehat maupun curang. 

Politik uang jelang perhelatan pemilu 2024 bisa saja selalu menghantui bahkan terjadi apabila masih terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab kemunculannya, antara lain: Pertama, Beberapa masyarakat bangsa ini masih belum menerima taraf pendidikan yang memadai. Kedua, Pengawasan yang dilakukan oleh pihak berwajib tidak sesuai dengan prosedur serta masih banyak celahnya. Ketiga, Serta adanya tingkat perekonomian sekaligus kesadaran berpolitik yang rendah pada masyarakat bangsa, sehingga menjadikan praktik politik uang untuk sama-sama mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

Terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan oleh politik uang pada perhelatan pemilu, diantaranya yaitu:

Pertama, Kualitas pada integritas pemilu menjadi menurun bahkan bisa mengalami kerusakan dengan hadirnya politik uang. Kedua, Menjadikan biaya untuk maju pada perhelatan pemilu semakin meningkat sekaligus menjadi pemicu munculnya kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aktor politik; Ketiga, Berdampak pada kedaulatan masyarakat bangsa ketika mengambil putusan bersama, yang mana membuat segala bentuk putusan yang didasarkan oleh pemberian nilai menjadi sia-sia sekaligus dipertaruhkan.

Berdasarkan hal itu juga, maka peran beberapa pihak atau elemen masyarakat salah satunya yakni keterlibatan para pemuda menjadi amat penting sekaligus diperlukan oleh negara, guna menanggulangi politik uang yang selalu menghantui pada sistem demokrasi.

Keterlibatan Pemuda dalam Menanggulangi Politik Uang

Pada tiap kesempatan seiring berjalanannya sistem ketatanegaraan Indonesia dari waktu ke waktu, keterlibatan para pemuda sebagai pengawal yang paling depan terhadap kehidupan sosial-politik selalu mengalami peningkatan secara terus-menerus. Keterlibatan para pemuda dalam aktivitas berpolitik maupun berdemokrasi mampu memberikan sebuah rupa sebagai nilai utama yang berkenaan dengan terselenggaranya kehidupan dalam negara serta bangsa.

Dengan adanya politik uang yang selalu menghantui jelang perhelatan pemilu, maka wujud keterlibatan para pemuda menjadi suatu hal yang penting dalam menanggulangi secara ideal dan rasional, sebagai berikut ini: Pertama, Memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk ikut ke dalam pendidikan politik yang berkualitas sebagai bekal dalam mengahadapi berbagai bentuk fenomena politik, salah satunya menghadapi politik uang. Kedua, Meningkatkan kesadaran maupun kepercayaan dalam berpolitik guna melakukan pengawasan yang pastinya harus didasarkan dengan etika politik. Ketiga, Serta terjun langsung ke lingkungan masyarakat sekaligus melakukan interaksi secara baik dengan maksud melakukan pendidikan serta sosialisasi terkait bahaya dari politik uang ketika menjelang serta saat pemungutan suara berlangsung.

Selain berbagai peran pemuda di atas, komitmen para pemuda dalam menjalankan peranannya juga amatlah utama. Sehingga dari hal tersebut politik uang yang menghantui jelang perhelatan pemilu 2024 bisa ditanggulangi secara maksimal.

***

*) Oleh : Andika Pratama Setiawan, Mahasiswa Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES