Kopi TIMES

Gibran sebagai Gerbang Pemimpin Muda Indonesia?

Kamis, 18 Januari 2024 - 14:44 | 23.38k
Muhammad Helmi Nurrohman, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Muhammad Helmi Nurrohman, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Mendekati pemilu 2024, berita politik mengenai kemungkinan Gibran maju sebagai cawapres setelah Mahkamah Konstitusi merubah batas usia minimal Capres-Cawapres menjadi 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah mengundang perhatian publik. Respon masyarakat sangat bervariasi, dari elite politik, mahasiswa, hingga masyarakat umum; semuanya ikut mengomentari hasil putusan MK. Muncul pertanyaan, apakah Gibran sudah cukup berpengalaman untuk maju sebagai cawapres dan bisa bersaing di tingkat global dengan usia yang relatif muda?

Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan "dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," dengan kebebasan sebagai unsur utama. Dalam konteks demokrasi, larangan terhadap Gibran sebagai cawapres dapat dianggap sebagai pelanggaran konstitusi karena dalam demokrasi, setiap warga memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

Kehadiran Gibran sebagai calon pemimpin muda juga dapat menjadi motivasi bagi anak muda Indonesia untuk berlomba menjadi pemimpin, membawa ide-ide baru dalam memimpin negara. Dalam contoh El Salvador, kepemimpinan generasi muda terlihat dalam sosok Nayib Bukele yang terpilih saat berusia 35 tahun. Bukele berhasil menyusutkan angka kriminal, termasuk penurunan signifikan pembunuhan dan pemerasan, serta menghemat $50 juta dengan mengekang praktik pungli oleh geng kriminal, suatu kebijakan yang sulit dicapai oleh para pendahulunya.

Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 68,82 juta penduduk Indonesia termasuk dalam kategori pemuda. Proporsi ini mencapai 24% dari total jumlah penduduk. Data ini menandakan bahwa Indonesia menuju bonus demografi pada tahun 2030. Untuk mendukung bonus demografi, diperlukan pemberdayaan pemuda melalui peluang pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan tuntutan zaman agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang berdaya saing di tingkat global.

Bonus demografi juga adalah dua mata pisau. Pemuda memiliki potensi besar untuk memajukan pembangunan, tetapi kegagalan dalam memanfaatkan potensi mereka secara optimal dapat menjadikan mereka sebagai beban bagi negara dan masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi pemuda dalam pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, diharapkan mampu memajukan birokrasi dan membuka peluang perubahan positif.

Dalam menjawab tantangan bonus demografi, pemimpin masa depan harus memiliki wawasan terhadap isu-isu global, termasuk teknologi dan perubahan iklim. Pemimpin yang visioner mampu merumuskan kebijakan yang relevan dengan tantangan global sambil memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui partisipasi aktif pemuda dalam pemerintahan, pemberdayaan pemuda, dan kepemimpinan yang visioner, Indonesia dapat meraih tujuannya sebagai negara maju pada tahun 2045.

Ruang bagi peran lebih besar pemuda dalam pemerintahan, pemanfaatan bonus demografi secara optimal, dan kepemimpinan yang visioner merupakan landasan penting menuju masa depan gemilang bagi Indonesia. Oleh karena itu, mari bersama-sama mendukung investasi dalam pemuda untuk membangun fondasi yang kuat demi masa depan yang berkelanjutan untuk Indonesia.

***

*) Oleh : Muhammad Helmi Nurrohman, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES