Kopi TIMES

Peran Pendidikan Politik dalam Mengubah Paradigma

Selasa, 23 Januari 2024 - 20:11 | 65.22k
Ulyan Nasri, Dosen Tetap Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur.
Ulyan Nasri, Dosen Tetap Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur.

TIMESINDONESIA, LOMBOK – Indonesia sebentar lagi akan menghadapi pesta demokrasi, dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang melibatkan tiga calon bersaing merebut suara rakyat di Bulan Februari 2024 mendatang. Sebagai bangsa yang menganut sistem demokrasi, keberhasilan pesta demokrasi ini tidak hanya terletak pada proses pemilihan, tetapi juga pada bagaimana masyarakat dapat mengembangkan kehidupan politik yang beradab. Fondasi kokoh untuk mencapai tujuan ini adalah pendidikan politik, sebuah kunci utama yang memegang peran vital dalam membangun masyarakat yang berpartisipasi secara aktif, kritis, dan beradab dalam kehidupan politik.

Pendidikan politik tidak sekadar mengejar pemahaman terhadap struktur pemerintahan atau proses pemilihan umum. Lebih dari itu, pendidikan politik memiliki peran erat dalam membentuk karakter, sikap, dan pemahaman kritis terhadap isu-isu sosial yang menghantui kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, pendidikan politik menjadi instrumen utama untuk menciptakan warga negara yang tidak hanya mengenal hak-haknya, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan negara.

Pentingnya pendidikan politik dalam menciptakan kehidupan politik yang beradab dapat dilihat dari perannya dalam membentuk karakter warga negara. Pendidikan politik yang efektif tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga mengembangkan nilai-nilai moral, etika, dan kepemimpinan yang berkualitas. Warga negara yang beradab adalah mereka yang tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya terhadap kemajuan bersama.

Pendidikan politik harus mampu membentuk sikap partisipatif yang aktif dalam kehidupan politik. Ini melibatkan pemahaman bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam pembentukan kebijakan dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu merangsang minat dan motivasi individu untuk terlibat dalam proses politik, baik melalui partisipasi dalam pemilihan umum, kegiatan sosial, atau berbagai bentuk advokasi masyarakat.

Selain itu, pendidikan politik juga harus menekankan pemahaman yang mendalam terhadap pluralitas dan keragaman dalam masyarakat. Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang menghargai perbedaan dan memiliki kemampuan untuk berdialog secara konstruktif. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan politik harus mencakup isu-isu keberagaman, hak asasi manusia, dan penanganan konflik sebagai bagian integral dari pembelajaran. Pendidikan politik yang inklusif akan membentuk generasi yang tidak hanya paham, tetapi juga menghargai keberagaman dalam tatanan politik dan sosial.

Peran media massa dalam membentuk opini publik juga tidak bisa diabaikan dalam konteks pendidikan politik. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan politik untuk memberikan pemahaman yang kritis terhadap media. Pendidikan politik harus melatih individu untuk menyaring informasi, memahami kerangka berpikir media, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap narasi politik yang disajikan. Masyarakat yang beradab adalah masyarakat yang dapat membedakan antara fakta dan opini, serta mampu berpikir kritis terhadap segala bentuk propaganda atau disinformasi.

Namun, tantangan yang dihadapi dalam menciptakan kehidupan politik yang beradab melalui pendidikan politik adalah ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan. Beberapa kelompok masyarakat masih menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan politik, entah karena faktor ekonomi, geografis, atau sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi ketidaksetaraan ini melalui kebijakan inklusif dan program-program pendidikan politik yang terjangkau.

Dalam menghadapi era globalisasi dan dinamika perubahan sosial, pendidikan politik juga harus mampu menyematkan konsep-konsep baru seperti literasi digital dan pemahaman teknologi informasi. Generasi yang beradab adalah generasi yang tidak hanya memahami perubahan-perubahan global, tetapi juga mampu beradaptasi dan memanfaatkannya untuk kebaikan bersama.

Sebagai kesimpulan, pendidikan politik memegang peran kunci dalam menciptakan kehidupan politik yang beradab. Pendidikan politik bukan hanya tentang transfer pengetahuan, melainkan juga pembentukan karakter, sikap partisipatif, dan pemahaman kritis terhadap isu-isu sosial. Melalui upaya bersama dari pemerintah, lembaga pendidikan, media, dan masyarakat, kita dapat mencapai visi masyarakat yang beradab, aktif, dan berpartisipasi dalam membentuk masa depan politik yang lebih baik. Dengan demikian, pesta demokrasi menjadi panggung utama di mana pendidikan politik berperan sebagai sutradara menuju kehidupan politik yang lebih berkualitas.

***

*) Oleh : Ulyan Nasri, Dosen Tetap Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES