Kopi TIMES

Pengaruh Reality Show Single’s Inferno

Senin, 04 Maret 2024 - 23:33 | 19.56k
Azzahra Pramest, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
Azzahra Pramest, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Reality show atau acara realitas telah menjadi bagian dari banyak jenis tontonan yang tersebar di berbagai platform online maupun siaran televisi. Menurut Widyaningrum & Christiastuti (dalam Khatami, 2022), reality show didefinisikan sebagai acara yang menampilkan kenyataan atau kehidupan masyarakat nyata yang ditayangkan melalui media, dengan tujuan untuk dilihat oleh masyarakat lainnya. 

Alur yang dihasilkan dari reality show pada umumnya akan bergantung pada bagaimana seseorang yang terlihat dalam acara tersebut bersikap, juga situasi seperti apa yang mempengaruhi seorang itu dalam bertindak, menjadikan hal ini sebagai alasan mengapa minat penonton terhadap reality show cenderung stabil dari tahun ke tahun.

Reality show memiliki pengaruh besar bagi para penontonnya. Penonton reality show cenderung akan meniru apa yang ditayangkan dalam reality show, seperti gaya hidup, cara berpakaian, atau perilaku seorang peserta dalam reality show. Selain meniru, penonton juga dapat menerima informasi baru terkait topik yang diangkat oleh suatu reality show dan menjadikannya motivasi untuk belajar hal baru. 

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua hal yang ditayangkan dapat ditiru dan dianggap positif. Reality show seringkali disajikan sebagai "kisah nyata" meskipun banyak di antaranya yang diskenariokan atau dilebih-lebihkan. Hal ini dapat membuat penonton memiliki persepsi yang salah tentang realitas, termasuk ekspektasi yang tidak realistis tentang kehidupan dan hubungan. Sebagai contoh, reality show Single’s Inferno yang baru menamatkan musim ketiganya pada bulan Januari lalu.

Acara yang selalu menempati Top 10 Series di Netflix, Single’s Inferno adalah sebuah acara bertahan hidup yang dibumbui dengan perjuangan cinta para peserta, agar dapat meninggalkan pulau neraka atau inferno dengan pasangannya di akhir musim. Pulau neraka atau inferno yang dimaksud dalam acara ini adalah sebuah pulau terpencil, yang hanya menyediakan tenda untuk istirahat, kamar mandi, dapur yang diisi oleh bahan makan yang terbatas, serta beberapa spot kencan untuk para peserta. 

Dalam satu musim, sekiranya terdapat dua belas jomblo yang tidak mengenal satu sama lain, dan mengharuskan mereka untuk berkenalan antar sesama peserta untuk memenangkan kencan gratis ke pulau surga atau paradise. Paradise yang disebutkan dalam acara ini pastinya adalah kebalikannya dari inferno, dimana para peserta yang mendapat pasangan, berkesempatan untuk menghabiskan waktunya di hotel mewah yang berada jauh dari inferno. Hal yang menarik bagi penonton adalah bagaimana cara peserta agar dapat menikmati kencan gratis di paradise. Para peserta harus memilih satu sama lain agar dapat mendapat tiket ke paradise, dan bagaimana cara mereka memilih satu sama lain, adalah hal yang lebih menarik dari musim ke musim.

Perilaku Para Peserta Single’s Inferno dalam Mencari Pasangan

Terdapat kurang lebih dua belas jomblo setiap musimnya, dengan latar belakang pekerjaan serta usia yang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa peraturan dalam Single’s Inferno dari musim pertama hingga musim ketiga tetap sama, yaitu dilarang menyebutkan pekerjaan dan usia saat peserta masih tinggal di pulau neraka. Peserta hanya diperbolehkan untuk mengungkap pekerjaan dan usia mereka pada saat di paradise. Selama sepuluh hari, peserta diberi waktu untuk berkenalan dengan lawan jenis di pulau neraka, hingga tiba saatnya untuk memilih siapa yang akan diberi tiket ke paradise.

Interaksi antar peserta pada awalnya adalah seperti awal mula dari pertemanan, hal normal ketika peserta merasakan kecanggungan pada hari pertama sampai di pulau neraka. Untuk memberikan kesan pertama yang baik, beberapa peserta langsung merubah cara mereka berperilaku kepada seseorang yang menurutnya menarik agar menunjukkan sinyal ketertarikan. Hal ini dapat berpengaruh besar untuk keberlanjutan suatu musim, karena kebanyakan peserta akan meninggalkan inferno dengan orang yang menjadi pilihan pertamanya.

Selama acara berlangsung, satu hal yang pasti disadari oleh penonton adalah betapa terus terangnya para peserta di Single’s Inferno. Banyak peserta yang terus terang akan perasaannya kepada satu orang atau bahkan beberapa orang, namun tidak menutup kemungkinan ada juga beberapa peserta yang bergerak dengan mengamati situasi atau suasana. Sikap terus terang dapat berarti positif dan negatif, tergantung dengan apa yang akan disampaikan dan bagaimana menerima pesan tersebut. 

Terus terang akan perasaan suka atau tertarik kepada lawan jenis dapat menimbulkan rasa senang, akan tetapi dapat juga menimbulkan rasa curiga dan trust issues karena perilakunya tidak sesuai dengan apa yang diucapkan. Terus terang akan perasaan yang tidak terbalas akan menghasilkan rasa sedih bagi yang menaruh perhatian padanya, tetapi juga akan memberi rasa senang jika seorang juga merasakan hal yang sama dan ingin mengejar peserta lain. Terlepas dari dampak baik dan buruknya sikap terus terang, sikap ini adalah yang paling tepat untuk mengurangi atau menghilangkan kesalahpahaman antar peserta.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Peserta Single’s Inferno

Satu musim berjalan selama sepuluh hari, dan peserta harus mampu memilih satu pasangan untuk diajak meninggalkan pulau neraka. Dengan adanya keterbatasan waktu, peserta harus mampu mengenal semua lawan jenis yang memungkinkan akan menjadi pilihan terakhirnya di akhir musim. Bersikap terus terang dan transparan akan memudahkan peserta dalam menyaring pilihannya secara adil dan rata.

Selain keterbatasan adanya keterbatasan waktu untuk memilih pasangan selama di pulau neraka, perasaan akan ingin memiliki seseorang yang mereka sukai juga menjadi faktor utama bagaimana para peserta bersikap selama acara berlangsung. 

Sebagai contoh, peserta laki-laki yang tertarik dengan salah satu perempuan di pulau tersebut, secara alami akan bersikap berbeda dari biasanya untuk menarik perhatian orang yang ia sukai. Pada awalnya laki-laki itu dinilai sebagai pemalu, dan tidak menunjukkan ketertarikan kepada siapa pun selama berada di pulau neraka. Namun, dengan adanya rasa tertarik terhadap satu orang perempuan itu, laki-laki tersebut akan merubah sikapnya sedemikian rupa agar dapat lebih dekat dengan perempuan itu.

Dampak Perilaku Para Peserta dalam Mempengaruhi Perilaku Penonton

Melihat sebanyak delapan sampai sepuluh episode setiap musimnya, penonton secara sadar maupun tidak sadar ikut hanyut dalam acara ini. Penonton dibawa untuk ikut merasakan kecanggungan setibanya para peserta di pulau neraka, ketegangan akan siapa yang akan pergi kencan gratis ke paradise, dan perasaan meleleh ketika diperlihatkan perilaku manis dari salah satu pesertanya. 

Penonton juga diberi pengetahuan baru akan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan orang baru, bagaimana mengatasi kesalahpahaman antar individu, juga bagaimana penonton dapat mempelajari dua sudut pandang yang berbeda antara wanita dan pria. Perilaku manis yang dilakukan oleh para peserta terkadang membuat penonton sulit mempercayai bahwa sosok seperti itu benar-benar nyata atau hanya bagian dari skrip, sekaligus menimbulkan rasa geli akibat kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut.

Pengaruh reality show terhadap perilaku penonton terlihat jelas dengan bagaimana penonton cenderung akan meniru apa yang ditayangkan dalam reality show, walau tidak menutup kemungkinan munculnya persepsi yang salah tentang realitas, termasuk ekspektasi yang tidak realistis tentang kehidupan dan hubungan. Peraturan yang diberlakukan dalam acara ini membatasi peserta untuk mengungkapkan pekerjaan dan usia mereka selama berada di pulau neraka. 

Selama sepuluh hari, mereka memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan lawan jenis dan memilih pasangan yang akan dibawa ke paradise. Hal ini mempengaruhi jalannya musim, karena kebanyakan peserta akan meninggalkan pulau neraka dengan pasangan pertama mereka. Dalam acara ini, terlihat jelas bahwa peserta sangat jujur dalam menyatakan perasaan suka atau tertarik kepada lawan jenis. Dengan demikian, Single's Inferno tidak hanya memberikan hiburan kepada penonton, tetapi juga mencerminkan aspek-aspek penting dalam hubungan antar manusia.

***

*) Oleh : Azzahra Pramest, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id


_____
*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES