Kopi TIMES

Manajemen UMKM: Pondasi Keuangan Tangguh

Senin, 08 April 2024 - 18:09 | 23.77k
Sanda Patrisia Komalasai, S.E., M.Si., Dosen Universitas Andalas
Sanda Patrisia Komalasai, S.E., M.Si., Dosen Universitas Andalas

TIMESINDONESIA, SUMATERA BARAT – Dalam banyak kasus dimana perekonomian sedang turun, banyak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) justru berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan pertumbuhan. Kemampuan adaptasi, inovasi, dan efisiensi operasional menjadi kunci sukses mereka. UMKM seringkali lebih gesit dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar dibandingkan dengan perusahaan besar. Ketika ekonomi mengalami tekanan, UMKM cenderung lebih cepat dalam menyesuaikan strategi mereka, baik itu dalam hal pengurangan biaya, perubahan produk atau layanan, atau mengeksplorasi pasar baru.

Salah satu contoh UMKM yang menunjukkan adaptasi luar biasa dalam menghadapi tantangan, khususnya selama pandemi COVID-19, adalah "Warung Pintar" di Indonesia. Warung Pintar adalah platform yang mengubah warung tradisional menjadi warung digital dengan menyediakan akses ke teknologi dan layanan keuangan. Selama pandemi, ketika banyak usaha mengalami penurunan pendapatan, Warung Pintar mengadaptasi model bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan baru dan memastikan kelangsungan usaha para pemilik warung. Adaptasi yang dilakukan oleh Warung Pintar tidak hanya membantu mereka tetap bertahan selama masa sulit tetapi juga memperkuat posisi mereka di pasar. Mereka berhasil mempertahankan operasi bisnis, mendukung komunitas lokal, dan bahkan menemukan peluang pertumbuhan baru.

Dibalik kesuksesan setiap UMKM, terdapat unsur krusial yang seringkali tidak terlihat namun sangat menentukan, yakni manajemen keuangan yang baik. Tanpa fondasi keuangan yang kokoh, sulit bagi UMKM untuk bertahan di tengah persaingan pasar yang ketat, apalagi untuk berkembang. Banyak UMKM yang awal pendiriannya mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Karena melihat peningkatan omset yang signifikan dalam beberapa bulan pertama, banyak diantara mereka lalu memutuskan melakukan ekspansi dengan pembiayaan secara kredit tanpa pertimbangan yang matang dan terencana. Keinginan baik untuk berkembang, kerja keras ketika merintis usaha, akhirnya hancur hanya karena masalah keuangan. Bukannya justru berkembang, justru menghancurkan segalanya. 

Beberapa kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan oleh UMKM; Pertama, mereka tidak memisahkan rekening pribadi dengan usaha, sehingga hal ini menyebabkan kesulitan dalam melacak pengeluaran usaha dan pengeluaran pribadi; Kedua, ekspansi yang terlalu cepat dan tidak terencana, modal dari keuntungan usaha langsung digunakan untuk membuka cabang baru tanpa perhitungan yang matang tentang potensi pasar dan risiko. 

Ketiga, ketiadaan pelaporan keuangan akan menyulitkan pemilik dalam melakukan analisis kinerja usaha. Keempat, Tidak memiliki dana darurat, dana darurat penting sebagai buffer keuangan untuk bertahan ketika penjualan menurun drastis karena persaingan dan faktor eksternal lainnya. 

Pengelolaan keuangan merupakan hal yang krusial dalam bisnis. Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya tentang mencatat pemasukan dan pengeluaran tetapi juga melibatkan perencanaan keuangan, analisis risiko, dan pengambilan keputusan strategis yang matang. Berikut ini merupakan hal-hal yang penting dilakukan oleh UMKM dalam mengelola keuangannya:

Pertama, Pemisahan aset pribadi dan bisnis. Langkah awal dalam manajemen keuangan yang baik adalah pemisahan aset pribadi dan bisnis. Praktik ini tidak hanya memudahkan dalam pencatatan dan analisis keuangan tetapi juga melindungi aset pribadi pemilik dari risiko bisnis. 

Dengan demikian, UMKM dapat menghindari kebingungan yang dapat mengarah pada kesalahan pengambilan keputusan finansial. Memulai dengan langkah ini sejak awal dapat menghemat waktu, uang, dan komplikasi di masa yang akan datang, serta menempatkan bisnis pada posisi yang lebih kuat untuk sukses.

Kedua, pencatatan keuangan yang teratur. Pencatatan keuangan yang teratur dan sistematis menjadi tulang punggung manajemen keuangan UMKM. Melalui pencatatan yang akurat, pemilik bisnis dapat memonitor arus kas, mengidentifikasi tren pendapatan dan pengeluaran, serta mengambil langkah proaktif untuk mengatasi masalah keuangan yang mungkin muncul. 

UMKM harus memastikan bahwa semua transaksi keuangannya telah tercatat, karena tujuan utama dari pencatatan keuangan adalah sebagai alat untuk pengambilan keputusan. Pencatatan keuangan yang tidak lengkap tidak akan memberikan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan. Ia hanya akan menguras sumber daya yang ada, tanpa menghasilkan manfaat. 

Ketiga, mengadopsi SIAPIK dan SAK EMKM. Untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan keuangan UMKM, Bank Indonesia telah mengeluarkan aplikasi pencatatan akuntansi untuk UMKM, yakni SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan). SIAPIK adalah aplikasi pencatatan keuangan digital yang dapat memudahkan UMKM mencatat transaksi keuangan usahanya tanpa perlu memahami kaidah akuntansi. 

SIAPIK dapat digunakan dalam versi Mobile Based dan Website Based. Aplikasi ini telah dirancang dengan bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sehingga pencatatannya telah mengacu pada SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah). 

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memberikan kerangka kerja akuntansi yang sesuai bagi UMKM. Melalui penerapan SAK EMKM, UMKM dapat meningkatkan pengelolaan keuangan, memperkuat akses ke sumber daya keuangan, dan memposisikan diri untuk pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi UMKM adalah akses terhadap pembiayaan. Bank Indonesia menyebutkan bahwa hanya 25% UMKM di Indonesia yang memiliki akses keuangan. Lembaga keuangan sering kali menganggap UMKM sebagai risiko yang tinggi karena kurangnya transparansi dalam laporan keuangan mereka. SAK EMKM mengatasi hal ini dengan menyediakan standar pencatatan dan pelaporan keuangan yang memudahkan UMKM untuk menyajikan informasi keuangan yang akurat dan terpercaya. Hal ini, pada gilirannya, memperbaiki profil risiko UMKM dan membuka pintu lebih lebar terhadap akses pembiayaan.

Keempat, edukasi dan literasi keuangan. Tantangan terbesar dalam penerapan manajemen keuangan yang baik sering kali terletak pada kurangnya edukasi dan literasi keuangan. Untuk itu, penting bagi pemilik UMKM untuk secara aktif mencari pengetahuan dan sumber belajar tentang manajemen keuangan. Berbagai lembaga dan organisasi menyediakan workshop, seminar, dan sumber daya online yang bisa menjadi modal pengetahuan bagi pemilik UMKM.

Literasi keuangan bagi UMKM lebih dari sekadar kemampuan untuk mengelola anggaran atau memahami laporan keuangan. Literasi keuangan akan menciptakan keterampilan kritis yang memungkinkan UMKM untuk membuat keputusan strategis dengan informasi keuangan yang tersedia, mengakses modal, mengelola risiko, dan memastikan keberlanjutan bisnis mereka dalam jangka panjang. Investasi dalam peningkatan literasi keuangan adalah investasi dalam masa depan bisnis itu sendiri, membuka pintu untuk pertumbuhan, inovasi, dan kesuksesan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, Manajemen keuangan bukan hanya tentang menghitung pengeluaran dan pendapatan, tetapi juga tentang memahami nilai dari setiap keputusan finansial yang diambil. Melalui praktik manajemen keuangan yang baik, UMKM di Indonesia dapat mengoptimalkan potensi mereka dan berkontribusi lebih banyak lagi pada perekonomian nasional. 

***

*) Oleh : Sanda Patrisia Komalasai, S.E., M.Si., Dosen Universitas Andalas 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES