Kopi TIMES

Tradisi Positif bagi Pola Pikir Mahasiswa

Selasa, 16 April 2024 - 02:30 | 28.97k
Raga Arya Pratama S.Pd., Asia Muslim Ambassador 2024
Raga Arya Pratama S.Pd., Asia Muslim Ambassador 2024

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa memegang peranan krusial dalam perkembangan pendidikan global. Mereka tidak hanya menjadi peserta didik, tetapi juga agen perubahan. Namun, seberapa serius kah mahasiswa dalam memegang peran ini, atau apakah hanya menjadi semacam pameran prestise? Mari kita telaah lebih dalam.

Mahasiswa memiliki dua peran utama sebagai pelajar dan sebagai individu yang berkembang melalui kreativitas, peningkatan kapabilitas, dan pengembangan diri. Namun, adakah yang lebih penting: nilai akademis atau pengembangan diri?

Ada dua tipe mahasiswa yang fokus pada nilai akademis dan yang aktif dalam pengembangan diri atau organisasi. Tipe pertama cenderung introvert dan terfokus pada pencapaian akademis, sementara yang kedua lebih extrovert dan terlibat dalam kegiatan di luar kelas.

Namun, dalam memilih fokus, mahasiswa harus mempertimbangkan dampaknya. Fokus pada nilai akademis bisa menghasilkan keahlian kritis dan pemahaman teori yang kuat, tetapi kurangnya pengalaman di luar kelas bisa berdampak negatif setelah lulus. 

Di sisi lain, fokus pada pengembangan diri bisa memperluas jaringan dan membentuk kepemimpinan, tetapi bisa juga mengganggu prestasi akademis.

Jadi, apa yang harus diprioritaskan? Mahasiswa perlu menemukan keseimbangan antara kedua aspek ini untuk meraih kesuksesan yang holistik.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil mahasiswa untuk meningkatkan pola pikir positif. Pertama, mengurangi ketergantungan pada smartphone dan lebih banyak membaca buku. Kedua, mengganti kebiasaan malas dengan meditasi atau olahraga. 

Ketiga, bertransformasi dari introvert menjadi extrovert melalui interaksi sosial yang lebih aktif. Keempat, tidak melupakan kewajiban spiritual sebagai bagian dari pengembangan diri. Kelima, menetapkan tujuan diri yang jelas untuk memandu langkah-langkah ke depan.

Dengan mengadopsi tradisi positif ini, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan sesuai dengan slogan yang mereka anut. Semoga ini memberikan inspirasi bagi mereka yang ingin meraih potensi penuhnya dalam menjalani kehidupan perkuliahan dan sosial.

***

*) Oleh : Raga Arya Pratama S.Pd., Asia Muslim Ambassador 2024

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES