Kopi TIMES

Perempuan dan Dunia yang Berkelanjutan

Senin, 29 April 2024 - 04:27 | 22.65k
Astra Tandang, S.IP., M.A., Pengurus Pusat PMKRI Periode 2022-2024.
Astra Tandang, S.IP., M.A., Pengurus Pusat PMKRI Periode 2022-2024.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pembangunan di Indonesia saat ini terlihat misorientasi. Trend pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tanpa memperhatikan berbagai aspek seperti lingkungan dan khusunya keterlibatan perempuan, sebenarnya berpotensi membawa negara Indonesia kepada kehancuran. 

Mendorong kesetaraan gender penting dilakukan untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. 

Isu kesetaraan gender telah diklasifikasikan sebagai salah satu tujuan bersama dalam agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), yang bertujuan membangun planet bumi ini menjadi lebih baik, lebih setara, lebih aman, dan lebih hijau yang dutargetkan itu tercapai pada tahun 2030 mendatang.

Di tengah harapan tersebut, kita masih menjumpai peroblem laten yakni rendahnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan sektor public. Perempuan masih dianggap sebagai kelompok kedua atau subordinat yang tidak memiliki kesamaan dengan laki-laki. Bahkan Perempuan hanya dinilai dalam urusan domestic dan tidak ada keterlibatan dalam  ranah public. 

Perempuan sebagai Tumpuan

Namun, seiring berjalannya waktu, perempuan dianggap sudah bangkit dan berhasil membuktikan bahwa keberadaan perempuan layak untuk diperhitungkan. Kecerdasan dan kepiawaian perempuan Indonesia, telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan di tanah air. Di ranah ekonomi kreatif, perempuan berhasil memainkan peran utama.

Berdasarkan laporan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif, BPS dan Bekraf, Perempuan menjadi penggerak utama industry kreatif sejak 2011 yaitu 53,86%. 

Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan sudah mampu membuktikan keikutsertaannya dalam proses Pembangunan berkelanjutan. Bahkan saat pandemi, UMKM mampu bertahan dan justru meningkatkan pendapatan. UMKM berhasil menyerap 97% dari total tenaga kerja, menghimpun 60,4% dari total investasi, yang artinya semua ini dikeolalah 60% oleh Perempuan. 

Tidak hanya ranah ekonomi, kesehatan juga merupakan issue penting bagi gerakan perempuan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. 

Perhatian pada kesehatan perempuan ini sudah dimulai sejak gelombang kedua gerakan perempuan di dunia. Dampak positf dari gerakan terebut kita rasakan hari ini dengan banyaknya perempuan yang berkiprah di bidang kedokteran dan meningkatnya perhatian dan sumber daya yang didedikasikan untuk iseu kesehatan perempuan. 

Mengelolah Dilema

Meskipun demikian persoalan belum selesai. Angka kematian ibu dan anak yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tentunya harus menjadi perhatian utama yang perlu disikapi, khusunya di level kebijakan kesehatan. 

Jika ini dilakukan maka  keterlibatan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan akan bisa berkontribusi secara optimal. 

Sementara itu, di sisi lain,  fakta bahwa akses perempuan di sektor public masih minim dikarenakan gender gap yang terus terjadi. 

Pada sepuluh tahun terakhir, kita melihat adanya dekonsolidasi demokrasi, politik identitas yang sering kali juga tidak positif dalam merepresentasikan image perempuan, kemudian ada catatan-catatan terutama di Eropa tentang anti gender movment.

Meskipun sudah ada upaya-upaya advokasi untuk mendukung keadilan gender, seperti memberikan porsi 30% kepada perempuan dalam ranah politik dan adanya pengarusutamaan gender, namun pada praktiknya hal itu belum cukup berhasil. 

Kendati demikian, perkembangan bagus pada tahun 2022 adalah disetujuinya Undang-Undang Tindak Pidana Penghapusan Kekerasan Seksual (UU TPPKS), yang artinya memberi rasa aman untuk Perempuan, termasuk Ketika ia berada di ruang public. 

Menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan dengan memberikan ruang yang lebar bagi partisipasi perempuan adalah pilihan yang mendesak dilakukan. Upaya ini dilakukan dengan menggalang solidaritas masyarakat sipil/mitra lembaga, pemerintah, Aparat Penegak Hukum dan komunitas masyarakat sipil untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perspektif dan keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang.

***

*) Oleh : Astra Tandang, S.IP., M.A., Pengurus Pusat PMKRI Periode 2022-2024

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES