Kopi TIMES

Dampak Pergeseran Old media ke New Media

Kamis, 02 Mei 2024 - 22:48 | 21.22k
Fajar tri haryadi, Asst. Front Office Manager of Pullman Jakarta Central Park
Fajar tri haryadi, Asst. Front Office Manager of Pullman Jakarta Central Park

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perubahan landscape media, dari old media seperti televisi dan radio menuju new media seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, telah terjadi secara masif. Fenomena ini terlihat jelas dengan penyebaran smartphone yang meluas, bahkan hingga ke pedesaan.

Penggunaan media lama, seperti koran, majalah, radio, dan televisi, secara bertahap digantikan oleh media baru, terutama melalui platform-platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube. Perubahan ini mencerminkan transformasi dalam cara informasi disebarkan dan dikonsumsi.

Saya merasakan perbedaan yang signifikan antara penggunaan media di Kota Banjar Patroman, tempat saya tinggal, dengan di Jakarta, tempat saya bekerja. Di Banjar Patroman, media lama masih dominan karena akses internet terbatas, sementara di Jakarta, masyarakat lebih cenderung menggunakan media baru.

Meskipun demikian, peran media lama, seperti radio, masih sangat berpengaruh, terutama dalam menyebarkan informasi di daerah-daerah yang belum terjamah oleh media baru. Pengalaman saya sebagai penyiar radio di masa lalu menunjukkan betapa pentingnya peran media tradisional dalam menyampaikan pesan dan informasi.

Kemunculan media sosial, terutama Facebook, Instagram, dan platform lainnya, telah mengubah pola komunikasi dan interaksi masyarakat secara drastis. Pandemi Covid-19 mempercepat peralihan ke media baru, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan pemerintah.

Pergeseran dari old media ke new media membawa manfaat signifikan, seperti memperluas kemampuan komunikasi masyarakat, meningkatkan akses terhadap informasi, dan memungkinkan interaksi yang lebih personal.

Namun, penting untuk meningkatkan literasi media agar masyarakat dapat mengevaluasi informasi yang diterima dengan kritis dan menghindari dampak negatif dari penggunaan media baru. Memilih dengan bijak informasi yang kita konsumsi sangat penting untuk menghindari overload informasi yang dapat memengaruhi fungsi otak kita.

Dengan demikian, perubahan menuju media baru telah membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat Kota Banjar Patroman, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi lebih sering dan mendapatkan akses terhadap informasi yang lebih luas. Namun, kesadaran akan pentingnya literasi media dan kemampuan untuk memfilter informasi tetap menjadi kunci dalam menghadapi era digital ini.

***

*) Oleh : Fajar tri haryadi, Asst. Front Office Manager of Pullman Jakarta Central Park

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES