Kopi TIMES

Urgensi Keluarga Maslahah dan Kontekstualisasinya di Indonesia

Selasa, 07 Mei 2024 - 15:34 | 15.87k
Muhammad Nafis S.H., M.H, Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Malang (UNISMA).
Muhammad Nafis S.H., M.H, Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Malang (UNISMA).

TIMESINDONESIA, MALANG – Dalam arus modernisasi yang tak terelakkan, struktur dan nilai-nilai keluarga terus menghadapi tantangan yang beragam. Di tengah derasnya perubahan sosial dan budaya, konsep tradisional tentang keluarga sering kali diperdebatkan relevansinya.

Namun, di balik dinamika global tersebut, prinsip keluarga maslahah menawarkan pandangan yang kaya dan bernilai untuk mengarungi kompleksitas kehidupan keluarga saat ini. Dr. Amina M. Al-Ansari, seorang ahli studi keluarga dan masyarakat, menyatakan, "Keluarga maslahah bukan hanya tentang menjaga keharmonisan, tetapi juga tentang menumbuhkembangkan kekuatan individual dan kolektif yang membawa manfaat bagi masyarakat lebih luas."

Melalui pendekatan yang berfokus pada manfaat dan kesejahteraan bersama, keluarga maslahah tidak hanya mendukung anggota keluarga untuk mencapai potensi individu mereka, tetapi juga memperkuat dasar bagi terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan beradab. Pemahaman mengenai keluarga maslahah ini penting untuk dianalisa lebih lanjut dengan tujuan untuk mengulas lebih dalam mengapa keluarga maslahah menjadi sangat penting dan bagaimana prinsip-prinsipnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan keluarga modern untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan penuh kasih bagi setiap anggotanya.

Di Indonesia, konsep keluarga maslahah mulai mendapatkan perhatian yang lebih serius dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di kalangan pengkaji sosial, pendidikan, dan agama. Namun, pemahaman yang mendalam tentang apa itu keluarga maslahah dan bagaimana prinsip-prinsipnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masih tergolong variatif. Kondisi ini tidak lepas dari keragaman budaya dan sosial yang sangat luas di Indonesia, di mana setiap etnis dan daerah memiliki pandangan dan praktek kekeluargaan yang berbeda.

Dalam konteks masyarakat Indonesia, keluarga dianggap sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai individu. Namun, tantangan modern seperti urbanisasi, mobilitas sosial, dan pengaruh teknologi telah mengubah dinamika keluarga. Banyak keluarga yang bermigrasi ke kota-kota besar mencari penghidupan lebih baik, sering kali mengalami kesulitan dalam menjaga nilai-nilai tradisional karena tekanan ekonomi dan sosial. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana keluarga maslahah dapat dipertahankan dalam konteks yang berubah.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Selain itu, kurangnya edukasi formal mengenai pengelolaan dan fungsi keluarga dalam masyarakat modern juga menjadi salah satu hambatan. Banyak orang tua yang merasa tidak cukup mampu untuk mengajarkan nilai-nilai maslahah karena keterbatasan pengetahuan atau sumber daya. Program-program pendidikan keluarga yang ada seringkali belum mencakup aspek-aspek penting dari keluarga maslahah, seperti komunikasi efektif, pengelolaan konflik, dan keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual.

Secara keseluruhan, kondisi pemahaman mengenai keluarga maslahah di Indonesia masih dalam tahap berkembang. Upaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, yang melibatkan berbagai sektor masyarakat, diperlukan untuk memperluas dan mendalaminya, sehingga konsep ini bisa menjadi panduan yang efektif dalam membentuk keluarga-keluarga yang harmonis dan produktif.

Meningkatkan pemahaman mengenai keluarga maslahah di Indonesia bukan hanya sebuah keinginan, tetapi sebuah kebutuhan yang mendesak. Dalam konteks masyarakat yang sedang mengalami perubahan sosial dan ekonomi yang cepat, pemahaman yang solid tentang nilai-nilai kekeluargaan dapat berperan penting dalam mempertahankan kestabilan sosial dan mengurangi dampak negatif dari perubahan tersebut. Tanpa adanya pemahaman yang kuat tentang keluarga maslahah, banyak keluarga mungkin akan kesulitan dalam menghadapi tantangan yang muncul dari modernisasi dan globalisasi.

Salah satu urgensi dari pemahaman yang mendalam tentang keluarga maslahah adalah dalam konteks pendidikan anak. Di era digital ini, anak-anak dihadapkan pada berbagai macam pengaruh dari media sosial dan internet yang tidak selalu positif. Keluarga maslahah yang mengutamakan pendidikan dan tarbiyah yang baik dapat membantu membimbing anak-anak untuk mengatasi pengaruh negatif tersebut dan mengembangkan karakter yang kuat. Keluarga yang memahami konsep ini akan lebih efektif dalam memberikan dukungan emosional dan spiritual yang diperlukan anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental dan sosial.

Oleh karena itu, meningkatkan pemahaman dan penerapan keluarga maslahah seharusnya menjadi prioritas nasional. Ini bukan hanya untuk kesejahteraan keluarga per keluarga, tetapi juga untuk kebaikan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Melalui pendidikan, advokasi, dan program sosial yang ditargetkan, pemahaman tentang keluarga maslahah dapat diperluas, memberikan fondasi yang lebih kuat untuk pembangunan masyarakat yang harmonis dan produktif. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan, lembaga keagamaan, hingga pemerintah, adalah kunci untuk mencapai tujuan ini. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Muhammad Nafis S.H., M.H, Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES