Kopi TIMES

Menguatkan Identitas Kebudayaan

Kamis, 16 Mei 2024 - 15:26 | 8.97k
Abdullah Fakih Hilmi AH, S.AP., Akademisi dan Wirausahawan
Abdullah Fakih Hilmi AH, S.AP., Akademisi dan Wirausahawan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kebudayaan merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas suatu bangsa. Warisan budaya yang dimiliki oleh suatu masyarakat mencerminkan sejarah, nilai-nilai, dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, dalam era globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang, keberadaan kebudayaan seringkali dihadapkan pada tantangan yang mengancam kelangsungannya. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami betapa krusialnya pemeliharaan identitas kebudayaan dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah. 

Menguatkan identitas kebudayaan memiliki banyak manfaat yang tidak hanya berdampak pada level individual, tetapi juga pada level sosial dan bahkan ekonomi. Di era globalisasi ini, keberadaan identitas kebudayaan yang kuat dapat menjadi sumber kebanggaan dan jati diri bagi masyarakat. 

Hal ini juga dapat menjadi daya tarik wisata yang menguntungkan bagi ekonomi suatu daerah. Selain itu, pemeliharaan warisan budaya juga membantu menjaga keberagaman budaya di dunia, yang merupakan kekayaan tak ternilai yang perlu dilestarikan. 

Pemeliharaan identitas kebudayaan dapat dilakukan melalui berbagai strategi yang mencakup pendidikan, kebijakan publik, serta pemanfaatan teknologi. Di lingkungan pendidikan, pengenalan terhadap budaya lokal dan tradisi leluhur sejak usia dini dapat membantu generasi muda memahami dan menghargai warisan budaya mereka. 

Selain itu, kebijakan publik yang mendukung kegiatan seni dan budaya lokal juga menjadi kunci dalam mempertahankan keberadaan identitas kebudayaan. Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi sarana yang efektif dalam mempromosikan dan melestarikan warisan budaya melalui media digital dan platform online. 

Meskipun pentingnya pemeliharaan identitas kebudayaan diakui secara luas, namun masih banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya ini. Globalisasi seringkali membawa arus budaya luar yang dapat menggeser keberadaan budaya lokal. 

Perubahan gaya hidup masyarakat juga dapat mengancam kelangsungan praktik tradisional. Kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kebudayaan lokal juga menjadi tantangan lain yang perlu diatasi. 

Menguatkan identitas kebudayaan merupakan tugas bersama yang perlu diemban oleh seluruh masyarakat. Melalui pemahaman yang mendalam akan warisan budaya, keberadaan identitas kebudayaan dapat terus dijaga dan dilestarikan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperkaya jati diri mereka sendiri, serta menjaga keberagaman budaya di dunia. 

Oleh karena itu, langkah-langkah konkret perlu diambil untuk memastikan bahwa keberadaan kebudayaan tetap menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun global.

***

*) Oleh : Abdullah Fakih Hilmi AH, S.AP., Akademisi dan Wirausahawan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES