Kopi TIMES

Pengaruh Lingkungan Dalam Membentuk Sikap Moderat

Rabu, 29 Mei 2024 - 14:18 | 11.80k
Thoriq Al Anshori, Dosen Fakultas Agama Islam, Sekretaris Umum PKAY, Universitas Islam Malang (UNISMA).
Thoriq Al Anshori, Dosen Fakultas Agama Islam, Sekretaris Umum PKAY, Universitas Islam Malang (UNISMA).

TIMESINDONESIA, MALANG – Ungkapan dalam pepatah Arab menyatakan Asshoohib Saahib yang maksudnya adalah teman memiliki peran penting dalam menarik seseorang. Teman adakalanya terpengaruh atau mempengaruhi.

Dalam pepatah lain dijelaskan inna atthob’a litthob’I yasriqu yang artinya tabiat atau perangai itu bersifat saling mencuri. Seseorang akan berbuat dan berkata sesuai dengan apa yang dia dengar dan dia lihat.

Bahkan Rasulullah SAW yang semua perkataan dan perbuatannya adalah wahyu dari Allah SWT menyatakan “seseorang itu tergantung atas agama teman sekitarnya, maka setiap orang hendaknya memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Ahmad). Maka hidup dengan lingkungan serta orang-orang sekeliling yang baik dapat menunjang diri dalam mewujudkan sikap-sikap yang baik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah lingkungan dapat diartikan sebuah daerah atau kawasan dan seluruh bagian yang terdapat di dalamnya yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Tentu hal yang paling berpengaruh dalam lingkungan ini adalah bagian yang hidup yang diantaranya adalah manusia itu sendiri. Oleh karenanya bahkan Nabi SAW pun sebagaimana Hadits yang dikutip diatas menghimbau agar benar-benar selektif dalam memilih teman terutama teman akrab yang seringkali menemani seseorang.

Tentu bukan berarti seseorang tidak boleh berkawan dengan teman yang berperangai buruk. Jika memang diri bisa menjamin tanpa keraguan tidak akan hanyut atau terpengaruh justru malah akan mengajak kepada yang baik maka sah-sah saja berkawan dengan yang berperangai buruk dengan tujuan pembinaan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kajian moderasi beragama kapanpun dan dimanapun pasti selalu relevan dan menarik untuk dijadikan fokus pembahasan, mengingat setiap pemeluk agama dituntut untuk selalu menebar cinta kasih dan perdamaian dan menghindari sikap radikal dan intoleran dalam beragama, agar dapat terwujud lingkungan yang kondusif, aman dan tentram.

Oleh karenanya dicontohkan dalam buku moderasi beragama terbitan Kemenag RI bahwa diantara contohnya saling menghormati dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan suara, dan tidak mengganggu aktivitas ibadah yang sedang berlangsung.

Menurut Ahmad Husain dalam bukunya Ketahanan Dasar Lingkungan (2019), lingkungan dibagi menjadi 4 bagian; lingkungan biotik, lingkungan abiotic, lingkungan alami, dan lingkungan buatan. Lingkungan biotik; segala sesuatu yang hidup dan bernyawa dalam suatu tempat, termasuk manusia. Lingkungan abiotic; seluruh benda mati atau tidak bernyawa yang memiliki manfaat atau pengaruh besar bagi kehidupan makhluk seperti tanah, air, udara dan sebagainya.

Lingkungan alami; lingkungan yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia seperti lingkungan pegunungan, perairan dan sebagainya. Adapun lingkungan buatan; lingkungan yang sengaja dibentuk manusia menggunakan teknologi baik sederhana maupun modern seperti Kawasan industri, perumahan atau sejenisnya. Maka lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk pola pikir seseorang khususnya dalam hal moderasi. ***

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*) Penulis: Thoriq Al Anshori, Dosen Fakultas Agama Islam, Sekretaris Umum PKAY, Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES