Kopi TIMES

Hari Lahir Pancasila: Kuatkan Persatuan dan Kesatuan

Kamis, 30 Mei 2024 - 20:36 | 44.11k
Ali Mustofa, Wakil Ketua I STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang
Ali Mustofa, Wakil Ketua I STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Tanggal 1 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Peringatan hari tersebut sangatlah penting, mengingatkan betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara. Pada 2024 ini tema hari lahir Pancasila adalah “ Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”. 

Hari lahir Pancasila merupakan momentum yang penting untuk membangkitkan kesadaran bahwa membangun bangsa adalah tanggung jawab setiap elemen bangsa. Momen ini juga untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan menerapkan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam kehidupan masyarakat. 

Momentum Hari Lahir Pancasila perlu dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, menjaga kebersamaan, menghargai perbedaan dan memperkuat rasa kebangsaan, setiap individu harus memiliki jiwa yang teguh kokoh untuk mempersatukan bangsa, bukan jiwa yang justru mencoba menggerogoti bangsa. 

Toleransi, persatuan, dan gotong royong adalah kunci untuk membangun bangsa yang kokoh dan menciptakan dunia yang damai dan sejahtera. Oleh karena itu, kita semua harus bersatu untuk menentang ekstrimisme, politisasi agama dan identitas, dan segala bentuk provokasi.

Indonesia akan berusia seratus tahun pada tahun 2045. Pada tahun itu, diharapkan Indonesia sudah menjadi negara maju, modern, dan sejajar dengan negara-negara adidaya dunia. Untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas pada tahun 2045, generasi muda harus memperkuat kemampuan mereka untuk menjadi lebih inovatif, kreatif, dan handal. 

Disinilah pentingnya saling bergandengan tangan menguatkan kesatuan dan kesatuan sehingga mampu memberikan bekal dan membawa pemuda Indonesia emas 2045.

Dengan peringatan tahunan hari lahir Pancasila, diharapkan generasi muda akan lebih memahami dan mencintai Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai ideologi negara bukan hanya topik diskusi akademis, tetapi menjadi pedoman untuk tindakan dan perilaku setiap orang. 

Hal ini akan membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi Indonesia yang didasarkan pada persatuan, keadilan, dan nilai-nilai nasional yang luhur. 

***

*) Oleh : Ali Mustofa, Wakil Ketua I STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

*) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES