Kopi TIMES

Menyelamatkan Pelajar dari Bahaya Judi Online

Selasa, 02 Juli 2024 - 01:10 | 14.47k
Dr. H. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., CMA., Wakil Bupati Pringsewu (2017-2022) dan Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN)
Dr. H. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., CMA., Wakil Bupati Pringsewu (2017-2022) dan Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN)

TIMESINDONESIA, LAMPUNG – Beberapa waktu lalu Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membekukan 5 ribu rekening yang diduga digunakan untuk transaksi judi online. Jika dibandingkan tahun lalu, pembekuan rekening tersebut mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2023 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan sekitar 3.236 rekening bank terkait judi online. 

Ironisnya, permainan judi online (judol) bukan hanya melibatkan orang dewasa melainkan juga pelajar. Dalam hal ini, Menkopolhukam mengungkapkan, 2 persen atau sekitar 80.000 pemain judi online adalah anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Berdasarkan data demografi yang dirilis, terdapat 440.000 anak berusia antara 10 hingga 20 tahun yang terdeteksi bermain judi online. 

Mengapa permainan judi online (judol) terus meningkat dari tahun ke tahun? Salah satu jawabannya adalah penetrasi internet yang semakin luas. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia tahun 2023. Dari hasil survei penetrasi internet Indonesia 2024 yang dirilis APJII, maka tingkat penetrasi internet Indonesia menyentuh angka 79,5%. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, maka ada peningkatan 1,4% (APJII, 7/2/2024). 

Bahaya Judol

Sebagai generasi penerus bangsa, para pelajar harus dijaga agar tidak terjerat permainan judi online karena bahaya yang ditimbulkan sangat besar. Pelajar yang sudah kecanduan judi online akan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif, mereka akan menggunakan uang yang didapat dari orang tuanya untuk bermain judi, dan untuk tetap bermain tidak menutup kemungkinan mereka akan menghalalkan segala cara termasuk mencuri uang milik orang tua atau kerabat dekat yang lain. Lebih parah lagi, para pelajar yang kecanduan judi online akan mengalami stres, cemas berlebihan, dan depresi yang pada akhirnya berdampak pada proses belajar mereka. 

Karena itu, perlu langkah tepat untuk menyelamatkan para pelajar dari cengkeraman judi online. Dalam konteks itulah, penulis ingin menawarkan beberapa solusi. 

Pertama, peran orang tua. Di sini orang tua perlu melakukan pencegahan dini sehingga anak-anak tidan berani coba-coba bermain judi online. Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak (al ummu al madrasatul ula). Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pendidikan terkait bahaya judi online. Orang tua harus memberikan pemahaman terkait keharaman judi dalam pandangan Islam dan bagi siapa saja yang melakukannya akan mendapatkan ganjaran di dunia dan akhirat. Dengan mengetahui bahaya tersebut, anak-anak akan lebih waspada.

Kedua, pemerintah harus lebih tegas. Pemerintahan memiliki kewajiban untuk mewujudkan tatanan kehidupan sosial yang bebas dari judi online. Selain terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, penegak hukum juga harus lebih tegas menindak siapa saja yang terlibat dalam pemainan judi online. Tanpa penegakan hukum sangat mustahil Indonesia akan terbesar dari yang namanya judi online.

Ketiga, peran sekolah dan kampus. Lembaga pendidikan juga memiliki peran penting dalam memberikan sosialisasi dan edukasi tentang dampak buruk judi online bagi pelajar. Lembaga pendidikan dapat memasukkannya ke dalam mata pelajaran pendidikan agama atau pendidikan karakter. Bisa juga menggandeng lembaga lain untuk melakukan edukasi melalui seminar atau workshop tentang bahaya permainan judi online.

Dengan demikian, semoga dengan beberapa tawaran solusi tersebut masyarakat Indonesia khususnya para pelajar bisa terbebas dari jeratan judi online. Jika ini bisa kita lakukan secara istiqamah, itu artinya kita telah menyiapkan generasi bangsa yang siap membawa Indonesia lepas landas menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. 

***

*) Oleh : Dr. H. Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., CMA., Wakil Bupati Pringsewu (2017-2022) dan Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES