Kopi TIMES

SOLEIN: Pangan Baru Berprotein Tinggi Tanpa Beternak Atau Bercocok TANAM

Selasa, 02 Juli 2024 - 14:23 | 77.33k
Oleh: Dr. Eko Saputro, S.Pt., M.Si., Widyaiswara Ahli Muda – Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Kementerian Pertanian.
Oleh: Dr. Eko Saputro, S.Pt., M.Si., Widyaiswara Ahli Muda – Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Kementerian Pertanian.

TIMESINDONESIA, MALANG – >Proses Produksi Solein 

Produksi protein tidak boleh dibatasi oleh sumber daya alam yang ada di bumi. Produksi protein juga tidak boleh membebani lingkungan bumi kita. Itu sebabnya Solar Foods, perusahaan teknologi pangan di Finlandia yang dibiayai oleh Uni Eropa menciptakan protein Solein yang sangat murni, yang benar-benar dihasilkan dari udara tipis (thin air). Solar Foods didirikan di Espoo, Finlandia, pada tahun 2017 oleh Dr. Pas Vainikka, Dr. Juha-Pekka Pitkänen, Sami Holmström, Jari Tuovinen, Profesor Jero Ahola, dan Janne Mäkelä. Solar Foods menghasilkan protein menggunakan karbon dioksida dan listrik. Produksi Solein tidak bergantung pada kondisi cuaca dan iklim, membebaskan produksi protein global dari kendala pertanian tradisional.

Solein adalah protein yang ditumbuhkan dengan CO2 dan listrik. Produksi Solein dimulai dari molekul udara dan sebuah mikroba. Solein terbuat dari organisme bersel tunggal alami, yang ditumbuhkan melalui proses fermentasi. Air dipecah dengan listrik terbarukan menjadi hidrogen dan oksigen. Sel-sel tersebut diberi nutrisi berupa CO2, hidrogen, dan mineral.

Solein diproduksi menggunakan bioproses di mana mikroba diberi makan gas (karbon dioksida, hidrogen, dan oksigen) dan sejumlah kecil nutrisi. Bioproses Solein menyerupai fermentasi pada pembuatan anggur. Karbon dioksida dan hidrogen menggantikan gula sebagai sumber karbon dan energi.

Solein adalah ibu dari semua protein. Solein adalah alternatif protein mikrobial yang dapat dimakan (edible) selain protein nabati dan hewani (kedelai, wortel, telur, susu, daging, ikan). Bahkan Solein dapat membuat sebuah makanan menjadi lebih enak.

Solein adalah protein yang tidak berasal dari tumbuhan atau hewan. Solein bukan wortel atau sapi. Solein bukan GMO (genetically modified organism) atau buatan.  Solein dapat ditemukan di alam. Solein berasal dari organisme mikroba sel tunggal yang tidak dimodifikasi dan dapat dimakan yang memakan gas CO2. Solein merupakan protein yang sepenuhnya alami, meskipun tidak ditanam secara tradisional. Solein sudah ada lebih lama dibandingkan jenis makanan lain, sumbernya sama alaminya dengan budidaya tanaman atau hewan ternak. Solein dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman, dengan sumber daya yang lebih sedikit. Solein menawarkan kemungkinan yang tanpa batas bagi industri makanan dan bagi pangan yang bergizi, lezat, dan berkelanjutan di masa depan.

Bahkan fotosintesis, cara tumbuhan mengubah energi menjadi makanan, tidak seefisien metode produksi Solein. Selain itu, produksi protein nabati tidak dapat ditingkatkan dengan sumber daya yang dimiliki bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan protein yang meningkat pesat. Produksi Solein hanya membutuhkan sedikit air dan energi untuk menghasilkan jumlah nutrisi Solein yang sama dengan tanaman.

Solein adalah bubuk kaya protein mikrobial yang mengandung semua asam amino esensial. Solein dapat digunakan untuk menggantikan protein yang ada dalam berbagai makanan, misalnya produk susu dan daging, berbagai makanan ringan dan minuman, mie dan pasta, atau roti dan olesannya. Solein adalah pangan baru pertama yang terlepas dari batasan pertanian tradisional. Jenis metode produksi Solein berpotensi mengubah keberlanjutan, ketersediaan, dan transparansi dari apa yang kita makan dan di mana makanan dapat diproduksi.  

Solein mengandung 65-70% protein, 5-8% lemak, 10-15% serat makanan, dan 3-5% mineral. Komposisi makronutrien sel Solein sangat mirip dengan kedelai atau alga kering. Solein menyediakan zat besi dan vitamin B dan sangat fungsional. Solein dapat digunakan pada berbagai macam bahan pangan lainnya. Solein ini akan hilang dalam makanan dan tidak mengubah rasa produk makanan sehari-hari yang biasanya dikonsumsi.

Produksi Solein tidak bergantung pada pertanian, cuaca, atau iklim. Solein dapat diproduksi dalam kondisi yang sulit seperti gurun, wilayah Arktik, bahkan luar angkasa. Prosesnya tidak memerlukan hewan atau tumbuhan yang melakukan fotosintesis. Hal ini menjadikan Solein sebagai protein paling berkelanjutan di dunia.

Solein adalah sumber protein baru yang dipanen untuk umat manusia, mungkin untuk pertama kalinya dalam beberapa abad. Terlepas dari keterbatasan pertanian tradisional, metode produksi Solein berpotensi mengubah keberlanjutan, ketersediaan, dan transparansi dari apa yang kita makan dan di mana pangan dapat diproduksi.

Penemuan Solein sebanding dengan penemuan kentang. Solar Foods memperkenalkan bahan yang benar-benar baru ke dalam dunia pangan. Ini adalah momen penting dalam cara kita memikirkan apa yang kita makan.

Penemuan Solein ini juga merupakan hari besar bagi Solar Foods sebagai sebuah perusahaan. Revolusi pangan yang telah Solar Foods upayakan selama bertahun-tahun telah mengambil langkah maju yang besar dan Solar Foods sangat gembira dengan prospek Solein di pasar pangan Singapura. Solar Foods telah menguji Solein secara ketat pada berbagai macam makanan selama beberapa tahun terakhir. Dampak dari produk makanan apa pun, betapapun inovatifnya, hanya akan terwujud jika produk tersebut dapat disajikan ke konsumen. Singapura adalah konsumen Solein yang pertama. Negara lain diperkirakan akan menyusul.

Mutu Sensori Solein Sangat Fungsional

Bagaimana rasanya? Solein rasanya enak. Enak, tapi belum pernah Anda rasakan. Namun jika Anda menambahkannya ke bahan lain, cita rasa aslinya akan lebih kaya. Boleh dikatakan Solein rasanya seperti bahan lain apa pun yang dicampurkan.

Solein memiliki rasa yang sangat unik dengan aroma umami yang menyenangkan. Tekstur Solein, dengan sendirinya, Solein akan menambahkan rasa lembut, halus, penuh, dan kaya rasa di mulut pada makanan. Sebagai bahan, menambahkan Solein ke bahan makanan akan menyempurnakan dan menyeimbangkan profil rasa dan cita rasa secara keseluruhan. Solein menyatu dalam makanan yang memperkaya cita rasa aslinya. Solein dapat dengan mudah dipadukan dengan berbagai macam cita rasa, baik pada makanan manis maupun gurih. Solein menggabungkan, memperluas dan memperdalam cita rasa di latar belakang atau bisa menjadi aroma utama, aroma tubuh, atau aroma bawah. Solein menambahkan rasa yang kompleks dan berlapis pada makanan dengan rempah-rempah, sayuran, daging, saus, dan bumbu.

Emulsifikasi. Solein memiliki sifat emulsifikasi yang sangat baik, yang berarti dapat membantu bahan-bahan tercampur dengan lancar dan tetap menyatu dalam campuran yang stabil. Hal ini sangat berguna pada produk seperti mayones, saus salad, dan krimer non-susu. Fungsi ini diperlukan untuk banyak produk seperti yoghurt, keju, es krim, dan susu alternatif karena pengemulsi menambahkan bahan lemak esensial ke dalam produk.

Fibrilasi dan ekstrusi. Solein dapat difibrilasi untuk menciptakan tekstur seperti daging, menjadikannya bahan serbaguna untuk digunakan dalam produk daging analog atau alternatif. Solein dapat menciptakan struktur yang berserat sehingga dapat meniru tekstur dan rasa daging yang asli di mulut, sekaligus menyediakan sumber protein yang lebih berkelanjutan. Solein memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah proteinnya menjadi tekstur seperti otot atau daging yang sangat penting untuk produksi daging analog atau alternatif. Ekstrusi basah dan ekstrusi kering (teksturisasi) adalah teknologi yang umum digunakan untuk produksi daging analog atau alternatif, dan kinerja ekstrusi Solein lebih unggul. Solein dapat menyerap dan menahan air dengan baik, yang membantu memberi tekstur dan menambah kesegaran dan kelembutan daging analog atau alternatif.

Gelasi asam dan pengerasan. Solein dapat membentuk gel dengan adanya asam, sehingga menjadi bahan yang berguna dalam produk seperti yoghurt dan keju alternatif. Kemampuan untuk membentuk cairan kental dalam kondisi asam sangat penting untuk susu alternatif yang dapat disendok dan produk keju dimana pengasaman adalah metode yang umum digunakan. Sifat mengental juga memungkinkan terciptanya produk keju vegan yang sangat mirip dengan keju tradisional atau keju dari susu sapi.  

Solein dapat terdispersi dengan mudah karena ukuran partikelnya yang halus. Ukuran partikel Solein yang halus membuatnya mudah terdispersi, menjadikannya bahan serbaguna untuk berbagai aplikasi. Hal ini khususnya bermanfaat untuk produk susu alternatif, karena menghasilkan rasa lembut dan konsisten di mulut yang mirip dengan produk susu tradisional atau susu sapi/kambing.

Sifat pencampuran Solein yang baik. Solein terdistribusi secara merata dalam larutan air dengan sedikit sedimentasi. Kemampuan Solein untuk tidak mengendap sangat baik. Non-sedimentasi diperlukan untuk minuman dan penanganan cairan selama pemrosesan di jalur produksi. Hal ini menjadikannya bahan serbaguna untuk digunakan dalam berbagai produk makanan, termasuk produk susu alternatif, sup, saus, dan minuman.

Solein dapat digunakan untuk memfortifikasi berbagai produk makanan dengan tambahan protein, vitamin dan mineral, yang penting bagi konsumen yang ingin mengonsumsi makanan lebih bergizi. Solein dapat ditambahkan ke produk seperti smoothie, protein batangan, dan sereal sarapan sehingga menyediakan sumber protein yang berkelanjutan dan bergizi.

Solein dapat berfungsi sebagai bahan penyusun berbagai produk makanan, seperti daging alternatif, produk susu alternatif, dan makanan ringan berprotein. Hal ini disebabkan kandungan proteinnya yang tinggi dan sifat fungsionalnya, menjadikan Solein sebagai bahan yang berharga bagi produsen makanan yang ingin menciptakan produk baru.

Singapura Menjadi Konsumen Solein yang Pertama

Persetujuan regulasi atas Solein, makanan baru ini, diberikan oleh Badan Pangan Singapura (Singapore Food Agency, SFA). SFA mengizinkan penjualan produk makanan yang mengandung Solein di Singapura. Protein yang sangat berkelanjutan ini direncanakan untuk memulai produksi dan penjualan komersial pada tahun 2024 ini. Solar Foods, menyerahkan dokumen makanan baru tentang Solein untuk dipertimbangkan SFA pada bulan September 2021. Pabrik 01, fasilitas produksi skala komersial yang pertama milik Solar Foods akan mulai beroperasi di Finlandia pada tahun 2024 ini. Persetujuan regulasi SFA ini merupakan tonggak penting bagi Solar Foods dan bagi pasokan pangan global secara umum. Momen bersejarah dalam bidang pangan yang sebanding dengan penemuan kentang di masa lalu.

Solar Foods berencana untuk segera melakukan penilaian status GRAS (Generally Recognized As Safe) atau secara umum diakui aman untuk Solein di Amerika Serikat. Permohonan otorisasi makanan baru atas Solein juga telah diajukan sebelumnya di pasar utama lainnya seperti Inggris dan Uni Eropa.

Seiring dengan berlanjutnya urbanisasi di seluruh dunia, kota-kota besar dan wilayah metropolitan seperti Singapura akan membutuhkan solusi yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya. Solein mewakili jawaban atas tantangan ini; sebuah visi di mana pangan ditumbuhkan dengan sumber daya minimal dan tanpa lahan subur di gurun, wilayah Arktik, kota, atau bahkan luar angkasa. Bioproses perintis Solar Foods membuat sesuatu yang sebelumnya mustahil kini menjadi nyata.

Solein akan tersedia untuk penggunaan komersial untuk pertama kalinya. Hal ini ditujukan untuk berbagai merek makanan yang membutuhkan bahan-bahan protein yang bergizi, fungsional, dan berkelanjutan dengan kualitas yang konsisten yang dapat diaplikasikan secara handal dalam produk mereka. Singapura adalah pasar pertama yang memberikan persetujuan regulasi kepada Solein. Solar Foods juga sedang mengupayakan izin di pasar lain di seluruh dunia.

Pabrik 01 adalah fasilitas produksi komersial pertama Solar Foods, yang akan mulai memproduksi Solein pada tahun 2024 ini. Pembangunan fasilitas tersebut dimulai di Vantaa, Finlandia pada kwartal 4 tahun 2021. Pabrik 01 akan meningkatkan produksi Solein ke tingkat yang dapat dipasarkan untuk pertama kali. Solar Foods berencana memperluas jaringan fasilitas produksinya di tahun-tahun mendatang.

Solein akan menghilang ke dalam hampir semua makanan yang sehari-hari dikonsumsi sekaligus mempertahankan kepadatan nutrisinya. Dengan menawarkan solusi terpadu yang memenuhi hampir semua jenis makanan saat ini, Solein dapat menggantikan protein di hampir semua makanan. 

***

*) Oleh: Dr. Eko Saputro, S.Pt., M.Si., Widyaiswara Ahli Muda – Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Kementerian Pertanian.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES