Kopi TIMES

Prabowo Efek dalam Pilkada Nganjuk 2024

Selasa, 09 Juli 2024 - 11:49 | 9.26k
HM Basori M.Si, Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy.
HM Basori M.Si, Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Aroma Pileg dan Pilpres benar-benar masih sangat kuat dalam Pilkada Gubernur dan Bupati/walikota tahun 2024. Sinyalemen tersebut dapat kita lihat masih selarasnya partai koalisi yang di pusat di tarik ke bawah, salah satunya mendukungnya partai koalisi Pilpres mendukung Khofifah dalam Pilgub Jatim 2024.

Dalam dinamika politik nasional fatsun politik Jokowi-Gibran dan Prabowo Gerindra mulai melakukan penggabungan. Kekuatan besar yang bersatu jelas memiliki Prabowo efek dan Jokowi efek yang akan sampai ke Pilkada Gubernur, Bupati/Walikota. Sebagai Presiden dan wapres  terpilih tidak mungkin akan membiarkan Gubernur, Bupati/Walikota jatuh ke tangan orang kain yang tidak sejalan dengan visi politiknya.

Sangat mungkin konsorsium kekuatan politik pusat akan menggunakan jalur komandan untuk memenangkan dan mengokohkan kekuasaan di daerah. Variabel lain dalam kalkulasi pertarungan Pilkada adalah langkah Jokowi dan Prabowo untuk tetap menjadikan NU sebagai kekuatan politik yang bisa diajak kerjasama dalam menjaga keamanan dan membangun NKRI yang tercinta.

NU bukan partai politik, namun NU merupakan sebuah kekuatan politik yang besar dalam percaturan politik nasional mulai atas sampai bawah. NU sebagai organisasi sosial yang memiliki sifat paternalistik dan sentralistik akan kokoh dalam memberikan dukungan pada kader NU yang dianggap mewakili NU.

Proses politik Pilkada akan terjadi kristalisasi dukungan dan kekuatan jaringan NU dan koalisi besar pendukung Pilpres sebagai komitmen bersama untuk membangun negara dan bangsa yang lebih baik. Argumen nyinyir orang yang diluar koalisi hanya sebuah barisan sakit hati yang akan menjadi awan kecil yang akan mudah dibawa angin koalisi. 

Politik selalu berfikir kepentingan, untung dan rugi. Maka jika kepentingan partai diakomodasi maka semua akan baik baik saja. Pilkada Nganjuk 2024 adalah miniatur percaturan politik Nasional, maka jika semua berjalan lancar sesuai skenario besar pasangan, kita bisa melihat siapa yang akan menjadi pemenang dalam Pilkada 2024 yang akan datang. 

Hanya sebuah analisis, urusan pilihan politik adalah urusan pribadi masing masing, maka semua kembali pada rakyat yang akan memberikan pilihan di bilik suara pada hari H pencoblosan. Yang jelas jangan sampai masa depan pembangunan daerah tergadaikan pada orang tidak memiliki integritas sebagai pemimpin yang baik dan manfaat. 

***

*) Oleh : HM Basori M.Si, Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES