Kopi TIMES

Ekonomi Sirkular dalam Pandangan Islam

Rabu, 10 Juli 2024 - 04:32 | 10.21k
Amrullah, Dosen Perbankan Syariah, Universitas Ahmad Dahlan
Amrullah, Dosen Perbankan Syariah, Universitas Ahmad Dahlan

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Ekonomi sirkular adalah konsep yang semakin mendapatkan perhatian di tengah krisis lingkungan global. Namun, bagaimana konsep ini dilihat dari perspektif Islam? Islam, dengan ajaran yang kaya tentang keberlanjutan, tanggung jawab lingkungan, dan keadilan sosial, menawarkan kerangka etis yang kuat untuk mendukung ekonomi sirkular. 

Keberlanjutan sebagai Tanggung Jawab

Dalam Islam, manusia diberikan amanah untuk menjaga bumi dan semua isinya. Allah menciptakan alam dengan keseimbangan yang sempurna, dan manusia memiliki tanggung jawab untuk memelihara keseimbangan ini. Ekonomi sirkular, yang mendorong penggunaan sumber daya secara efisien dan mengurangi limbah, sejalan dengan prinsip menjaga keseimbangan alam. Dengan menerapkan konsep ini, umat Islam dapat mempraktikkan tanggung jawab mereka terhadap bumi.

Menghindari Pemborosan

Islam sangat menekankan pentingnya menghindari pemborosan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan dan menjaga kesederhanaan. Ekonomi sirkular, dengan fokus pada penggunaan kembali, daur ulang, dan perpanjangan umur produk, membantu mencegah pemborosan sumber daya. Dengan demikian, penerapan ekonomi sirkular dapat dianggap sebagai bentuk ketaatan pada ajaran Nabi.

Keadilan Sosial

Keadilan adalah salah satu prinsip utama dalam Islam. Ekonomi sirkular mencerminkan tanggung jawab sosial dan keadilan dengan memastikan bahwa produk-produk tidak hanya berkelanjutan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Dalam sistem ini, penciptaan lapangan kerja baru dan pemanfaatan sumber daya yang lebih adil dapat mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.

Manajemen Sumber Daya

Islam mengajarkan bahwa manusia adalah pengelola (khalifah) bumi yang harus memanfaatkan sumber daya dengan bijaksana. Ekonomi sirkular mengajarkan penggunaan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan, memastikan bahwa sumber daya yang ada dapat digunakan oleh generasi mendatang. Prinsip ini sangat sesuai dengan konsep amanah dalam Islam.

Etika Bisnis

Etika bisnis dalam Islam mengharuskan praktik perdagangan yang adil, transparan, dan bertanggung jawab. Ekonomi sirkular mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat, sejalan dengan etika bisnis Islam. Dengan mempraktikkan ekonomi sirkular, perusahaan tidak hanya meningkatkan reputasi mereka tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan global.

Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam praktek ekonomi sirkular dapat membantu umat Islam berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan adil. Ini bukan hanya tanggung jawab moral tetapi juga bagian dari ibadah, memelihara ciptaan Allah dan memastikan kesejahteraan bagi semua makhluk-Nya.

Dengan demikian, ekonomi sirkular tidak hanya relevan dengan tantangan lingkungan saat ini tetapi juga harmonis dengan ajaran Islam tentang keberlanjutan, tanggung jawab, dan keadilan. Mari kita bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dengan mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari kita.

***

*) Oleh : Amrullah, Dosen Perbankan Syariah, Universitas Ahmad Dahlan.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hainorrahman
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES