Advertisement
Kopi TIMES

Produksi Plastik dari Mikroorganisme

Plastik merupakan salah satu benda yang umum digunakan oleh masyarakat pada saat ini. Plastik banyak digunakan sebagai pengemas makanan dan minuman ...

TIMES Indonesia,
Produksi Plastik dari Mikroorganisme
Risa Meutia Fiana, STP, MP, Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

PADANG Plastik merupakan salah satu benda yang umum digunakan oleh masyarakat pada saat ini. Plastik banyak digunakan sebagai pengemas makanan dan minuman, wadah penyimpanan, peralatan rumah tangga, peralatan dalam dunia otomotif dan masih banyak kegunaan plastik lainnya. 

Plastik menjadi primadona dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan sifat plastik yang ringan, tahan lama, elastis dan mudah dibentuk. Sifat plastik tersebut akhirnya banyak produsen baik sektor pangan maupun non pangan menjadikan plastik sebagai pengemas yang efesien. 

Advertisement

Bagi konsumen kemasan plastik menjadi primadona karena sifat plastik yang ringan, elastis dan mudah di bawa. Namun, dari kelebihan sifat plastik ini ada dampak lingkungan yang akan ditimbulkan akibat penggunaannya di semua sektor masyarakat. 

Dampak buruk plastik bagi lingkungan antara lain penguraian plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun yang akan menyebabkan pencemaran tanah, air, dan ekosistem. Pendangkalan aliran sungai sampai penyumbatan aliran sungai juga dampak buruk plastik terhadap lingkungan. 

Penyerapan air ke dalam tanah akan terganggu akibat limbah plastik. Jika plastik dibakar maka akan asapnya menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan terutama paru-paru juga mahluk hidup lainnya.  

Selain itu, bahan baku plastik yang berasal dari hasil penyulingan minyak bumi  dan gas alam berupa. Hal ini tentunya akan menjadi masalah dalam pengunaan plastik karena minyak bumi dan gas alam merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. 

Salah satu solusi dalam mengatasi dampak buruk penggunaan plastik dengan bahan baku tersebut adalah pemanfaatan mikroorganisme dalam memproduksi bahan baku plastik yang dikenal dengan bioplastic. 

Advertisement

Mikroorganisme mampu menghasilkan plastik yang ramah lingkungan yang kita kenal dengan bioplastik. Mikroorganisme dapat menghasilkan Polylactic Acid (PLA), Poli-β-hidroksibutirat (PHB) dan polyhydroxyalkanoates (PHA) pada intaselulernya. Polimer tersebut merupakan hasil sintesis intraseluler mikroorganisme yang memiliki sifat mendekati polietilene tetapi mudah terurai dan dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan plastik.  

Polimer tersebut setelah melewati proses fermentasi akan dilakukan proses ekstraksi dan pemurnian. Setelah melalui tahapan tersebut polimer yang diperoleh dapat digunakan dalam pembuatan bioplastik. 

Keuntungan dalam menggunakan mikroorganisme dalam produksi plastik yaitu sumber daya mudah diperbarui, mudah terurai, dapat memanfaatkan limbah agroindustri sebagai substrat dalam memproduksi bahan baku plastik serta mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil. 

Produksi bioplastik dalam skala besar saat ini memiliki tantangan antara lain yaitu tingginya biaya produksi sehingga perlu dikembangkan teknologi yang efektif, efesien dan berkelanjutan. Tantangan lainnya yaitu keterbatasan sumber daya dan infrastuktur dalam pengembangan bioplastik tersebut. 

Dengan perkembangan teknologi serta dukungan kebijakan, bioplastik merupakan solusi lingkungan yang berkelanjutan terhadap dampak plastik konvensional saat ini. 

***

*) Oleh : Risa Meutia Fiana, STP, MP, Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim. 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia