Penyuluh Jadi Kunci Peningkatan Kompetensi Peternak
Program Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meluluskan doktor baru.

Ruang Menulis untuk Indonesia
Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.
MALANG – Program Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meluluskan doktor baru. Adil resmi meraih gelar Doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM, Malang. Promosi doktoral tersebut dilaksanakan di hadapan dewan penguji yang terdiri dari para profesor dan pakar di bidang pertanian dan ilmu sosial ekonomi pertanian.
Sidang terbuka berlangsung khidmat dan akademis dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Sutawi, M.P, Assoc. Prof. Dr. Bambang Yudi Ariadi, MM, Dr. Sapar, S.E., M.Si, Assoc. Prof. Dr. Diah Karmiyati, Prof. Dr. Lili Zalizar, MS, dan Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, MS. Para penguji memberikan pertanyaan kritis, masukan konstruktif, serta pendalaman akademik terhadap hasil penelitian yang dipaparkan.
Latar Belakang Penelitian
Sektor peternakan, khususnya komoditas sapi potong, memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, rendahnya kompetensi peternak dalam aspek manajerial, teknis, dan pengembangan usaha masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Luwu.
Di sisi lain, penyuluh pertanian dan peternakan merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia petani dan peternak. Kinerja penyuluh yang optimal diyakini mampu mempercepat adopsi inovasi, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong kemandirian peternak. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penyuluh serta dampaknya terhadap kompetensi peternak.
Judul dan Fokus Disertasi
Disertasi yang dipertahankan berjudul “Faktor Kinerja Penyuluh dan Pengaruhnya terhadap Kompetensi Peternak di Kabupaten Luwu.”
Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan antara karakteristik penyuluh, motivasi kerja, pemanfaatan teknologi informasi, serta penggunaan media sosial terhadap kinerja penyuluh, dan bagaimana kinerja tersebut berdampak pada peningkatan kompetensi peternak sapi potong.
Tujuan Penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja penyuluh serta menguji peran kinerja penyuluh sebagai variabel mediasi dalam meningkatkan kompetensi peternak. Penelitian ini juga bertujuan menghasilkan model empiris yang dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan penguatan sistem penyuluhan peternakan.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Objek penelitian meliputi penyuluh pertanian/peternakan dan peternak sapi potong di Kabupaten Luwu.
Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Analisis ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi peran mediasi kinerja penyuluh dalam model penelitian.
Hasil atau Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh, motivasi kerja, pemanfaatan teknologi informasi, dan penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh. Selanjutnya, kinerja penyuluh terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi peternak.
Temuan paling penting dalam disertasi ini adalah teridentifikasinya kinerja penyuluh sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara faktor internal dan eksternal penyuluh dengan peningkatan kompetensi peternak. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi faktor klasik (karakteristik dan motivasi) dengan faktor kontemporer (teknologi informasi dan media sosial) dalam satu model struktural yang komprehensif.
Hasil ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam penyuluhan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi elemen penting dalam meningkatkan efektivitas kerja penyuluh dan kapasitas peternak di era modern.
Manfaat dan Kontribusi
Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori penyuluhan pertanian dengan memperkuat konsep kinerja penyuluh sebagai variabel mediasi dalam model peningkatan kompetensi peternak.
Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah, dinas pertanian, dan lembaga penyuluhan dalam merancang program peningkatan kapasitas penyuluh, termasuk pelatihan berbasis teknologi informasi dan optimalisasi media sosial sebagai sarana komunikasi penyuluhan. Implementasi model ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, serta kesejahteraan peternak.
Penutup
Dalam ujian terbuka tersebut, dewan penguji memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah dan relevansi praktis penelitian yang diangkat. Dengan keberhasilan ini, Adil resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pertanian.
Hasil penelitian ini sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi serta akan direkomendasikan sebagai rujukan kebijakan penguatan sistem penyuluhan peternakan di tingkat daerah maupun nasional. Diharapkan, model yang dihasilkan dapat menjadi pijakan strategis dalam membangun sektor peternakan yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing.
***
*) Oleh: Adil, Mahasiswa Program Doktor Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang.
*) Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


